Senin, 31 Januari 2011

Heechul dandan ala Lady Hee di Singapore

Heechul kembali tampil dengan konsep LadyHee saat Super Junior perform di Singapore. Fans langsung meninggalkan komentar2 lucu ketika melihat foto yang heechul upload. Disitu Heechul lagi2 mengenakan baju mirip Lady Gaga dengan wig pirang dan ditambahkan aksesoris yang kayanya mirip gabus untuk menghias kepalanya.

Heechul Tweet

“Ledy HEEHEE di Singapore. Button Hair (By Sun O)

Fans komentar

* “Aku sungguh suka handphonenya XD”
* “Ini aneh, tapi cukup untuk membuatku tertawa. Kau selalu keren”
* “Apapun yang kau lakukan kau akan keren”
* “Lady Hee kembali, lama tidak melihatnya, semakin cantik kek

ekeke” dll

Yesung bukan dilempar Lightstick tapi bubuk cabai ??

Menyambung insiden Yesung, yang katanya dilempar Lightstick sama fans,,
Ternyata kalao kita perhatikan sekilas memang seperti lightstick, tapi jika dilihat secara detail, itu berwarna merah bukan sapphire blue. Tapi sampai sekarang, hal mengenai berita ini belum dikonfirmasi, Entah itu memang Lightstick atau bubuk cabai yang seperti banyak dipertanyakan!!

Namun apapun bentuknya itu,, Hal ini sangat berbahaya bagi sang idola!!

Super Junior berharapa SS4 bisa diadakan seluruh dunia ??

Super Junior yang baru saja mengadakan konser di Singapura yang dihadiri 20.000 mengadakan konferensi pers dengan media lokal di mana mereka menyatakan keinginan mereka untuk mengadakan Super Show 4, ke kota-kota di luar Asia. Super Show dimulai pada tahun 2008, dan telah terbatas pada negara-negara terutama timur dan tenggara di Asia.

“Super Junior memiliki rencana untuk membawa image baru di Super Show 4 showcase ke seluruh dunia, setelah merilis album kelima di tahun ini” begitu eeteuk, ketika diminta untuk berbagi rencana kelompok dan tujuan untuk tahun 2011.

“Kami tidak akan membatasi Super Show 4 hanya di Asia ” lanjutnya

Leeteuk dan Heechul juga ditanya tentang kecelakaan kecil yang menimpa mereka “Selama fans saya baik-baik saja, kita akan baik-baik saja,” Heechul saat itu yang sedang berbisik2 langsung disela Leeteuk “Di masa mendatang karena alasan keamanan, kami ingin fans berhati-hati dan menjaga diri mereka sendiri juga.”

Super Junior akan kembali lagi bulan depan untuk SS3 di Jepang pada 18 – 20 Feb, dan mereka juga akan menuju Filipina, Taiwan dan Malaysia dan berakhir di Vietnam pada tanggal 7 Mei.

Super Junior’s Leeteuk dan f(x) Krystal Berduet





Super Junior Leeteuk dan f(x) Krystal telah bekerja sama untuk memberikan sebuah lagu manis untuk proyek balada “Enjoy Today”. Judulnya adalah “Grumbling”

Yesung dilempar lightstick oleh fans saat di Singapura ??

Belum reda kekhawatiran fans karena insiden kecelakaan Leeteuk & Heechul kali ini diketahui ada sebuah insiden yang agak serius yang melibatkan Yesung dan Lightstick fan selama mereka konser SS3 di Singapura.

Sebuah Fancam dari konser yang menangkap kejadian secara keseluruhan. Dalam cuplikan kalian bisa member Super Junior yang sedang bernyanyi ‘Wonder Boy,’ tiba-tiba terkena lightstick dari fans, dan lightstick itu tepat mengenai wajah Yesung.

Akibatnya Yesung harus memegangi wajahnya, dan itu menyebabkan banyak orang bertanya-tanya apakah itu kena matanya. Sepertinya lightstick itu dilempar hanya untuk mencari sensasi, tapi fans itu salah besar jika ia mau ngelakuin hal itu, karena ini bisa membahayakan member super junior.

Sabtu, 29 Januari 2011

Super Junior’s Heechul dan Leeteuk Mengalami Kecelakaan Kecil di Singapura

*pas denger ini tadi malem syok dah ! *plakK

Super Junior sudah tiba di Singapura tadi malam dan seperti biasa, banyak penggemar yang menunggu mereka di luar bandara untuk melihat walaupun hanya sekilas boyband idola mereka itu.

Singapura merupakan pemberhentian berikutnya dari Super Show 3. Tetapi ketika para member sedang dalam perjalanan ke hotel (hotel Swiss), Leeteuk dan Heechul mengalami kecelakaan kecil. Keduanya sama-sama berada di dalam sebuah van dan para penggemar sedang mengikuti mereka ketika ada sebuah mobil fans yang menabrak mobil mereka. Salah satu penggemar yang melihat kecelakaan itu mengatakan bahwa keduanya baik-baik saja dan tidak ada yang terluka. DIa juga mengatakan bahwa Leeteuk melambaikan tangan pada fans yang menyaksikan peristiwa itu dengan ekspresi khawatir.
Kemudian, Heechul dan Leeteuk mengungkapkan perasaan mereka tentang kecelakaan itu di twitter dengan mengatakan :

@Heedictator : Sekarang, jika Anda ingin melihat kami, datanglah ke stadion. Semua orang dalam bahaya. Saya lebih suka kenangan lama saya, tidak kembali lagi~

*madsudnya, mungkin kecelakaan yg dulu

@Special1004 : Singapore… Terasa seperti tempat yang indah..^^ Tak apa jika kalian mengikuti kami..tapi berhati-hatilah..Ada 7 mobil yang mengalami tabrakan..Aku hampir saja mati.. ㅠㅠ
Kita semua tahu bahwa Heechul dan Leetuk memiliki kenanagan yang buruk tentang kecelakaan mobil dan mereka memiliki fakta bahwa Heechul tidak bisa mengemudi dalam jangka waktu dekat ini.

Kamis, 27 Januari 2011

Respons Heechul tentang Antis di Twitter !!

Karena pernyataan Heechul di GQ tentang “Kontrak Budak“,perang koment pun terjadi hingga merambah juga ke twitter,, dan ada salah satu komentar dari kpop lovers yang sepertinya sampai membuat Heechul kesal,

Berikut Komentarnya,

“Mungkin otakmu sudah hanyut di sungai Han?? Atau mungkin sudah kau jual di pasar ? Kau budak yang hanya menuruti perintah majikan, apa statement tersebut juga kau ucapkan atas perintah majikanmu ? sebaiknya kau tutup mulut !”

Hingga komentar itu ditangkapi singkat oleh Heechul

“Wow…tata bahasamu buruk sekali !”

Belum selesai kena omelan Heechul, ELF lainnya juga menyerbu accountnya dan mencaci makinya hingga ia minta maaf

“Sebenarnya itu urusanku mau men=tweet apapun, tapi maaf bila omonganku terlalu kasar pada heechul dan tidak memikirkan konsekuensinya, Maaf Heechul, ayo kita damai..”

Walau ia sudah minta maaf namun, banyak ELF yang tetap memakinya hingga ia mendelete account twitternya!

Hingga setelah itu,, Heechul pun meninggalkan banyak tweet yang dikatakan juga berhubungan sama kejadian-kejadian itu,

“Cemas tentang negara, masyarakat, dan ekonomi pada saat itu. Bila Kamu memiliki waktu untuk membaca bahasan internet, atau membaca artikel surat kabar .. Apa gunanya bisa membaca jika Kamu tidak dapat mengerti apa yang Kamu baca .. Kamu tidak memiliki awal dan akhir dan itu semua tidak logis.

“Aku ragu sebagian besar negara peduli tentang kita semua. Bahkan, aku tidak tahu apakah mereka akan melihat posting ini. Mereka hanya mengatakan itu menyenangkan jika aku katakan itu dan mengatakan itu tidak jika aku katakan itu tidak .. Kamu bertindak semua seperti kamu adalah juru bicara bagi seluruh negeri. “

“Apakah Kamu mencoba melakukan sesuatu yang baik bagi orangtuamu ? saat Kamu punya waktu untuk bash seseoranglebih baik Hidupkan lampu kamarmu, buka mata dan pikirkan masa depanmu. Api aku merasa seperti anak kecil kalo harus meladeni orang – orang seperti kalian

“Aku mencoba melakukan hal-hal baik untuk orang tuaku dan aku bersyukur bahwa aku punya sesuatu yang bisa kubanggakan .. Apakah aku tampak seperti budak? Aku yakin semua orang yang sudah terjun di masyarakat tidak berpikir begitu. Aku tidak tahu apakah Kamu akan melihat ini atau tidak, tapi aku akan berterima kasih kepada semua orang-orang ^ – ^ “

“Biar aku bertanya kepada semua masyarakat. Apakah aku tampak seperti budak? Apakah aku tampak tidak bebas? Sebelum aku menjadi selebriti, aku seperti banyak orang di luar sana dan aku bekerja part time dan full time. Aku tidak tahu apakah itu karena aku sudah pernah terjun ke masayarakat tapi aku bersyukur atas apa yang yang kudapat sekarang. “


YAh.. inilah yang kutemukan. Pusing 501%...

aku yang (baru) bisa twit2 langsung jebol ngeliat komnet mereka semua.. yah klo jelak. maklum2 sajalah.,.. kekkeke

SNSD, Penyebab Hankyung Mengundurkan Diri?



KABAR simpang-siur soal surat pemutusan kontrak personel Super Junior, Hankyung, terhadap SM Entertainment terus berkembang. Berbagai spekulasi soal penyebab aksi Hankyung terus muncul. Ketidakpuasan Hankyung terhadap SME, juga dugaan kasus ini hanya strategi SME menarik pembeli tiket konser Suju di China, Kini muncul gosip miring lain. Sebuah laman mengatakan, penyebab Hankyung melakukan pemutusan kontrak tak lain karena ia terlibat konflik dengan personel grup SNSD, juga penyakit kronis yang dideritanya. Personel Super Junior, Hankyung, melaporkan SME ke pengadilan karena terluka dengan kata-kata kasar grup SNSD. Mengapa ia ingin meninggalkan perusahaan itu, bukan hanya karena kontrak terlalu panjang dan tak adil, tapi juga karena ia dicampakkan saat mengalami sakit radang lambung dan ginjal setelah bekerja tanpa henti selama dua tahun,” tulis Sohu.com.

Laman ini juga mengkritik keras personel SNSD yang disebut sering menggunakan kata-kata kasar dan menyindir Hankyung. “Karena kekacauan itu, ia ingin beristirahat sementara waktu tapi mereka menolak permintaannya. SNSD selalu kasar dan menggunakan sindiran untuk menghinanya. Sebagai contoh, mereka pernah berkata, ‘Oppa! Apakah kau pikir kau bisa terlihat seperti orang Korea dengan mewarnai rambutmu menjadi pirang?’ Komentar soal tempat asalnya ini menyakitkan Hankyung dan dia tak bisa menahannya lagi,” imbuh Sohu.com.

Berita yang ditulis Sohu.com ini jelas mengundang reaksi lain dari para ELF juga penggemar SNSD. Menurut seorang netizen, berita yang ditulis situs asal China ini hanya ingin membuat imej orang-orang Korea buruk. “Sepertinya pers China sedang mencoba membuat orang-orang Korea terlihat buruk. Ini hanya artikel yang memutarbalikkan fakta,” kata seorang netizen.

Pendapat lain menunjuk kelompok antifans sebagai pihak yang menyebar fitnah untuk memecah belah artis-artis SME. Menyusul kabar soal penghinaan yang dilakukan SNSD terhadap Hankyung, muncul penyangkalan dari fans. “Hankyung mewarnai rambutnya pada 2006, sedangkan SNSD baru memulai debut pada 2007. Faktanya, pada 2007 Hankyung malah mewarnai rambutnya putih. Mengingat SNSD belum aktif di dunia musik saat Hankyung berambut pirang, bagaimana mungkin mereka bisa menggunakan ruang ganti yang sama?” bantah mereka.

Menghadapi masalah yang melibatkan dua anak didik mereka, SME memberikan pernyataan tegas, SNSD sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah pengunduran diri Hankyung dari Super Junior. Minggu (27/12) lalu, SME mengeluarkan pernyataan resmi mereka: “Berita mengenai SNSD sama sekali tidak benar. Sangatlah mengecewakan dan menyedihkan, berita seperti ini bisa bededar di antara anggota keluarga kami.”

SME juga menjawab pertanyaan soal absennya Hankyung dalam acara MBC Music Core Special pada 26 Desember lalu. Ketidakhadiran Hankyung dalam acara itu bukan pertanda personel Suju asal China itu sudah resmi keluar dari Suju. “Hankyung saat ini berada di China, jadi sepertinya sangat sulit baginya menghadiri acara akhir tahun,” ungkap perwakilan SME. Selain itu, Hankyung juga absen dari panggung SBS Gayo Daejun pada 29 Desember. Kali ini tak hanya Hankyung, tapi Kangin dan Kim Kibum juga tak hadir.

Yang jelas, sampai saat ini Hankyung hampir dipastikan tak akan ikut serta dalam semua kegiatan manggung Suju, termasuk acara Tahun Baru Super Junior M di China yang konon dibatalkan setelah Hankyung melayangkan gugatan terhadap SME. Untuk para ELF, sabar ya! Semoga masalah ini tak memeengaruhi eksistensi Super Junior di belantika musik.

Ini gak tau kapan datengnya ini kabar. Cz nemu langsung aku teriak-teriak sendiri ..

gmn mungkin oppaku.. OPPPA!!!.. gara2 SNSD?? akh~!!!

Eunhyuk Lebih Gaya dengan Rambut Baru

                        


                             Pada 26 Januari, Eunhyuk mengupdate Twitter dengan foto tersebut dan menulis, “Sekarang setelah saya memotong rambut, keringat saya berkurang. Saya seharusnya sudah melakukan ini sejak lama!”*hahahaha
Gambar tersebut menunjukkan Eunhyuk yang ‘baru’ dengan rambut moussed, dan tampaknya dia merasa sangat yakin tentang rambut barunya. Dia menulis, “Saya tidak perlu bingung dengan rambut ketika menari, yang terlihat keren, tapi ini tidak begitu buruk!”
Para netter menulis, “Ia tampak begitu jauh lebih baik sekarang,” “Aku tidak pernah tahu ia begitu tampan,” dan “Dia tampak seperti Jang Woo Hyuk dari H.O.T”

Donghae Terpilih Sebagai Pria Korea Terseksi di Argentina

              Anggota Super Junior, Donghae terpilih menjadi pria Korea paling seksi menurut salah satu survey yang digelar website dari Argentina, Listas W.

                Survey ini meminta pembaca untuk memilih pria terseksi no 1 selama tahun 2010. Selain Donghae Super Junior yang meraih urutan pertama, anggota yang lain mendominasi polling teratas dari situs ini, mengalahkan artis-artis terkenal Korea lainnya. Tampaknya tak hanya di Asia, Super Junior juga merupakan boyband paling populer di Argentina.

               Leader Super Junior, Leeteuk berada pada posisi kedua diikuti oleh Yesung pada urutan ketiga serta Kyuhyun dan Siwon berturut-turut di posisi keempat dan kelima.
Sementara itu bintang film terkenal Korea Kim Hyun Joong menempati posisi keenam dan kembali diikuti oleh anggota Super Junior yang lain, Sungmin pada posisi ketujuh.
Voting ini mengurutkan polling penggemar hingga urutan 66. Superstar Korea, Rain hanya menempati posisi ke-24 sementara itu aktor tampan Lee Min Ho malah berada di urutan yang agak jauh di bawah yaitu urutan 38. (alk/sjw)

Rabu, 26 Januari 2011

Minta Perhatiannya!!!

Bagi yang sudah ngirim FF ke alamat e-mail yang mapang.. mian gak di publish-publish..cz' nie masih sibuk tugas sekolah and lage di tambah hukuman yang gak ada habisnya.. (kelihatan babonya) kekeke...

Jadi cuma bilang itu ajjah.. kekekkee

Oh~ ya.. klo bisa FFnya jangan ada NCnya dung.. aku agak ngeri bacanya, lagian yang mau di protected gak ngerti caranya. Jadi, klo ada yang di rubah gak nape ya.. cz aku gak bisa nge-protectednya. Klo udah bisa aku pajang dech.. kekkkeke...

Gomawo mau baca~ kekkeke....

Selasa, 25 Januari 2011

Fakta Lucu Tentang Super Junior



fakta-fakta lucu super junior
1. Seorang anak kecil yang tinggal di dekat kawasan dorm Super Junior melihat Yesung masuk ke dorm lalu dengan ramah bertanya, “Hey, anda tahu kan kalau Super Junior tinggal di dekat sini?”Yesung dan anak kecil ini sedang di dalam lift. Yesung bertanya pada anak kecil ini, siapa penyanyi yang ia sukai. “Super Junior,” jawabnya. “Di Super Junior siapa favoritmu?”yesung“Yesung.”jawab ank itu.Lalu Yesung memberi anak ini tanda tangannya ketika anak ini bertanya, “btw, Anda siapa?”*LOL, he’s Yesung, Boy. Ur fave SJ’s member

2. Tepat setelah Kyuhyun debut, beberapa “Only 12-ers” protes di depan gedung SME dan mulai berteriak kalau Kyuhyun ‘mempermak’ hidungnya saat Kyuhyun memasuki gedung. Kyuhyun kembali keluar gedung dan menjelaskan kalau hidungnya 100% asli. * Okay, i belive it oppa :*Hangeng ingin memasuki gedung SM ketika seorang fangirl bertubuh besar dan sangat tinggi berlari ke arahnya dengan kecepatan 60 mph. Berteriak “Oppa!” . Hangeng ketakutan , menjatuhkan kartu namanya, dan menggedor pintu dengan tergesa-gesa. Menangis meminta bantuan.Sungmin terlihat tidak bisa menemukan mobilnya, jadi ia hanya berdiri di depan mobil van yang terparkir secara acak di depan studio. Menejernya menarik dan menanyainya, “Kenapa kau berdiri di depan van SHINee?” Sungmin menjawab, “Aku naik mobil dengan SHINee.” Akhirnya dia meminta tumpangan dari SHINee.Dua orang gadis sedang berjalan-jalan di Chungdam, melihat seorang pria yang terlihat sangat mirip dengan Eunhyuk berjalan mendekati mereka. Salah satu gadis itu berkata, “Oh y, Eunhyuk dari Super Junior… berapa lagi tinggi badannya? 173? 174? 176?” Pria itu berbisik “176″ saat ia melewati mereka. Anda menebak dengan benar. Laki-laki itu Eunhyuk -___-”

3. Saat bosan, Sungmin membuka jendela van-nya dan berteriak, “uri neun Super Juni-OR!” kepada orang yang berlalu-lalang di jalan.

4. Dulu waktu Donghae memiliki rambut yang sangat panjang, fans-nya selalu memintanya untuk memotong rambut. Jadi suatu kali di bandara, fans melihatnya dan memohonnya untuk segera memotong rambut. Donghae panik dan berteriak, “Tapi aku sudah memotongnya! Aku sudah memotong rambut! Aku baru saja memotongnya pagi ini! Aku sudah memotongnya!”

5. Selama promosi Pajama Party, Eunhyuk –yang penuh dengan kostum panggungnya [gaya rambut, make-up, dan sebagainya]– sedang duduk di sebuah ruangan memakan es krim. Salah seorang staf baru mendekatinya dan bertanya dimana orang tuanya. *keke~ she/he thoughts that oppa is a cute kid xD

6. Komentar Leeteuk untuk lagu pertama yang pernah Donghae tulis: “Lagu apa itu?

7. Ketika pertama kali menggunakan Cyworld Korea, Hangeng menulis username dan password-nya sebagai entri blog: “Cyworld-ku adalah milik kalian semua ^^

8. Sungmin mabuk dan mulai bersikap manis di depan Heechul yang akhirnya menjadi jengkel dan mendapat tamparan.


9. Kangin di dalam taksi, ketika radio mulai memutar Don’t Don’, supir taksi mematikan radio dan mengeluh, “kenapa lagu ini berisik sekali?” *wkwkk

10. Pada acara pemberian tanda tangan, Sharpie milik Kibum habis. Sungmin menyerahkan Sharpie-nya pada Kibum, memberitahu Kibum kalau Sharpie-nya belum habis. Kibum tidak mengambilnya, lalu berkata “Berhentilah berbohong.” Sungmin mulai mengoceh dan berbuat gaduh. “Aku tidak bohong! Aku tidak berbohong! Kenapa kau tidak pernah mempercayaiku!”

11. Ryeowook dan Kibum saling menggunakan gelar penghormatan, “Hati-hati, bung.” “Kau juga, bung.”

12.Sebelum debut, para member bertaruh Heechul bisa masuk ke kamar mandi wanita tanpa dicurigai. Ketika Heechul masuk, salah satu wanita di kamar mandi itu menatapnya dan bergumam,”wow, wanita ini sangat tinggi.”

13. Pacar Heechul mengeluh kalau Heechul adalah ‘kisser’ yang payah, jadi Heechul meminta Kibum untuk berlatih ciuman dengannya. Selama 3 bulan berturut-turut.

14. Suatu waktu ketika promosi Twin, *sasaeng fan Yesung menemukannya berkeliaran di jalan. “Ada apa?” tanya mereka pada Yesung. “Aku lupa dimana tempat tinggalku.” Para fans pun membantunya kembali ke dorm.

15. Kyuhyun pernah membuat Seohyun menangis dengan mengatakan kalau ia tampak seksi.

16. Sungmin pernah mengajak *sasaeng anti-fans nya makan malam. They’re still around though. *ga tw arti nx, keke~

17. Seorang fans terus menanyai Ryeowook apakah ia bisa memberinya sebuah pelukan. Ryeowook dengan enggan berdiri untuk memeluknya, ketika Heechul berbisik dari belakang, “Jangan memeluk fans-mu! Mereka mulai menjadi gila karena itu!”

18. Donghae dan Heechul pernah bertengkar hebat di dorm, saling melemparkan barang-barang. Lalu setelah 5 menit mereka saling memaafkan dan pergi keluar bersama. Leeteuk-lah yang membersihkan dorm. *wkwkk yang kasian teuk oppa

19. Ryeowook pertama kali mabuk dan muntah di atas pakaiannya.Seorang fan dari Thailand melihat Ryeowook menekan/menusuk kelopak matanya untuk membuat lipatan mata.

20. Menyadari tidak ada yang mengenalinya di jalan, Yesung-pun menelpon Kangin, dengan jelas berteriak melalui ponselnya, “Oh, hey, KANGIN!” *maksudnya biar ada yg nyadar kalo dia kenal Kangin, kkeeke~ n sama2 member SJ, jhinjha!!!

21. Seorang ELF dengan riasan wajah dan juga plester lipatan mata menunggu di depan gedung SM. Karena sudah terlambat untuk jadwalnya, para member yang keluar gedung dan langsung memasuki van, tapi Kangin dengan cekatan kembali keluar dan bertanya, “Hey, plester apa itu yang di lipatan matamu?”

22. Seorang fans mengantri di depan Ryeowook untuk mendapatkan album yang yang bertanda tangan. Kyuhyun sudah selesai memberikan tanda tangan dan hanya duduk di sana. “Wow, oppa kau terlihat seksi hari ini.” kata ELF itu padanya. Kyuhyun tidak menoleh saat ia menjawab, “Aku tahu.”

23. Waktu Yesung masih di sekolah tinggi, ia mewarnai rambutnya dan menggunakan penutup kepala supaya tidak ketahuan. Guru-nya memintanya untuk membuka penutup kepala itu, ia menjawab, “Aku tidak bisa. Kepalaku begitu besar.”

24. Seorang fans menghadiri acara penanda tanganan untuk mendapatkan tanda tangan Heechul. Panik ketika melihat Heechul, ia mulai berteriak, “Kim Heechul! Lihat kesini! Kim Heechul!”Heechul kembali berteriak, “Berapa umurmu!? Berani sekali kau tidak menggunakan sapaan hormat!” *y elah~ galak amat bang*

25. Pertama kali kembali ke China setelah debut, Hangeng bertanya pada staf China dimana letak kamar mandi… dalam bahasa Korea. *mana ngerti lah dia bang -__-”

26. Di hari ulang tahun Yesung, orang tua-nya datang ke stasiun penyiaran. Tapi mereka datang untuk melihat comeback stage Shin Hyesung, bukan putra-nya.

27. Heechul pernah menggunakan pakaian wanita supaya bisa berkencan dengan pacar-nya tanpa dikenali siapapun. Tampaknya cara ini berhasil, dan ia berkeliaran dengan santai di jalan dengan penyamarannya, juga dengan bangga menggandeng tangan pacarnya.

Senin, 24 Januari 2011

Super Junior & SISTAR kolaborasi menyanyikan “Sorry Sorry” di “Foresight Super Junior

Super Junior dan SISTAR berkolaborasi dengan menyanyikan lagu “Sorry Sorry” untuk MBC Every1′s “Foresight Super Junior.” Acara ini berfokus tentang berbagi pengalaman para senior dengan Super Junior, tapi untuk episode 12 Januari, Super Junior menghadirkan SISTAR untuk acara khusus liburan musim dingin.

SISTAR diberi tips dari Super Junior. Ketika SISTAR sedang perfrom lagu hit dari Super Junior yaitu “Sorry Sorry,” para member Super Junior akhirnya bergabung dan mengagetkan para member SISTAR.

Padahal kedua group ini belum pernah perform bersama sebelumnya, namun mereka mendapatkan tepuk tangan dari semua orang karena kolaborasi mereka yang sempurna.

Kemudian dalam acara itu, SISTAR’s Bora mengungkapkan bahwa dia adalah ‘Ratu’ di kuliahnya, Myungji University, dan mengatakan kalo dulu ia pernah bertemu Lee Teuk.

Shindong Jadi Goo Jun Pyo Berambut Pirang di ‘All My Love’


Member Super Junior, Shindong berubah menjadi Gu Jun Pyo versi pirang di saat jadi cameo di sitkom MBC “All My Love,” sebagai pasangan Ga-In dalam sebuah perjodohan.Shindong akan jadi generasi kedua dari keluarga yg supe rkaya raya, tapi dia ceritanya seorang playboy.

Melalui saran Director Kim, Shindong mengikuti kencan buta dengan Ga-In, yg pernah bertemu sebelumnya di lingkungan yg tidak nyaman.

Shindong pun mengomentari keikutsertaannya, “Aku berterima kasih pada ‘All My Love’ karena memenuhi ipianku muncul di sitkom. Selama syuting, aku mulai merasa cocok dengan perannya. Menyenangkan melihat bagaimana para pemeran di sini saling perhatian meski harus syuting hingga larut, aku iri.”

Dia akan muncul di episode hari ini, dan besok.

Eh, kenapa orang kaya raya penggambarannya musti berambut keriting sih ???

Heechul : “Aku ingin punya TV show sendiri”



Selain sebagai singer, Heechul-pun aktif sebagai seorang host program, SBS radio PowerFM’s (107.7㎒) Kim Heechul’s Youngstreet dan juga sebagai MC program MBC TV’s ~ The Night when Memory Shines.

Sama seperti rekannya Leeteuk, Heechul juga emiliki keinginan terpendam yakni memiliki acara tv show sendiri ~ Kim Heechul Show ~ di masa yang akan datang.

Bahkan saat ini, Heechul telah mengantongi nama bintang tamu acaranya kelak. Ia mengatakan “ Boss CEO SM Entertainment) Mr. Lee Sooman sudah setuju tampil di acaraku ~ ahahahahaha~”


Sempet nemu obrolan Hee Chul ama Kibum Di Twitter

Kibum

* 아.. 감기 제데로 걸렸다ㅠㅠ 난 아플땐 항상 혼자다
* Ah.. Aku kedinginan ㅠㅠ Aku selalu sendirian jika aku sakit

Heechul

* @ikmubmik 야 숙소 놀러와ㅋㅋㅋㅋ
* @ikmubmik Ya! datanglah dan bermain denganku di asramaㅋㅋㅋㅋ

Kimbum

* @Heedictator 아픈사람 보고 오라구요?ㅋㅋ
* @Heedictator Kau ingin membuatku tambah sakit?ㅋㅋ

Heechul

* @ikmubmik 아픈 사람이 병원가지 병원이 아픈 사람한테 갈 순 없잖아ㅡ숙소가 갈 수 없으니 니가 와야지^-^
* @ikmubmik Orang yang sakit harus pergi ke rumah sakit dan rumah sakit hanya untuk orang yang sakit, benar kan? ㅡSelama asrama belum pindah kemana-mana, kau harus datang ^-^

Kibum

* 아. 그렇군. 당연히. 내가 가야되는거군.RT @Heedictator: @ikmubmik 아픈 사람이 병원가지 병원이 아픈 사람한테 갈 순 없잖아ㅡ숙소가 갈 수 없으니 니가 와야지^-^
* Oh. benar. Pasti. Aku berniat untuk pergi kesana. RT @Heedictator: @ikmubmik Orang yang sakit harus pergi ke rumah sakit dan rumah sakit hanya untuk orang yang sakit, benar kan? ㅡSelama asrama belum pindah kemana-mana, kau harus datang ^-^

Heechul

* @ikmubmik 야 너 얼라야?배신자ㅡㅡ
* @ikmubmik Ya! Apakah kau merasa seperti anak kecil? Dasar penghianatㅡㅡ

Kibum

* @Heedictator 형도 얼라였잖아요ㅋㅋ 얼라라 해봤자29랩밖에 안돼요
* @Heedictator Hyung juga seperti ituㅋㅋ Ayo jadilah seperti anak kecil, umur-mu masih 29 tahun

Heechul

* @ikmubmik 호드해 빨리ㅡ의철이랑 셋이 사냥 가야지ㅋ옛생각나네 레인보우 로망스 꽃미남 삼인방이었는데ㅋㅋ와우에서도ㄱㄱ
* @ikmubmik cepat gunakan sihir-mu, datanglah bersama Heechul, sedang dicari 3 personilㅋyang akan kami jadikan trio pretty boy di Rainbow Romanceㅋㅋdi Wow jugaㄱㄱ

Kibum

* @Heedictator ㅋㅋㅋㅋㅋ내 15000골 언제줄거에요??
* @Heedictator ㅋㅋㅋㅋㅋ Kapan kau akan membayar kembali 15000 hutangmu ??

Heechul

* @ikmubmik 라면무침 해줘ㅡ오랜만에 먹고싶네
* @ikmubmik Berikan aku Ramen duluㅡ sudah lama aku ingin memakannya

Kibum

* @Heedictator 집에 재료 이사하면서 다 버렸어요ㅋ
* @Heedictator Semua bahan-bahannya tertinggal saat aku pindah rumah ㅋ

* @Heedictator 영운이형이 놀아달라고 전화왔어요 같이 놀까요?
* @Heedictator Youngwoonie hyung (Kangin) menelepon-ku dan memintaku keluar (main keluar), apakah kau ingin pergi main bersama?

Heechul

* @ikmubmik 아씨 무침라면 땜에 너 만난건데ㅡㅡ
* @ikmubmik Ass! Aku hanya ingin bertemu denganmu karena aku ingin makan Ramenㅡㅡ

Kibum

* @Heedictator 아 꿈이었구나
* @Heedictator Oh, itu hanya sebuah mimpi

Heechul

* @ikmubmik 영춘이한테 면회 간다 그래ㅋㅋ근데 니랑 내가 가는거보다 소시랑 에펙스 친구들이 가는게 훨 도움 될텐데ㅋㅋ니랑 내가 가면 악효과 낳을지도….
* @ikmubmik Katakan pada youngchunie (kangin) kalau aku ingin mengunjunginyaㅋㅋTetapi jika aku pergi dengan-mu, kita tidak akan diterima-nya (kangin) kecuali jika yang datang mengunjungi-nya Soshi atau f(x) ㅋㅋjika aku pergi denganmu, kita pun tak tau, apakah kunjungan kita memberikan efek padanya (kangin) atau tidak….


Pendiri Twitter Menyebut Nama Hee Chul??

Pendiri twitter juga mengetahui Kim Hee Chul. Ia telah dikenal sebagai pengguna twitter teraktif di Korea.

Pada tanggal 19 Evan Williams, co-founder twitter menyebut Super Junior Kim Hee Chul dalam sebuah press conference ketika ia mengunjungi Korea. “Twitter telah digunakan oleh para politisi, dan selebriti di berbagai bidang dari Korea Selatang sebagai alat komunikasi. Sebagai contoh yang paling dekat Kim Hee Chul menjadi issue terpanas.” Menurut penjelasannya tentang “Kim Hee Chul Day” yang terjadi pada Oktober tahun lalu, Kim Hee Chul fans mendeklarasikannya pada 10 Oktober dan issue ini menyebar luas dengan cepatnya melalui twitter dan menjadi pencarian popules No. 1 di TT.

Lebih dari 300,000 followers mem-follow Kim Hee Chul. Dalam “Twiiter trens Analysis” tahun lalu memperlihatkan bahwa ia berada di posisis No.9 dan satu-satunya orang Korea yang ada dalam analisis ini, termasuk bintang Pop Lady Gaga, Justin Bieber, Mel Gibson, Lil’kim dan selebriti dunia.

Minggu, 23 Januari 2011

Info Baru Ngeliat

1. Kyuhyun, sang idola yang gemar pergi ke gereja !!

Kyuhyun adalah seorang salah satu maknae yang mempunyai fans yang banyak dan telah mendapatkan pupularitas di hati para penggemarnya. Super Junior membuat Asia menggila dengan lagu hit mereka seperti ‘Don’t Don’ dan Sorry Sorry. Selain menjadi bagian dari Super Junior, baru2 ia juga telah menampilkan pesonanya dengan Super Junior M dan SM The Ballad dimana dia semakin populer di berbagai negara Asia seperti Jepang, Taiwan, Cina dan masih banyak lagi.

Aktingnya sebagai D’Artagnan dalam musikal “The Three Musketeers” juga menuai pujian walaupun itu adalah drama musikal pertamanya. Para fansnya bahkan mendukungnya dengan mengirimkan beras dan bukan karangan bunga seperti biasa ke Choongmo Art Hall dimana musikal tersebut dipentaskan. Tanggal 25 Januari Kyuhyun juga mengatakan akan mengirimkan lebih dari 2.000 kg beras untuk Gereja Gospel Seongbuk Yeouido dimana dia biasa menghadiri perayaan misa.

Kyuhyun merupakan jemaat dari Gereja Gospel Seongbuk Yeouido. Sejak kecil, dia sudah menjadi sukarelawan dengan bermain biola di kelas ansambel dan ketika SMP dia bermain klarinet. Ketika gereja tersebut terpisah di beberapa lokasi, Kyuhyun tetap menjadi jemaar di Gereja Gospel Seongbuk Yeouido.

Ibunya, Kim Hannah adalah pemimpin lingkungan untuk gereja selama 20 tahun dan dia telah menjadi sukarelawan untuk koor gereja selama 18 tahun. Sewaktu kecil Kyuhyun pernah menjuarai kompetisi menghafal alkitab. Dia juga mendapat penghargaan karena ia rajin menghadiri gereja. Dia adalah contoh anak yang patut diteladani dengan selalu bekerja keras namun tetap menjaga kepercayaannya, bahkan ia rajin berdoa di setiap perayaan misa hari Minggu.

“Bahkan ketika Saya sedang berada di luar negeri, saya akan selalu menyempatkan diri. Pikiran saya menjadi nyaman ketika saya membaca alkitab dan bermeditasi. Jika saya tidak bisa pergi ke gereja karena suatu hal, maka selama seminggu semua hal akan menjadi sulit bagi saya. Saya selalu berusaha untuk menghadiri perayaan misa di hari Minggu karena hal buruk akan terjadi dan saya merasa ada yang aneh jika tidak menghadiri perayaan misa.”

Dulu saat di SMA YeomKwang, ia adalah vokalis yang populer disekolahnya. Saat kelas 3 SMA, dia bahkan memenangkan medali emas untuk ’2005 Buddy Contest’ dan juga medali perunggu untuk ‘Chin Chin Young Adult Gayo Festival’ hingga para produser musik mulai tertarik dengannya. Ketika Kyuhyun lulus SMA, dia merupakan salah satu member yang bernyanyi untuk lagu pujian2 di gereja hingga di tahun yang sama pula, dia dikontrak dengan SM Entertainment dan bergabung dengan Super Junior di tahun 2006.

Lalu, dulu ia juga pernah mengalami kecelakaan dengan sejumlah member Super Junior lainnya,ketika kecelakaan terjadi, Kyuhyun sempat berlutut dan memanggil Tuhan. Dia mengaku, “Tuhan, Aku bersalah. Tolong maafkan saya. Terima kasih Tuhan” dan kemudian ia pingsan setelah dia menyelesaikan kalimatnya. Dia mengaku bahwa dia sempat melupakan Tuhan karena kesibukannya. Ketika keluarga dan fansnya mendengar kabar kecelakaan ini, mereka langsung ke gereja dan mendoakan Kyuhyun.

Ia mengatakan tentang kecelakaanya “Selama 3 bulan saya harus terbaring di rumah sakit dan itu saat yang sulit. Tapi saya menyerahkan semuanya pada Tuhan dan saya dapat lebih bersyukur pada Tuhan. Saya mendengarkan khotbah pastor Cho Yonggi dan menenangkan diri. Saat itu adalah saat dimana saya lebih mendekatkan diri pada Tuhan”

Ia melanjutkan “Saya pikir saya tidak takut akan apapun ketika berada di atas panggung karena Tuhan selalu bersama saya. Saya berdoa agar Tuhan selalu berada bersamaku dan juga agar para member selalu sehat.”

Kesibukannya bahkan tidak membuatnya lupa akan membaca alkitab “Saya membaca alkitab. Meskipun semua kata2nya penuh dengan kebaikan namun kata “kamu adalah garam di bumi yang menerangi dunia” itu kata yang paling memberikan saya kekuatan.”

Ia menambahkan “Selain kegiatan Super Junior, saya juga punya beberapa kegiatan individu. Saya ingin menantang diri sendiri dengan mencoba berbagai bidang lainnya dengan musikal. Saya ingin menjadi orang yang berpengaruh sehingga saya dapat menyebarkan ajaran Tuhan. Dan juga, saya berdoa agar para pemuda lainnya selalu percaya dan merasa bahwa Tuhan selalu ada bersama mereka.”
------------------------

2. Pesona Choi Siwon dalam ‘Athena’


Choi Siwon, yang bermain sebagai Junho dalam drama SBS ‘Athena’, meng-upgrade pesona canggih dengan setiap episode.

Pada awal drama, Junho bekerja di ruang penyelidikan NTS tidak seperti agen lapangan lainnya, dan didukung Jung Woo (Jung Woo Sung) dan Jae Hee (Lee Ji Ah). Dari berbagai informasi decoding terhadap manipulasi komputer, Junho menggunakan kekuatan otak untuk cepat menemukan bukti. Tetapi sebenarnya, Junho memiliki masa lalu yang kelam di mana dia bertanggung jawab atas kematian sandera.

Junho meninggalkan masa lalu yang menyakitkan di belakang dan melompat kembali ke lapangan dengan senjatanya, dan ia menjadi agen NTS elit. Dengan bahu kokoh dan sudut lengan sempurna, mata karismatik saat ia menatap pada sasaran, bahkan pemirsa laki-laki kagum pada karakter Junho dan akting Choi Siwon.

Junho, yang memamerkan keahliannya dalam lapangan setelah meninggalkan kantor NTS, diharapkan untuk menjadi pemain kunci dalam menggali sebuah konspirasi yang melibatkan reaktor baru.

Sementara itu, ‘Athena’, yang ditingkatkan oleh bagian Choi di dalamnya, berencana untuk membawa pemirsa dalam adegan aksi yang bahkan lebih kuat, pengkhianatan kejam, dan cinta yang menyayat hati lagi.

Kamis, 20 Januari 2011

Til Death Do Us



Cast: Kim Hee Chul, Yesung

“Eun Yoo, cheongmal sarange. Aku benar-baner menyukaimu. Kau bukan wanita terkutuk ataupun apalah yang membuatmu seperti ini!!”, teriak Hee Chul yang dari tadi tidak terputus pita suaranya dengan suara teriakannya dari tadi yang mencoba menembus dinding kamar Eun Yoo.

Di balik dinding yang ditujunya, seorang perempuan yang ia sukai sedang terduduk ketakutan denang jari yang mengeluarkan banyak darah akibat gigitannya sendiri.


Tap, Tap, Tap.


Derap langkah seseorang menuju kearah Hee Chul. Dengan cepat Hee Chul menatap Sosok itu dengan tak percaya.


“Yesung??”, gumamnya kecil yang masih tenggelam di balik kepenasaranya itu.


Sosok yang bernama Yesung itupun hanya berbalik arah dengan wajah geram. Dengan langkah cepat ia menghilang di balik pepohonan yang mengelilingi sekitar rumah Eun Yoo yang memang suasana pedesaan.

@@@@@@@@

Pisau tajam itu sedikit mengkilap dengan cahaya yang mencoba menerobos masuk melewati bolongan kecil yang berada di sekitar gubuk reyot itu. Diambilnya salah satu boneka teddy bear yang masih bagus. Dengan sekali hujaman, boneka itu sudah tak berbentuk lagi. Dia mencoba menusuk kembali boneka itu untuk menumpahkan kekesalannya.

@@@@@@@@

“Ah~ nak, anda masih disini. Pulanglah. Eun Yoo tak akan menerima siapapun, dia tidak ingin memcelakakanmu. Sudah banyak korban berjatuhan. Pulanglah nak!!”, seru seorang wanita paruh baya dengan senyumannya yang hampir pupus oleh keriput di ajahnya.


“Tidak!! Tidak!! Itu bukan kutukan!! Kutukan itu hanya omong kosong!!”, bantah Hee Chul yang sesekali memukul kap mobil Volvo silvernya.


“Jikalau anda ingin selamat, saya hanya dapat memperingatkan saja!!”, ujarnya lagi sembari pergi.


Hee Chul terdiam sejenak untuk berfikir, matahari sepertinya akan pulang ke balik gunung. Cahaya semakin remang-remang terlebih memang suasana pedesaan yang di penuhi pohon-pohon sehingga cahaya itu hanya dapat berdesakan menerobos.


“Oke Eun Yoo!! Aku akan kembali besok!! Aku akan menunggu jawabanmu!!”, teriak Hee Chul sembari memasuki mobilnya dan menginjak pedalnya dan pergi.


Tak jauh dari rumah Eun Yoo, Hee Chul akan menuju tikungan yang memang benar-benar tajam dan curam terlebih hanya lampu mobilnya saja yang dapat menerangi jalan gelap itu.


Dan tepat, di tikungan tajam itu berdirilah sesosok yang ia kenal sebagai saingan. Baju yang serba hitam dan bertutupkan topi jaketnya itu, wajahnya tak bergitu tampak.


“YESUNG!!!”, pekik Hee Chul bergidik dan segera membanting setir.

BRAK!!!!


@@@@@@@@

EUN YOO POV

“Oke Eun Yoo!! Aku akan kembali besok!! Aku akan menunggu jawabanmu!!”, teriaknya lagi, aku kira dia sudah pulang dan berputus asa, tapi itu tidak!!

Kueratkan pelukanku dengan lututku yang merasa bergetar ketakutan.

“Pulanglah, aku tak akan menyakitimu!”, lirihku dengan sedikit air mata mulai mengalir.


Ya tuhan, dia pulang sendiri. Yesung pasti sudah mempunyai siasat untuk ini. Tidak, tidak, lupakan itu Eun Yoo, lupakan. Hee Chul tidak akan kenapa-kenapa dia baik-baik saja. Aku terpuruk dengan kutukan yang menimpaku dari dulu. Banyak laki-laki yang mencintaiku, ya karena mereka menganggapku kembang desa. Tapi tak satupundari mereka selamat. Aku tak tahu itu kenapa terjadi.


“Hee Chul!!”, teriakku seperti orang yang sudah menginjakkan kaki di Rumah Sakit Jiwa yang berstadium akhir.


Dengan cepat aku berlari mengikuti jejak mobilnya masih tersisa dengan senter yang kumiliki.


Ya tuhan. Itu mobilnya!! Aku harap ia baik-baik saja. Mobil Volvo silvernya yang terparkir tepat menghadap pohon besar di depannya. Tuhan, aku harap dia baik-baik saja.


Langkahku menuju hutan itu. suara jangkrik dan hewan malam lainnya mulai paduan suara. Tak jauh dari tempatku berdiri terdapat pohon besar yang aneh, cahaya senterku berikan ke pohon itu, dan JDER!!!! mataku seakan tercopot melihat ini, jantung yang seharusnya berdetak kini mendadak berhenti, paru-paruku seperti ada tali yang mengikat kuat sehingga tak dapat bernafas.


“Hee Chul”, lirihku sembari menutup mulutku untuk dapat bertahan agar tak berteriak.


Aku berlutut di depan tubuhnya yang tak bernyawa. Dia diikat di pohon dengan kawat melintang tepat di wajahnya dan tubuhnya yang masih segar oleh darah. Tangis kekesalan kini mulai meluncur. Menangis. Itu yang hanya dapat kulakukan. Tiba-tiba dari balik salah satu pohon keluarlah sosok yang lama aku ingin menemuinya, untuk membalaskan semua kekesalanku, untuk membunuhnya, memutilasinya, seperti apa yang ia lakukan pada orang-orang yang menyukaiku dulu.


Dia keluar dari salah satu pohon itu dan membawa sebuah boneka teddy bear yang sudah tak asing bagiku dan tersenyum seperti saat aku tolong dulu.

FLASHBACK : ONN

“Hahahhaa. dasar… bisu!!! hahahha… sana bermainlah dengan teman-teman yang senasib denganmu! Dasar bisu!!”, ejek segerombolan anak laki-laki itu kepada seorang anak laki-laki yang di depannya tanpa melawan sedikitpun.


“Hey!! Kau itu perempuan atau tidak?? Lihatlah ia hanya dapat seperti itu, tidak memukul sedikitpun!! Lebih baik, kita hajar bersama-sama!!”, ujar salah satu dari mereka.

“Ayo!!”, sahut yang lain setuju.

BUGH!! BUGH!! BUGH!!

Pukulan keras itu sampai terdengar di telingaku. Aku yang sebagai anak kecil yang masih ingusan, ya walaupun gak panjang-panjang amat hanya dapat melihat kejadian itu dengan memeluk erat boneka teddy bearku dari sebrang sana.


Tak lama, setelah anak laki-laki yang sudah lemas akibat pukulan dan tendangan itu hanya dapat terkulai lemas dengan darah dimana-mana.


“Dasar!! Anak perempuan!!”, ejek salah satu dari mereka. Satu tendangann lagi mendarat di perutnya, mereka mengakhirinya meninggalkan dia sendiri. Perlahan hati ibaku menggerakkan kakiku mendekat kearahnya.


“Mau bermain bersamaku??”, tanyaku yang masih saja dengan ingus yang tak pernah berhenti walau sudah minum banyak obat.


Dia mendangak sedikit untuk meilihat wajah, dan cepat aku tersenyum. Wajahnya yang sudah babak belur itu mencoba tersenyum karena ini adalah pertama kalinya ia mendapatkan teman dan pertama kalinya ia mendapatken senyuman.

FLASGBACK: OFF


Senyum yang paling aku benci selama hidupku. Senyum hanya untuk dirinya sendiri. SENYUM SETAN!! Kenapa dia selalu mengikuti diriku?? Merusak hidupku?? Semua tentang diriku??

Tangannya yang masih menjulur memberikan boneka yang ingin aku musnahkan dan berharap tak pernah dapat, tak pernah ada, dan harus dimusnahkan sekarang juga.


Dengan langkah cepat, aku langsung berlari darinya tapi bodohnya diriku. Aku bukanya berlari menjauh dan menuju jalan tapi makin masuk kehutan yang sama sekali aku tak mengenal daerah hutan ini.


“KYA!!!”, jeritku saat ia sudah ada di depanku dan membawa pisau tajam.

YESUNG POV

Walaupun aku tak dapat berbicara. Bahkan suara seperti siulan saja tak dapat ku keluarkan, aku tetap tak ingin kehilanganmu selamanya. Eun Yoo, kau satu-satunya orang yang kucinta. Tenang, tak ada satu orangpun yang dapat memisahkan kita lagi. Aku sudah memastikannya, kita seperti teddymu. Yang disatukan dengan jarum dan benang. begitupun denganku.

Tubuhku dengan tubuhnya kini sudah kusatukan dengan jarum dan benang, benar-baner tanpa celah sedikitpun. Boneka teddy bear yang ia miliki sejak kecil kini mengelilingiku dan tubuhnya yang tak terbalut kain sedikitpun. Nafasnya yang sudah tak berhambus, jantungnya yang sudah tak seperti benderang, matanya yang sayu kini sudah milikku selamanya. Tak ada lagi yang dapat memisahkan kita. SELAMANYA!!!!

The End

Nie ff diangkat dari komik horor kesukaanku. Jadi kalau jelek, mianhe ajjah dech.. oke,.. komentnya aku tunggu. buwad intropeksi. ya walupun aku masih belum mengerti apa itu intropeksi pokonya intinya adalah memperbaikilah. Gomawo~

Selasa, 18 Januari 2011

My Lovely Fairy



Cuma di publish lage...

Cast: Leeteuk

Ku tapakkan kakiku di batang pohon yang cukup rindang itu. Suara tangis yang sangat merdu di bawah sana, membuatku seakan melayang.
Seorang namja sedang menangis dibawah sana. Entah apa yang ia tangisi, tapi tangisannya aku dapat merasakan kepadihannya. Aku ingin menenangkan dirinya yang sedang kalut dalam dukanya, tapi apa daya. Andai saja aku dapat dilihat oleh manusia, pasti saat itu juga aku akan membuatnya tersenyum.

“Wae dangsin i pil yo nugunji nal tteonanayo?” (mengapa kau meinggalkan aku yang sedang membutuhkannya?) tanya namja itu seakan suara itu bergeming di telingaku.
Aku ingin menjawab, tapi… Apakah suaraku dapat didengarnya? Andai saja…

“WAE????”, kali ini dia berteriak untung menghilangkan kekesalannya itu.
Apa yang aku dapat lakukan? dengan tubuh yang selalu bercahaya, bersayap, hanya orang tertentu yang dapat melihatku. Perlahan kuteteskan air mataku, dan seketika awan gelap datang mengepung daerah sekitarku. Sesuatu yang beningpun jatuh dengan sendirinya mengguyur tempat yang dilaluinya tanpa izin terlebih dahulu pada seorang yang sangat aku puja. Seiring dengan jatuhnya air mataku, air matanya, dan jatuhnya hujan, suasana disini begitu menyatu dengan perasaannya yang sedang gundah itu.

Entah apa yang dia rasakan, namja itupun berdiri meninggalkan tempatnya dan berjalan entah kemana. Aku ingin menahannya dan merangkulnya tapi apa daya…. Air mataku makin deras seiring suara hujan beserta partnernya yang selalu membuat suasana hujan makin menggelegar.

Keesokannya~ ~

Namja itu datang kembali dengan langkah gotai dan tampang yang sangat memperlihatkan ke lelahannya. Disandarkan tubuhnya di bawah pohon yang sering ia kunjungi, aku yang selalu memandanginya hanya dapat tertunduk untuk melihat namja itu dari atas.

15 menit…

30 menit…

1 jam..

Kutunggu dia selama itu, tapi dia tak juga memperlihatkan kalau dia masih sadar, kukembangkan sayapku untuk dapat terbang ke bawah agar dapat melihat wajah yang tak pernah kulihat sebelumnya.

Sayap dengan bulu yang kurawat setiap hari agar berkalap- kelip kala aku mengembangkannya dan corak indah yang aku miliki dari keturunan ibuku, membuatku terlihat berkarisma dan anggun. Perlahan, kakiku sudah dapat merasakan padatnya tanah yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.

“EOIKU!!! Namjadeul eun jalsaeng gin iss eossda!!!” ( Astaga!!! Betapa tampannya laki- laki itu) ujarku terpekik karena melihat namja itu tampan sekali, tapi, cepat- cepat kukatupkan mulutku dengan kepalan tanganku agar dia tidak terbangan. TUNGGU!!! dia tidak akan mendengarkan kata- kataku. Aku terkikik sendiri dengan kebodohanku ini. Kuperdekat diriku dengan namja itu agar aku dapat membaca wajahnya kerena itu adalah kelebihanku sebagai peri.

“MWO??? Naneun geuui eolgul eul ilg eul su eobs seubnida!!” (APA??? Aku tak dapat membaca wajahnya!!), pekikku sekali lagi, dan tiba- tiba mata namja itu bergerak dan memperlihatkan bola matanya yang begitu damai.

“KYA…”, teriakku untuk ke sekian kalinya. “Waei salam eun nae jonjaeleul neukkil su issseubnikka?” (Kenapa laki- laki ini dapat merasakan kehadiranku), tanyaku dalam hati.

Seirama dengan teriakanku tadi, dia langsung membelalakkan matanya dan menyapu matanya dengan tangan putihnya agar pandangannya terlihat jelas. Dia membulatkan matanya!

Dengan mata yang bulat dan mulutnya yang sudah terbentuk ‘O’, dia hanya dapat mematung saat melihatku. Aku yang dari dilihatna seperti itu langsung angkat bicara.

“Mian balo galkke, dangsin eul gwichanhgehaeseo ... Mianhamida.” (Maaf sudah mengganggumu, aku akan segera pergi dari sini … Maafkan aku.), kataku dengan nada yang masih dapat akau control agar tidak terlihat sangat gugup karena baru kali ini aku lihat makhluk yang sesempurna dia.
Kubuka sayapku dan kukepak dengan perlahan, tapi dengan cepat tangannya meraih tanganku yang tak jauh dari jangkauannya.

“Ssi ... dangsin eun nuguyo?” (Si…Siapa anda?), tanyanya yang sangat gugup dengan kehadiranku.

“Ani, Nan dasi hanbeon joesonghabnida ..” (Tidak, Maafkan aku sekali lagi..), jawabku yang hampir saja terlihat gugup, walaupun tidak terlalu menonjol.

“Dangsin eun joh eun salam ingayo?” (Apakah kau orang yang baik?), tanyanya penuh harap.

“Nan nappeun salamcheoleom boindamyeon?” (apakah aku terlihat seperti orang jahat?), tanyaku meyakinkan.

“Haha ..... Igeos eun nongdam ibnida, eoseo. Dangsin i naleul dongban?” (Haha…. Ayolah, ini hanya bercanda. Maukah kau menemaniku?), tanyanya dengan matanya yang butuh perhatian penuh.
Bagaimana ini? aku tak dapat menolaknya. Tapi… ayolah… ini adalah kesempatan emas. Jangan pernah kau sia- siakan.

“Eum… Baiklah. Tapi hanya sebentar, karena aku masih ada urusan”, jawabku dengan gaya sedikit mahal agar aku tak direndahkan karena aku sangat berbeda dengannya.

“Jeongmal gamsahamida”, jawabnya dengan memasang senyum manisnya yang indah. Oh tuhan.. betapa indahnya senyumnya. Andai saja aku dapat memilikinya, aku akan menjaganya sebaik mungkin dengan kekuatan cintaku.

“Hey.. Mengapa kau dapat melihatku?”,tanyaku untuk pembuka dan rasa penasaranku.

“Wae? Kaukan manusia, sama sepertiku. Lagi pula, mengapa kau memakai baju yang bersayap seperti itu?”, tanyanya layaknya berbicara dengan anak kecil. Sambil melihat diriku dari ujung rambut hingga kaki dengan seksama.

“Hey.. Kau merendahkan aku ya? Aku ini seorang Yojeong!! (peri)”, jawabku dengan nada tinggi dan mata yang membulat.
Dia menatap mataku yang begitu berbeda dengan mata manusia. Mataku, tepatnya di pupil mataku terdapat 3 buah cahaya kecil dan dapat bergerak dengan sendirinya. Sehingga, pupil mataku selalu memperlihatkan gerakannya.

“Mwo? Yojeong? Ayolah, jaman sekarang, peri hanya efektif belaka”, jawabnya yang merasa tak penuh dengan cabikan yang amat teramat sakit bagiku dan kaumku juga.

Amarahku tak dapat kukendalikan. Wajahku berubah drastic menjadi merah penuh amarah, tangan kukepalkan penuh dendam. Sayang, aku belum lulus ujian peri. Jadi, aku belum boleh memakai kekuatanku diluar pengawasan.

“Mwolago hasyeossjyo? (Apa yang kau katakan?) Dapatkah kau berpikir sejenak saja sebelum berbicara? Maaf, aku harus pergi. Terima kasih sebelumnya atas perkataanmu tadi dan terima kasih juga atas sayatan di hatiku ini.”, kubuka kembali sayapku dan langsung pergi meninggalkannya tanpa harus melihatnya sekali lagi. Ku terbang ke ujung pohon dimana disitulah tempat setiap hari aku melihatnya.

“Hey… Eodi laeyo?” (Hey.. Mau kemana anda?), teriknya dari bawah sana. Tapi aku tak hiraukan dia, yang aku rasakan adalah sakit dari perkatannya tadi.

Kududuk di tempat biasa aku melihatnya dari atas dan tanpa sadar air mataku mengalir
lembut di pipi dan seperti biasa, alam selalu sehati denganku. Awan hitam datang menyelimuti dan juga suara teriakan petir yang melambangkan betapa tersayatnya diriku ikut mendampingi awan hitan itu. Hujan turun denganlebatnya, tapi namja itu masih belum beranjak dari tempatnya yang masih saja berdiri sambil melihat keatas dimana aku pergi untuk ketempatku sekarang.

“Maaf atas perkataanku tadi, aku harap kita dapat berjumpa lagi”, teriaknya dir bawah sana yang berpadu dengan suara petir yang sedang bersahutan. Dia melangkahkan kakinya di bawah guyuran hujan dengan langkah gontai seperti biasa dan meninggalkan aku dan pohon ini.

“Apa yang dia pikirkan? Mengapa dia tidak merasa bersalah? Dan tadi.. saat mengatakan maaf, kenapa hanya dapat mengatakan saja? Tidak melalu tindakan? Apakah itu cara manusia meminta maaf? Benar- benar kekanak- kanakan”, gumamku tak karuan sesuai dengan hatiku saat ini.

Aneh, mengapa aku harus sepeti ini? Padahal hanya seperti ini saja. Bukannya aku harus dapat positifnya juga dong, aku barusan bertemu dengan seseorang yang sempurna di antara yang lain. Ha… BABO!!! aku lupa menanyakan namanya, hufft… benar apa kata guruku, jangan terbawa emosi dahulu. Aish.. Babo! Babo! Babo!.


~ ~ ~


Sudah beberapa hari ini dia tak menampakkan batang hidungnya sekalipun. Aku merasa ada yang kurang dengan hari- hari yang kulalui beberapa hari ini. Begitu sepi dan serba salah. Kegiatan sehari- hariku selain sekolah adalah memperhatikan namja itu. Tapi, lama dia tak kunjung datang dari incident waktu itu.

“Sudah berapa lama aku disini sendirian? bisa- bisa mungkin aku akan tumbuh jamur disini hanya menunggu orang itu datang!!”, gumamku kesal. Akupun beranjak dari tempat itu. Kubuka sayapku dan tiba- tiba…

“Hey… Geogi yeoja, neo geogiiss eo?” (Hey.. Kau, apakah kau disana?), teriaknya dari bawah sana yang langsung mengurungkan niatku untuk terbang. Kuperhatikan dibawah sana, Sambil sembunya di antara daun- daun yang tak lebat, aku mengintip gerak- geriknya yang kebingungan.

“Dapatkah kau turun dari sana? Turunlah, apa kau sanggup dirumah pohonmu terus?” teriaknya lagi yang tak kalah kerasnya seperti sebelumnya.
Aku tak menampakkan diriku. Sebentar…. Tadi dia mengatakan RUMAH POHON??? Apa tidak salah? Pohon ini rumahku, tempat tinggalku dan kaumku.

“Hey… Apakah kau tak mendengar perkatanku tadi?”, teriaknya yang kali lebih keras.

Entah apa saja yang dia teriakkan dari tadi hingga sepertinya sudah tak kuat untuk berbicara lagi.
Disandarkannya badannya yang sepertinya sudah lelah tapi terlihat seberkas semangat di senyumnya.

“Aku lupa. Gara- gara kau cepat sekali terpancing emosi, aku sampai lupa memperkenalkan diriku. Hey, namaku Park Jung So. Seseorang yang tak mengerti apa arti cinta sebenarnya. Itulah bioku. Bagaimana denganmu? Aku ingin sekali bertemu denganmu, apakah kau ada di atas sana?”, gumamnya lagi.
Sebenarnya aku ingin sekali menjawab pertanyaan emas dari bibirnya itu. Tapi aku tak bisa, entah mengapa itu terjadi. Kududuk lagi di tempat biasa dan melihat kebawah, saat aku melihat kebawah, mata kami sempat bertemu karena dia juga melihat ke atas.

Tapi sayang, dia tak meyadarinya sehingga aku harus menunggunya untuk menemukanku.
Sambil memainkan kerikil yang ada di sekelilingnya, dia menyusun kerikil itu hingga berbentuk huruf Hangeul yang bertuliskan Park Jung So. Nama yang sangat indah dalam hidupku dan bagiku, tak akan ada yang dapat mengalahkannya.

Lama dia berbicara sendiri, dari saat dia kecil, kebiasaan buruknya, nilai- nilai sekolahnya yang selalu naik turun, aku tersenyum sendiri mendengar ceritanya yang terkadang aku terkekeh mendengarnya. Hingga saat dia bercerita tentang cintanya yang tak pernah ia dapatkan, aku merasa berbeda. Serasa, aku adalah yang pantas untuknya. Tapi yang sangat menyakitkan adalah saat dimana dia menceritakan tentang ciuman pertamanya yang terjadi di box telepon.


DEG!!!!


Entah pisau apa yang menyayatku hingga terasa pedih di hari, panas di telinga, dan tercabik di batin. Dia menceritakan itu dengan semangat yang penuh dan senyumnya khas. Aku tak sanggup lagi mendengarnya, aku berdiri dari tempat tadi yang kududuki, tak sengaja aku mendengar kata- kata yang membuatku tak jadi kembali lagi untuk kedua kalinya…

“Tapi, saat aku melihat wajahmu yang damai. Aku ingin melihatmu terus menerus.” ujarnya dengan senyum malu- malu di bibirnya.

Mukaku memerah karena tersanjung dengan kata- kata tadi. Aku tak sanggup lagi meninggalkannya sendiri disitu sendirian tanpa ada yang mengajaknya berbicara.

Kuturun dari cabang pohon itu dan mendarat dibalik pohon tepat dia menyandarkan tubuhnya.

Kuamati terus wajahnya, entah sudah berapa lama hingga dia sekarang sedang tertidur dengan pulasnya. Kuhampiri insan yang sedang tertidur pulas dengan mengarungi samudra mimpinya yang ia sedang impikan. Wajahnya kini dapat aku baca bahwa, dia sedang jatuh hati dengan seseorang yang entah siapa aku tak tahu dan juga dia sedang terluka tepatnya yang tak dapat disembuhkan dengan obat apapun. Dia PATAH HATI.

Tanganku menelusuri wajahnya. Berawal dari kening, hidung, pipi, hingga bibirnya. Sepertinya dia kekurangan vitamin, lihatlah, bibirnya kering dan pecah- pecah. Kukepalkan tanganku dan mengaluarkan cahaya dan merubah cahaya itu menjadi buah jeruk yang banyak mengandung vitamin C. Sudah lama aku memperhatikan wajahnya yang damai itu. Perlahan Sandarannya pada pohon itu mula menurun, tapi dengan cepat aku menghampirinya dan meletakkan kepalanya di pangkuanku. “ Hye Gye imnida, Insa…^^” (Namaku Hye Gye, salam kenal..^^), bisikku tepat ditelinganya.


~ ~


“Dia tidak datang lagihhuuft..”, gumamku sambil menghela nafas panjang. Dengan berpangku dagu, aku membayangkan wajahnya yang selalu terbayang di wajahku. Aku tertawa kecil melihat kepolosannya itu.

“Apa yang kau inginkan? Mengapa kau mengikutiku terus!!”. Terdengar suara Jung So dengan nada yang agak tinggi dan dapat juga dapat di katakan dia sedang emosi. Ku tengok dibawah tapi tak ada apa- apa karena tertutup oleh dedaunan yang meghalangiku. Sayap yang berkilauan milikku mulai berkembang, gaun biru yang aku pakai saat ini mulai menyatu dengan cahaya yang aku hasilkan ketika aku terbang.

Kakiku sudah berpijak ditanah. Dari balik pohon, kulihat Jung So sedang berbicara denagn seorang Yeoja yang sama sekali tak kukenal. Dia berpostur tinggi, ramping, berrambut panjang, berbola mata yang bulat besar, berbibir kecil, hidung yang tak begitu mancung, dan berwajah manis.

“ Saranghae Jung So!” teriaknya disela- sela tangisnya..

“Maaf, tapi aku tak mencintaimu lagi setelah kejadian itu!!”
Panas dan sakitlah yang aku rasakan saat itu, mendangar kata- kata yonja tadi..


SREB!!!



“ANDWE…….”, pekik yeoja itu dengan histeris, aku tak dapat melihat dengan jelas keadian apa yang barusan terjadi. Tapi aku melihat sesuatu yang tak dapat aku tahan untuk menampakkan diriku dihadapan mereka semua.

“Jung So…” teriakku dari balik pohon tempatku bersembunya dari tadi.

Yonja tadi langsung melihat kearahku berteriak. Kulihat tubuh Jung So sudah berlumuran darah, tak jauh dari tergeletaknya tubuh Jung So, berdirilah seorang namja yang membawa sebilah pisau yang sudah berlumuran darah.

“Apa yang kau lakukan terhadap Jung So??” tanyaku yang langsung terpancing emosi karena shock mendapatkan incident seperti ini. Mataku yang melambangkan amarahku kini mulai berubah menjadi biru tua yang hampir bisa di bilang hitam.

“Ani, ani, aku tak melakukan apapun terhadapnya!!”, jawab namja itu salting.
Melihat aku berubah menjadi marah ini, yeoja itu hanya dapat teriak ketakutan,

“KYA…….”

“Wae? Kenapa kau berteriak, huh??”, tanyaku pada yeoja itu penuh amarah yang meluap- luap.

“An..Andwe… Hye…Gye….An..Andwe….”, suara Jung So bergetar di telingaku yang sedang dalam keadaan emosi ini.

“Jung So….”

Jung So yang berusaha bangkit dengan susah payah agar dapat meraih tanganku. Kudekati dia, mata sayunya yang melambangkan dia tak kuat lagi membuatku makin bergetar untuk mendekatinya. Jung So meraih tanganku dangan tangannya yang penuh dengan darahnya yang masih segar, mataku panas untuk melihat ini, dan sekatika air mataku keluar untuk yang kesekian kalinya pada Jung So.

“Jangan apa- apakan mereka, terutama laki- laki itu, Dong Hae. Dia adalah adikku yang aku sayang, a..a..ak..ku rela meninggalkan pacarku untuknya agar dia bahagia. Aku pernah ber..gu..mam tentang pacar ku, cintaku, ciuman pertamaku di box telepon. Dengan perempuan itulah aku berciuman…Hargai dia sedikit saja, tapi ingatlah.... Aku tetap mencintaimu walau aku baru percaya kalau kau adalah peri. Yah, peri hatiku. Hye… Gye…. adalah peri hatiku…”, katanya bergetar yang sudah tak kuat untuk menahan sakit yang dia rasakan. Darah segar mengguyur keluar dari tubuhnya. Air mataku jatuh tepat di matanya dan saat itulah matanya tertutup untuk selamanya. Air hujanpun baru mengguyur tubuhnya yang sudah basah oleh darahnya sendiri. Kuhentakkan badannya agar dia membuka kembali matanya. Tapi dia hanya terdiam dengan wajah yang sudah mulai memucat dan senyum yang dia tinggalkan selamanya untukku.

“Mianhe Jung So~ahh…” kata yeoja itu ikut terisak sambil memegang tubuh Jung So yang sudah tak bernyawa lagi. Yeoja itu memelukkan untuk menenangkan hatiku dan hatinya yang sudah tergores luka ini.

“Nado mianhe…” sahut Dong Hae yang sudah ada di sampingku dan juga ikut memelukku.

“ANDWE… JUNG SO…. NAL TTEONA JIMA..!!” (TIDAK… JUNG SO…. JANGAN TINGGALKAN AKU…), jeritku sambil memeluk erat tubuh Jung So.


~ ~ ~ ~ ~


“Jung So.. Aku lulus..^^!!”,teriakku sambil menghampirinya.

“ Jinca? Mwo? Chukkae”, balasnya sembari memelukku.
Aku lulus ujian ke-perian. Kelulusanku sangatlah bisa dibilang cemerlang, karena aku lulus di usia yang masih bisa di bilang cukup dini.

“Apa sebaiknya kita memberitahu tentang ini pada mereka?”, tanyaku semangat.

“Oke…^^”

Kukepakkan sayapku dan sayapnya yang sangat indah. Sayap yang mengkilat dan bercorak classic ini membuat terbang kali ini lebih undah dan sayapnya yang berwarna biru sapphirenya yang membuat suasana terbang ini sangat nyaman.

Kupijakan kakiku di dahan tempat biasa aku melihat Jung So dari bawah, begitu pula Jung So yang mendarat juga si sebelahku. Dengan serempak aku melihat kebawah dan dilihatnya dua insane sedang menunggu di bawah pohon dengan wajah riang.

“Aku lulus!!^^”, teriakku dari atas sana bersama seorang yang paling aku cintai di dalam hidupku.

“Chukkae!!!^^”,jawab mereka serempak.

Kini Dong Hae bersama yeoja yang saat itu dia inginkan dari Jung So, diantara mereka terjalin hubungan suci yang tak hanya dapat di ucapka oleh lidah yang tak bertualang.
Kusandarkan kepalaku di bahunya untuk merasakan indahnya dunia ini.

“Terima kasih telah memberikan aku kesempatan kedua untuk mengerti apa artinya cinta!!^^” , ujarnya lembut sambil memelukku.

“Sama- sama. Dengan itu pula aku dapat lulus ujian ini dengan baik karena telah menghidupkanmu lagi... terima kasih juga..”, balasku dengan penuh cinta karena tak bisa kupungkiri lagi, kalau aku benar- benar mencintainya.
Dengan sun set yang melambangkan cintaku bersamanya, ku habiskan waktu tu bersamanya sambil menikmati sun set yang indah itu.

THE END

Don't Leave Me Alone


Cast: Cho Kyuhyun, Leeteuk, Hye Na, Hyun Ah~
“Hyun Ah~!! Ppali! Kita nanti telat looh~!” teriakku dari depan rumahnya untuk kesekian kalinya. Dia yang paling lama diantara aku, Kyuhyun, dan Leeteuk. Yah, yang paling lama adalah Choi Hyun Ah~. Bukan, bukan, bukan karena dandannya yang bikin lama. Memang sih, sebenarnya dia sudah cantik tanpa di poles make up sedikitpun, tapi karena..BUKU-BUKUNYA YANG SEPERPUSTAKAAN!!!! Yang gak habis pikir buatku, kenapa semua buku yang ia punya selalu dibawa terus?? Benar-benar kurang kerjaan.
“Ya-ya sebentar. Hufft.. gitu aja koq ngambek sich??” ujarnya manja.
Huh, akhirnya keluar juga nih makhluk, semuanya lega tapi tidak untuk Leeteuk. Dia tidak hanya lega, tapi juga bercampur senang karena couplenya yang akhirnya keluar juga dari kandangnya (loe kira hewan peliharaan?? Pake kandang segala?).
Seperti biasa, semua kebagian tugas, yaitu membawakan sebagian bukunya.
Setiap hari selalu membawa buku segudang, padahal belum tentu dibacanya. Untung saja kami sudah bersahabat sejak TK dan yang paling akrab dan sekarang jadian yah.. kalian tahu sendirikan, Hyun Ah~ dan Leeteuk sudah jadian, sedangkan aku dan Kyuhyun?? Hiks.. Hiks… Harus mimpi dulu. Aish.. apa karena aku yang terlalu kaku dengan laki-laki dan Kyuhyun yang terlalu pendiam dan sedikit tak terlalu memperhatikan yeoja?? Hufft….

**PLAKK! PLAKK! JDER! JDER! GUBRAK!**

Bel berbunyi menandakan usai pelajaran sudah berbunyi sejak tadi, tapi Hyun Ah~ dan Leeteuk tak kunjung beranjak dari perpustakaan itu. Dasar! Kutu buku banget tuh orang. Nanti pasti pulang-pulangnya membawa buku sekeranjang, aish.. memangnya bodyguardnya mereka apa, Huh??
“Hyun Ah~, Leeteuk, aku pulang dulu akh.. Howah.. capek nih.. tadi aku dapet ujian mendadak lagi.. yah..”, alasanku dengan senyum lebar di wajahku.
“Ayolah! Tinggal beberapa buku lagi nih! Tunggu bentar yah! Kyuhyun-a, kau maukan menungguku sebentar lagi??”, jawabnya yang langsung berpaling dariku.
“Ya, terserahlah.”,jawab Kyuhyun jutek. Hahaha, di jawab jutek sama Kyuhyun. Yay!! Tapi aku juga agak cemburu sih.
“Hush.. sudah-sudah cepat bereskan buku-bukumu itu.”, gumamku kesal.
Hyun Ah~ pun langsung membereskan buku-bukunya, begitu pula dengan Leeteuk, dan kamipun pulang berempat seperti berangkat tadi. Tapi, yang awal pulang adalah Hyun Ah~, lalu disusul dengan Leeteuk, dan sekarang tinggal aku dan Kyuhyun yang agak berjauhan dengan mereka berdua. Rumah Kyu hanya berseling tembok pemisah rumah, haha.. rumah kami bersebelahan.
Kyu masih berdiri di depan rumahku, karena dia selalu pergi dari depan rumahku sebelum kumasuk kerumah dengan aman, whoah,pengertian banget. >,<.
“Ehm.. Kyu.. ehm.. bisakah kau setelah makan malam ke rumahku??”, pintaku sedikit tertunduk untuk menutupi mukaku yang telah menjadi kepiting rebus baru matang. (Ehm.. sedapnya).
Dia hanya mengangguk pelan, “Jinja?? Oke.. jangan lupa bawa gitarmu juga ya!”, aku mengakhiri kata-kataku dengan kecupan singkat dipipinya. Sepertinya mukanya memerah dengan kecupanku tadi. Cepat-cepat kuberlari memasuki pekarangan rumah tanpa melihat pada dirinya lagi.

**PLAKK! PLAKK! JDER! JDER! GUBRAK!**

Malamnya, Kyuhyun menepati janji. Dia datang tepat setelah kuselesai makan malam dan juga dia tidak lupa untuk membawa gitarnya hadiah pemberianku saat ulang tahunnya kemarin.
Kini aku dan dia terduduk di bawah rumah pohon buatan kami saat SD dulu. Lagu kesukaanku mulai dimainkannya. Alunan gitar Endless Love pun sudah mengalun merdu, aku terbuai dibuatnya. Kusandarkan kepalaku di bahunya karena alunan merdu itu, rasa kantuk sudah mulai melambai-lambai di diriku, tapi sebelum lagu mencapai titik akhir, dia menghentikannya.
“Aku ingin mengatakan sesuatu”, bisiknya pelan.
Posisi duduk yang tadi bersandar kini sudah agak merenggang.
“Mungkin aku bukan orang yang terlalu romantic atau apalah yang membuatmu tersanjung ataupun terharu. Tapi aku ingin langsung ke inti kalau kau.. ehm.. maukah.. kau ehm.. menjadi..”, belum habis kata-katanya kini bibirnya sudah terkunci oleh bibirku.
“Aku mau”, jawabku pelan dan menatap matanya. Disingkirkannya perlahan gitar itu dari pangkuannya dan membalas bibirku dengan bibir lembutnya.

**PLAKK! PLAKK! JDER! JDER! GUBRAK!**

Yay, hari dimana hari yang paling di tunggu-tunggu anak sekolahpun datang juga. Aku membolos untuk hari ini karena sudah ditakdirkan untuk libur hari ini. Kang In oppa mengajakku untuk berjalan-jalan karena setiap hari disibukkan oleh kuliah dan pekerjaannya, kali ini dia akan melegakan dirinya berjalan-jalan denganku. Kusanggupi permintaannya karena memang sedang kurang kerjaan diriku sekarang ini.
Memang ini sangat menyenangkan, benar-benar menyenangkan tapi sayang itu tak bertahan lama. Mobil yang kukendarai tergelincir dan terguling saat melewati jalan yang berbatu yang masih tak jauh dari rumah.

Gelap..

Remang-remang..

“Hah?? Dimana ini??”, tanyaku yang agak serak karena tenggorokanku yang terasa kering.
“Ah~ akhirnya kau sadar juga Hye-Na”, sahut Kang In oppa yang terdengar sedikit senang.
“Mwo?? Ini dimana??”,
“Kau masih dirumah sakit, istirahatlah dulu.”,
“Dan oppa?? Bagaimana denganmu??”,
“Oh~ tenanglah, ini tidak apa hanya lecet sedikit.”, ujarnya sambil tersenyum seperti di paksakan. Terlihat sekali kalau berbohong, buktinya di kepalanya terbalut kain putih yang sedikit timbul bercak merah.
“Kenapa oppa tidak dirawat sepertiku??”
Kang In oppa tidak menjawabku, dia hanya menundukkan kepalanya yang seperti merasa bersalah. Aku mencoba untuk duduk..
“Hye-Na!! Gwenchanayo??”, jerit Hyun Ah~ histeris.
“Akh… Sakit…”, jeritku yang tak kalah lebih keras dari pada Hyun Ah~ sambil memegang telingaku yang terasa sakit. Entah mengapa decitan pintu yang di timbulkan saat Hyun Ah~ membukanya seraya menusuk tajam di telingaku.
“Hye-Na!!!! Hah?? Gwenchanayo?? Hah?? Te.. telinga.. telingamu..”, sahut Hyun Ah~ shock.
“Hye-Na???”, sahut Kang In oppa.
Hah?? Ada apa dengan telingaku??? Akh.. berdarah, banyak sekali. Sakit itu muncul kembali, aku menjerit sekeras-kerasnya untuk mengurangi sakit ini. Kang In oppa yang shock melihat ini langsung menekan bel dan tak lama aku dapat melihat dokter masuk keruanganku dan seiring pandanganku kabur.

Gelap..

**PLAKK! PLAKK! JDER! JDER! GUBRAK!**

Angin sejuk perlahan seperti menggelitik wajahku, kucoba untuk membuka kelopak mata yang begitu berat. Aish.. ayo! Terasa berton-ton rasanya yang menahan kelopak mataku. Berhasil! Terlihat buram saat kubuka, tapi ini sangat berbeda seperti tadi. Bau obat yang aneh, kini tak memenuhi rongga hidungku lagi, kasur yang begitu keras dan menyakitkan kini sudah menjadi empuk dan lembut. Kukerjab-kerjabkan mataku agar pandanganku lebih jelas.
“Sudah bangun?”, tanya Kyuhyun yang sudah ada di sebelahku.
Kepala yang masih sangat berat kini hanya dapat kumiringkan sedikit untuk melihatnya.
“De.”, jawabku yang sepertinya tak kuat untuk mengucapkan kata-kata lagi.
“Kau masih sangat lemah. Lebih baik kau makan dan minum obatmu lagi.”, ujarnya yang begitu lembut di telinga yang terasa berat ini.
Tak dapat kuucapkan lagi, aku hanya dapat mengangguk pelan. Dengan lembut ia membantuku untuk terduduk agar lebih luasa untuk meminum obat. Tenggorokan yang terasa tandus ini akhirnya basah dengan air segar yang mengalir perlahan. Tenaga yang terasa lama kurindukan kini sudah kembali kurasakan.
“Dimana aku??:”, tertanyaan pertamaku untuk saat ini. Kyuhyun hanya dapat menatapku lembut dengan mengusap pelan tangannya di rambut halusku.
“Kau ada di rumahku sekarang. Ini adalah rumah peninggalan nenekku tapi tidak ada yang menempati, jadi aku memutuskan untuk membawamu kesini. Daerah yang masih asri, suara yang tak terlalu bising dari pada di rumahmu itu dapat mempercepat kesembuhanmu.”, jelas Kyuhyun lembut untuk kesekian kalinya.
Memang benar, udara, suara desiran angin, gemericik air mengalir yang tak kalah lembutnya dengan suara Kyuhyun sudah menyatu dengan suasana yang ditimbulkan oleh lingkungan ini.
“Kau suka??”, tanyanya lagi
Aku hanya dapat mengangguk dan tersenyum sebisa mungkin.
“Baiklah, aku akan keluar sebentar. Istirahatlah, aku hanya meracik obatmu sebentar. Mungkin obat tradisional dapat makin membuatmu nyaman disini.”, ujarnya yang langsung beranjak dari tempatnya.
Aku hanya dapat mengangguk lesu lagi.
Howah… benar-benar nyaman disini. Benar juga sih, setiap hari kalau di rumah aku hanya dapat mendengar suara bising kendaraan, polusi yang tak dapat kuhindari lagi. Tapi disini aku suka banget. SUMPAH!!! Kalau aku disini terus, bisa-bisa awet muda, hahahaha. Maruk deh! ^^
Sudah lama aku menutup mataku untuk beristirahat tapi bukannya lega yang kudapat malah pegal di sekujur tubuh yang kurasa. Pikiranku menggerakkanku untuk melihat seperti apa pemandangan di luar, akupun turun perlahan dari kasur. Lantai yang bercorak seperti dedaunan kering itu terasa dingin di telapak kaki. Kini kakiku sudah membawaku menuju pintu yang tanpa daun pintu yang sudah tergantikan oleh kain bergambar pemandangan musim gugur nan indah.
“Hey, kau tidak boleh terlalu banyak beraktifitas!” ujar Kang In oppa yang tiba-tiba sudah memberiku sebuah ocehan paginya.
Wajah manyun tak luput kupasang yang terkadang ampuh untuk melumpuhkan omelan mautnya itu. “Akh. tidak mempan, cepat kau kembali lagi kekamar!”, ujarnya lagi sambil melambaikan tangannya yang menandakan untuk kembali.
“De, oppa! Tapi….aku lapar!”, sahutku dengan muka memelas dan memegang perutku yang benar-benar lapar.
“Aish… kau ini ada-ada saja. Ayo kemari!”,
Cengiran kudaku pun langsung kupasang saat mendekati meja makan yang tepat menghadap ke arah dapur. Tatanan yang indah sudah menyatu dengan rasa lapar yang dirasakan oleh orang-orang yang makan disini.
“Kenapa oppa ada di sini juga??”, tanyaku sambil menatap Kang In oppa yang sedang membuat sesuatu untuk kumakan.
Mendengar itu, dia hanya dapat membulatkan mata dan tersenyum konyol.
“Kau ini polos, babo, atau aneh??”
“Semuanya mungkin ada di aku.”, ceplosku sambil mengerling nakal.
“Aish… kalau aku tidak disini, pasti saat aku akan mengunjungimu nanti sudah ada satu makhluk kecil disini.”, canda Kang In sambil cengengesan.
“Maksud oppa??”, tanyaku yang masih belum paham apa yang ia maksud.
Kang In oppa langsung meletakkan sendok sup itu dan memajukan perutnya dengan tangan membentuk sepeti bola.
“MWO???? OPPA!!!”, teriaku geregetan yang ingin sekali membunuhnya sekarang.
“Ya, ya, ya. Peace! ^^V”, sahutnya yang memasang senyuman nakal.
Huh, dia itu memang mau kubunuh rupanya. Pandanganku menelusuri ruangan yang nyaman dengan angin sesekali semilir melewati jandela yang cukup besar yang memang terletak tak jauh dari tempatku sekarang.
“Ini, makanlah.”, ujar Kang In oppa yang membawakan semangkuk sup favoritku dan sambal ekstra pedas.
“Owahahaha… akhirnya ada sambal juga.”, ucapku girang.
“Eits.. kau itu sakit, siapa yang menyuruhmu memakan sambal ini.”, jawab Kang In oppa buru-buru.
“Hah?? Wae? Kalau aku makan sambal ini pasti aku jamin akan sembuh saat ini juga”, sahutku yang langsung mengambil sedikit sambal ekstra padas itu.
Tangan besar itu langsung menampar tanganku dan sontak membuatku sedikit kaget sih. “YAK!!! TIDAK BOLEH!!! Kau makan saja sup itu, kalau sambalnya biar aku yang makan.”, sahut Kang In oppa dan mengambil kembali sambal yang sudah ada di piringku.
Aish…. Dasar! Oppa jahat!! Hahahaa…. biar saja, walaupun tak bersambal, aku sikat saja sup yang sudah menggoda hidungku dari tadi. Kang In oppa yang melihatku melahap, menyikat, menguras habis sup buatannya tersenyum simpul dan juga ikut memakan makanannya.
“AH~.. whoah, sedapnya!!”, legaku sambil mengusap-usap perutku pelan yang terasa mau meledak ini.
“Kau itu seperti tidak makan setahun saja”, sewot Kang In oppa yang masih terlihat senang yang membekas di wajahnya.
“Hahha, sudahlah. Ehm, aku akan keluar sencari udara”, ujarku yang kemudian kabur dari pandangannya.
“Hey! Bukannya bantuin cuci piring langsung kabur!”, keluh Kang In geregetan yang ingin melempar mangkuk itu kepadaku!! Hahahaa, adik jahanam. \>, Ehm, benar-benar suasana desa yang kurindukan. Dari jendela, kutengokkan kepalaku sedikit melihat air mancur kecil yang tepat di sebelah kiriku. Ehm, bagiku seperti air mancur, tapi itu adalah aliran air sungai kecil tapi di beri bamboo yang akan mengalir melewati kincir air dan membuat suara gemericik air lebih lembut.
Fiuh… Kuhembuskan nafasku segar untuk udara yang tak pernah kutemui di rumah.
“Sedang apa kau??”, tanya seseorang dari bawah jendela,
“Ah~ ehehee, aku sedang menghirup udara segar disini. Kau??”, ujarku dan balik tanya.
“Apa kau tidak dengar tadi, aku sedang meracik obat untukmu.”, sahutnya yang langsung memetik dedaunan yang tak jauh darinya. Kuperhatikan dari tadi gerak-geriknya terpesona dengan ketampanan yang ia miliki, hingga…
“Akh.. Argh,…. Aaa…”, teriakku spontan saat rasa sakit di telinga itu kembali lagi.

KYUHYUN POV~

“Akh.. Argh,…. Aaa…”, teriaknya spontan sambil menutupi telinganya yang bercucuran darah lagi. Kubuang sembarangan daun-daun yang akan kuracik itu, segera kuberlari untuk masuk menemuinya yang kesakitan itu.
“Hye-Na!!”, teriakku saat mencapai jendela, tapi dia sudah tidak disitu lagi. Banyak darah yang berceceran di sekitar jendela, bercak darah itu menuju ruangan yang dimana Hye-Na tidur. Kang In hyung pasti sudah membawanya kekamar. Kakiku menuju kamarnya yang sengaja kulepas pintunya takut akan gesekan pintu itu dapat membuat telingnya sakit kembali. Kubuka pelan tirai itu dan kulihat dia sedang tertidur dengan darah di sekitar telinga dan kepalanya yang merembes ke bantal empuk kesayangannya.
“Gwenchanayo~?”, tanyaku pelan agar tak mengganggunya.
“Telinganya sepertinya menangkap bunyi yang tak kuat untuk gendang telinganya yang masih lemah itu. Jagalah dia sebentar, aku akan mengambil handuk bersih lagi, darahnya banyak sekali. Kalau kau bisa, berikan dia darah di lemari itu.”, ujarnya mengakhiri kalimatnya dengan menunjuk lemari yang berisikan darah cadangan dari dokter.
Aku mengangguk dan mengambil satu kantong darah beserta selang infuse. Perlahan kumasukkan jarum infuse itu di pergelangan tangannya, kantong yang berisikan darah itu kukaitkan di paku yang tertancap tepat diatasnya. Kang In hyung kembali sambil membawa ember berisikan air bersih dan beberapa handuk untuk darah yang sepertinya sudah mulai berhenti.
“Bersihkanlah darahnya, aku akan membersihkan yang di dekat jendela”, perintah Kang In hyung sambil memberikan handuk dan ember itu.
Handuk itu kucelupkan dan kuperas sedikit. Dengan sangat lembut, darah yang memenuhi wajah yang terutama di telinganya itu kini perlahan sudah meresap ke handuk, kubersihkan handuk itu dengan sedikit menguceknya dan mengusap lagi bagian-bagian yang terkena darah.

KYUHYUN OFF

**PLAKK! PLAKK! JDER! JDER! GUBRAK!**

“Ehm, Hyun Ah~ untuk beberapa hari ini saja, kau menginap disini sambil menjaganya. Masa libur kerjaku sudha habis sejarang, ehm..lagi pula sekarang kaukan sudah memasuki musim liburan, ayolah… kalau seperti ini, siapa yang akan mengurus Hye-Na nantinya. Kau tahukan kalau Kyu juga bisa tergoda.”, pinta Kang In ke Hyun Ah~ dengan nada menyakinkan. Sudah berkali-kali Hyun Ah~ menolak karena tugasnya yang mendesak untuk segera di selesaikan.
“Hay-ya!! Kau itu tak tahu apa?? Tugas dari guru itu banyak banget! Laporan pengunjungan juga belum di bikin. Aishh,…. Huh, kau mau membunuhku secara perlahan apa??”, tolaknya untuk kesekian kalinya.
“Hyun Ah~.. tolong ini untuk kebaikan Hye-Na!”, ujar Kang In memelas.
“Aish… oke-oke…tapi aku akan membawa banyak barang disini. Mulai dari buku, kamus, ensiklopedi, ehk.. ehm..”, kalimat Hyun Ah~ tersendat saat tangan Kang In menyumbal mulutnya.
“Bisa-bisa aku menyebutkan seluruh buku yang ada di perpustakaan kota dan isi lemari bukumu kalau begini caranya.”,
“Aish.. huh!! Gimana?? Mau gak??”, tanya Hyun Ah~ yang kali ini berbalik meyakinkan
“Ya, baiklah.”, jawab Kang In menerima syarat Hyun Ah~.
“Bagus. Besok Aku akan kesini sekitar jam 10, aku akan membawa Leeteuk untuk berkunjung kesini! Oke! Aku pamit pulang, kantha..”, ujarnya girang dan langsung nyelonong keluar.

**PLAKK! PLAKK! JDER! JDER! GUBRAK!**


Sudah hampir seminggu Hyun Ah~, dan Kyuhyun di rumah kecil itu. Kang In yang memang tak dapat menjaga Hye-Na karena kuliahnya yang masih belum memasuki masa liburan dan kerja sampingannya yang sudah tidak tersisa hari libur untuknya.
Hye-Na yang merasa bosan di situ terus hanya dapat memandangi ketampanan Kyuhyun yang sedang membaca buku itu.
“Kenapa kau begitu sempurna??”, tanya Hye-Na yang seperti terhipnotis dengan pesona yang terus saja Kyuhyun pancarkan.
“Hey!! Kau jangan menggodaku, kau tahukan aku seorang lelaki. Bisa-bisa aku menidurimu sekarang juga”, sindirnya sambil tetap focus kebukunya. Mungkin Kyuhyun dapat mengucapkan itu sekarang karena Hyun Ah~ yang masih keluar untuk membeli bahan makanan yang sudah menipis di kulkas.
“Ehm.. kalau kau bisa!”, sahut Hye-Na dengan nada menggoda.
“Kau sudah berhasil menghancurkan konsentrasiku!!!!”, bentaknya yang membuat Hye-Na terperangah kaget dan mencoba untuk memasuki dunia nyata lagi setelah terpesona dengan pesona Kyuhyun.
“Huh..”, desah Hye-Na kecil sambil duduk di sebelah Kyuhyun lesu. “Aha!! Tunggu sebentar!!”, Sepertinya Hye-Na mendapatkan ide untuk meramaikan suasana yang sudah mati ini. Kyuhyun hanya dapat melihat Hye-Na menghilang dari pandangannya dan kini sudah membawa gitar kesayangannya.
“Mainkan lagu kesukaanku sekarang!!”, ujarnya mantap sambil memberikan gitar itu tepat di hadapan Kyuhyun.
“MWO?? Apa kau sudah gila?”, tanyanya yang masih tak percaya.
“Enggak juga sih!!! Ya iyalah, kalau gak kayak gini, bisa-bisa aku mati bosan karenamu!!”, jawab Hye-Na dengan nada agak tinggi.
“Ha,. shireo!! Telingamu masih penyembuhan, kau mau mati kehabisan darah??”, tolak Kyuhyun.
“Aiah.. aku sudah kuat untuk menahan suara gitar, lagi pula dokter sudah memberi tahu kalau aku sudah mengalami kemajuan pesat!”, sergah Hye-Na yang masih saja menyodorkna gitar itu.
“Shireo!!”, tolak Kyuhyun.
“Atau aku akan memberitahu Kang In oppa kalau kau telah berani macam-macam denganku!!”, balas Hye-Na yang tak mau kalah.
“Tidak ada bukti yang kuat kalau kau menuduhku speerti itu!!”, jawab Kyuhyun enteng.
“Owh.. ya?? Memangnya aku tidak panjang akal, Huh??”, jawab Hye-Na yang makin teguh untuk mendapatkan permainan gitar dari seorang namja yang entah apa ia masih mencintainya sekarang atau tidak.
“Ha? Jangan bercanda kau itu. Apa buktinya??”, tanya Kyuhyun dengan sedikit nada mengejek.
Hye-Na langsung sedikit merobek kaos bajunya, dibuatnya akan seolah-olah seseorang telah memaksa membuka baju itu.
“YAK!!! Apa yang kau lakukan?”, tanya Kyuhyun kaget melihat ulah yang di lakukan Hye-Na.
“Membuat barang bukti!!”, jawab Hye-Na yang masih saja berusaha merobek bajunya, tapi sebenarnya ia juga tak berniat untuk merobek baju kesayangannya yang satu ini. Ehehee…. Kemarin baru dapet diskon besar-besaran.
“OKE!! OKE!! OKE!! Cukup! Aku akan memainkannya untukmu!!”, Jawab Kyuhyun dengan pasrah.
“Jinca??”, tanya Hye-Na meminta kebenaran.
Kyuhyun pun mengangguk dan meraih gitarnya. Di tariknya tangan Hye-Na untuk menuju taman belakang. Lahan yang terbuka tidak akan terlalu memantulkan bunyi yang keras, dengan demikian getaran suara gitar tidak akan membuat telinganya sakit lagi.
Hye-Na terduduk tepat di depan Kyuhyun, perlahan Kyuhyun hanya mengelus senar gitar itu pelan karena masih takut untuk kemungkinan kalau telinga Hye-Na akan kambuh lagi.
“Percayalah padaku!!”, bukan lagunya ungu lohchh..sergah Hye-Na untuk menyakinkannya.
“Tapi..”, kata-kata Kyuhyun tak selesai karena jari telunjuk Hye-Na kini sudah ada di bibirnya.
“Tidak ada kata tapi. Ehm, sebentar untuk sebelumnya janganlah berhenti bermain sebelum aku memberikan aba-aba. Arasso!!”,
“MWO??’, tanya Kyuhyun sambil sedikit menampar pelan tangan Hye-Na.
Kali ini Hye-Na tak mau tahu, tangannya kini sudah siap-siap untuk merobek bajunya. “Aish.. kau ini!! Akh…”, kesal Kyuhyun sambil membetulkan letak tempat duduknya.
Senar gitar itu kini mulai di petik perlahan, Hye-Na merasakan sakit yang tiba-tiba menyeruak di dirinya. Hye-Na berusaha menyembunyikan itu dengan senyuman yang ia pasang.

KYUHYUN POV

Huh, dasar yeoja satu ini, coba saja aku tidak mencintainya aku tidak aan membahayakannya seperti ini. Dengan ragu kupetik senar itu perlahan. Nada teratur melodi mengalun lembut, kuperhatikan sedari tadi Hye-Na tersenyum yang di paksakan, aku tahu ia sudah menahan sakit itu.
Perlahan nada melodi Endless Love itu kuperlambat untuk mengakhiri lagu ini, tapi Hye-Na menatapku dengan heran dan tangannya mulai naik menuju ujung bajunya dan bersiap merobek lagi. Kulanjutkan lagi permainan gitarku ini.
Sekarang aku sudah melihat darah dari telinganya mengalir, aku akan menghentikan permaian gitarku ini, tapi Hye-Na dengan cepat memberikanku aba-aba untuk meneruskan lagunya.
Air matanya kini sudah mengalir di pipinya mulusnya. “Hye-Na…..”, tanyaku untuk memastikannya apakah ia masih ingin melanjutkan ini atau tidak??
“Lanjutkan, jangan berhenti!!”, jawabnya dengan sedikit bergetar karena sakitnya yang aku juga dapat merasakannya.
“YAK!!! APA YANG KAU LAKUKAN??”, tanya Hyun Ah~ yang tiba-tiba datang dan kini sudah ada di belakang Kyuhyun dengan membanting belanjaannya sembarangan.
“Ssst..”, ujarku memperingatkan.
“Cukup Kyu!! Kau sudah menyiksanya!!”, sergah Hyun Ah~ untuk menyuruh berhenti dengan mengguncang-guncangkan tubuh Kyuhyun.
“Andwe!! Mainkan terus Kyu!!”, larang Hye-Na.

KYUHYUN OFF

Hyun Ah~ hanya dapat menatap tak tega atas kegilaan Hye-Na yang telah mengancam keselamatan dirinya.
Hye-Na kini meringis manahan sakit, tangannya perlahan mulai menutupi telinganya, erangan kecil sudah terlontar di mulutnya. Hyun Ah~ yang melihat itu hanya dapat menahan air mata yang sudah dari tadi membendung. Kyuhyun tetap saja memainkan gitaranya walaupun air mata tak tega sudah membanjirinya.
“ARGH!!!. AKH!!! Aaaa!!!”, pekik Hye-Na yang kini sudah tak tahan, darah kini sudah merembes bajunya, tangannya sudah berwarna merah yang seraya ingin mencakar telinganya, mencopot, atapun ingin memusnahkan telinganya itu.
“Hye-Na!! ”, teriak Kyuhyun yang langsung membuang gitarnya. “Kau masih mendengarku?? Hye-Na bicaralah!! Hye-Na!! HYE-NA!! Aku masih membutuhkanmu saat ini!!”, jerit Kyuhyun histeris saat tubuh Hye-Na sudah tak sadarkan diri.

**PLAKK! PLAKK! JDER! JDER! GUBRAK!**

“Darah kering yang menghambat peredaran darah di telinganya kini sudah hilang karena desakan darah yang cukup banyak waktu itu. Telinganya sudah pulih 100%, kalau begitu izinkan saya untuk pergi. Permisi.”, ucap dokter itu sambil tersenyum puas kepada Kyuhyun.
Kyuhyun yang mendengar kabar itu mengucapkan terima kasih sebanyak-banayakknya dan keluar dari rumah sakit itu. Kini ia berlari cepat untuk menemui kekasihnya yang sudah menunggu di luar sana dengan cemas.
“Sepertinya kali ini kau tak perlu mendengarkan permainan gitarku lagi.”, ujar Kyuhyun yang sontak membuat Hye-Na kaget.
“Wae??”, tanyanya sambil menatap Kyuhyun heran.
Kyuhyun tak menghiraukan Hye-Na dan langsung pergi meninggalkannya yang masih di belakang
“YAK!! KYUHYUN!!!”, teriakknya sambil berusaha berlari untuk menyusulnya.
“Ehm..”,
“Kenapa aku tak boleh mendengar permainan gitarmu lagi?? Bukannya aku sudah sembuh??”, tanya Hye-Na yang masih terheran-heran
“Mungkin kali ini kau harus mendengarkan suaraku saja, karena kau sudah sembuh bukan.”, jawabnya sambil mencolek hidung Hye-Na. Sontak Hye-Na hanya menundukkan wajahnya yang sudah seperti kepiting baru selesai di rebus. Mantap!!
“Kalau begitu, kau harus menjadi penyanyi hebat untukku!”, pinta Hye-Na dengan senyum yang sudah menyungging di bibirnya.
“Ehm.. mungkin saja!”, jawab Kyuhyun yang menampakkan wajah datar.
“Apa kau tak mau??”,
Kyuhyun menghentikan langkahnya dan memutarkan tubuh Hye-Na menghadapnya dan meraih wajahnya untuk menatapnya lekat.
“Siapa yang mengatakan tak mau??”, balas Kyuhyun dengan tatapan tajam.
“Wajahmu tak meyakinkan.”, jawab Hye-Na ayang agak sedikit bergidik melihat tampang Kyuhyun yang tajam itu.
“Konyol!!”,
“Mwo??”, tanya Hye-Na yang masih tak mengerti. Kyuhyun tak menjawabnya. Perlahan bibir lembutnya menyapu bibir kecil Hye-Na lembut. Hye-Na yang masih belum mengerti, beberapa saat kemudian membalas ciumannya yang menandakan IYA!! untuk jawabannya tadi.
THE END

Satu kata yang terdiri dari lima huruf, yaitu. J-E-L-E-K
Cerita sama judulnya masih ikut lomba lari jadi mian.. hahaha.. saya bukan orang yang ahli bikin judul.. hahahaa.. *erorrr* oke!! Mian! Gomawo~

Senin, 17 Januari 2011

One Spring Day


Cast: Kim Ryeowook

Kuterduduk di kursi kayu dimana kau dan aku terbiasa bercanda dan tertawa di tempat ini sambil menunggu bunga-bunga yang kau tanam untuk tumbuh mekar dan indah seperti dirimu. Dan sekarang, bunga yang kau tanam dengan senyum dan kasihmu kini sudah tumbuh bermekaran dan harum seperti dirimu.

Aku tahu sekarang sudah memasuki musim semi, tapi bagiku saat ini adalah musim dingin bagiku. Aku berharap aku masih tertidur dipangkuanmu, dalam dekapanmu saat di musim dingin kemarin. Tapi saat kuterbangun, terasa baru kemarin aku bertemu denganmu.

Mawar biru dan kuning yang terlihat basah oleh embun menggodaku untuk mencium aromanya. Kupetik beberapa tangkai mawar biru kesukaanku dan mawar kuning favoritmu dan merangkainya menjadi buklet bunga cantik.

*Geu nal cheoreom ttatteuthan baram bulgo geudaega sarang hadeon hwabunen kkochi pigo, Eoneu saenga bom nari deuriwodo ajikdo nan gipeun gyeo uljameul jago shipeo

(Angin hangat bertiup seperti malam itu, bunga-bunga ditanam olehmu dengan penuh kasih telah mekar, sebelum aku tahu musim semi telah datang lagi, aku masih ingin dalam tidur seperti pada musim dingin itu)

Buklet bunga berhiaskan pita hijau muda kupandangi sambil mengenang dirimu yang kini sangat jauh dariku. Sebenarnya aku sangat merindukanya mulai dari senyum, canda, tawa, ocehanmu yang sering kali memekakkan telinga ataupun omelanmu setiap hari, membuatku semakin merindukanmu setiap hari.

Aroma mawar itu makin semerbak seiring dengan hembusan udara dingin di pegunungan ini.

Bunga-bunga yang menglilingiku saat ini kini mulai melambai-lambai serentak dengan hebusan angin yang menerpanya. Matahari yang masih takut untuk menampakkan dirinya hari ini, masih tersembunyi di balik awan mendung yang selalu menyelimuti daerah ini.

Mungkin aku dan matahari berbeda sekali. Tapi kalau kau melihatnya dari dalam, aku sama seperti matahari yang takut untuk memancarkan cahayanya hari ini.

Aku takut kalau aku melupakanmu suatu hari nanti, aku takut kau tak bisa memaafkan aku waktu itu, dan aku takut tak dapat menjaga bunga-bungamu ini. Aku takut. Aku takut kau akan meninggalkan aku sendiri lagi.

*Aju meolli, aju meolli geudaega inayo sashil nan geudaega maeil geuri unde, aju jageun, aju jageun saso han geoteuredo maeil geudaega saeng gagi na. Bangan gadeuk nama wirohae judeon geudae hyang giga kkossoge da heuteojyeo, bonjenga neun neukkilsu eobseulkka bwa geudae iteon gong girado bujaba dugo shipeo

(Kau begitu jauh, sangat jauh, sejujurnya aku rindu padamu setiap hari, bahkan hal kecil, hal-hal sepele yang sangat kecil, membuatku seraya memikirkanmu setiap hari. Wangimu menghibur, memenuhi ruangan bunga-bunga yang bertebaran dimana-mana, karenaku takut suatu hari aku tidak akan bisa merasakannya, aku ingin memegang bahkan udara yang ada kau ada didalamnya)

Kakiku kini beranjak dari tempat itu menyusuri jalan setapak yang dipinggirnya berhiaskan bunga tulip putih yang kau dapatkan saat kau mencariku di Belanda, saat kau takut akan kehilangan diriku. Padahal aku hanya berlibur disana tapi kau dengat nekat mencariku disana. Kau memang benar-benar mencintaiku. Taukah kau, kini tulip itu makin tumbuh dengan subur.

Kurapatkan jaketku untuk udara yang menghantamku saat ini.

Dandelion pemberianku yang nekat kau tanam saat malam hari hanya untuk menjalankan mitos konyol itupun makin meninggi, kupetik satu dan menyelipkan diantara buklet bunga mawar yang kugenggam. Tanamlah dandelion saat bulan bersinar terang, doamu akan terkabulkan nantinya. Kutersenyum kecil saat teringat kata-kata polosmu saat itu. Apakah ini nyata?? Akan kucoba nantinya.

*Haruga myeo dari dwego eonjen ganeun, nae mamedo oneul gateun saebomi oltende

(Satu hari menjadi bulan, akan ku coba untuk musim semi ini)

Jalan yang menanjak masih tetapku telusuri dengan senyuman yang sesekali timbul di wajahku. Aku dapat melihatmu sekarang. Kau masih setia disana, dibawah pohon sakura itu. Semangatku makin berkembang dan sesekali berlari kecil untuk mendekatimu.

Kutekuk lututku, senyum masih tersimpul jelas. “Sudah lama menungguku??”, candaku padanya. Bunga yang layu di sampingnya kini sudah tergantikan oleh bunga yang masih segar yang kubawakan tadi.

“Kali ini aku bawakan bunga mitosmu itu, mungkin kau bisa memohon permintaanmu nanti malam saat bulan sudah menampakkannya. Untukku juga ya! Jangan lupa!”.

Kuterduduk di sampingmu sambil tersandar di pohon sakura yang kita tanam bersama. Sambil menghadap ke arah laut dengan deburan ombak yang saling hantam. Aku tahu, kau ada jauh disana, tapi jika aku kesini mengapa sakit saat kehilanganmu selalu terasa. Entah air mata mulai menetes atau tidak, aku akan tahan hanya untuk mengingat senyummu saat itu. Angin laut terasa halus membelai wajahku dan kurasakan sesuatu yang ringan menganai wajahku.

“Bunga sakura?? Gomawo~”, ucapku sambil membelai baru nisan yang bertuliskan namamu. Hatiku selalu musim semi untukmu. Kuulang kata itu, kata yang sering kau ucapkan dan kata itu juga, kata yang terakhir kau ucapkan untukku.

Kuterus memainkan bunga sakura yang kau berikan dengan salju yang telah berganti menjadi bunga-bunga sakura.

*Aju meolli, aju meolli meon gose ineyo geudaeye maeireun bom narira mideo, aju meon nal, aju meon heunal geudae nareul mannamyeon neul hamkke yeotago yaegi haejwo

(Kamu sedemikian jauh, jauh, jauh dari tempat, kupercaya kepadamu setiap hari adalah musim semi, pada suatu hari yang jauh, sangat jauh dari masa depan, jika kamu melihat lagi, katakan kami selalu bersama)