Jumat, 25 Februari 2011

Leeteuk tunjukan jarinya yang patah


Pada 11 feb, Leeteuk tweet tentang kondisi jarinya

“Saya tahu mengenai jari yang patah dua hari setelah rekaman~ Saya pikir itu bisa ditahan ~ Keke Mereka harus memberi jari yang lebih kecil dari awal ~ Ini benar-benar bersih, saya sangat menyukai jariku. Bone, ayo cepat sembuh! Keke “

Seorang wakil dari SM Entertainment lebih lanjut menambahkan, “Tangan-Nya tergelincir di suatu pertunjukan, dan setelah mengalami sakit, ia pergi ke rumah sakit. Ada retak sedikit di jari kelingkingnya, sehingga ia menerima pengobatan yang tepat. Ini akan memakan waktu sekitar enam minggu untuk tulang kembali sembuh sepenuhnya, dan ia akan tetap digips sampai saat itu. “

Fans berkomentar,
“Bekerja terlalu keras juga bisa menjadi masalah,”
“Saya menyukai program ini, tapi tolong pertama, pikirkan tubuhmu”

Eunhyuk lagi sibuk fitness ??



Foto Eunhyuk baru-baru ini ditampilkan di Twitter Nae Jong Seok. Dalam gambar, eunhyuk kelihatan lagi kerja keras untuk membentuk badannya, gimana menurut kalian?? Siapa yang mau nemenin Eunhyuk fitness,, soalnya kayanya dia lagi sendirian,, hehhe!!

Super Junion M









Siwon bakal jadi Leader SUJU-M???



Super Junior fans, bersiaplah dan berpegangan pada kursi kalian. teaser Video musik untuk ”Too Perfect” baru saja terungkap!

“Too Perfect” adalah judul lagu untuk album comeback Chinese Super Junior-M, dan video musik yang menjanjikan untuk menjadi sebuah pesta visual. Mengenakan busana stylish yang sesuai set gaya mereka.

Yesung & Donghae jadi blonde !!





Dua member Super Junior, baru2 ini terlihat dengan warna rambut yang berbeda.

Super Junior yang terlihat di Bandara Gimpo sebelum mereka menuju ke Jepang untuk Super Show 3 memperlihatkan Donghae dan Yesung dengan rambut blonde-nya.. Gimana?? Suka dengan warna rambut baru keduanya??

Super Junior (Surat Balasan dari Super Junior untuk ELF Indonesia)

1. Siwon itu bukan Leader Suju M & Eunhyuk-Sungmin hanya sebagai “Tamu”!

1. Avex menyebutkan rumor mengenai Siwon Suju M menjadi leader.

avex taiwan telah menyebutkan dalam acara kalau rumor2 Siwon menjadi leader Suju M itu Salah.

2. About Eunhyuk’s and Sungmin’s position in Super Junior M

Avex taiwan juga menyebutkan kalau partisipasinya Eunhyuk & Sungmin di dalam album ini adalah sebagai “bintang tamu”. Mereka berpartisipasi dalam promosi2 album ini, tapi tidak berarti mereka akan menjadi member2 permanen. Ada juga kemungkinan member2 lain berpartisipasi dalam album Suju M berikutnya sebagai pengganti Eunhyuk & Sungmin. Namun, Siwon, Kyuhyun, Ryeowook, Donghae, Zhoumi & Henry masih menjadi member2 permanen dalam SJ-M.
=========

2. ‘Ramen’

Memang benar kata Heechul ~ soal tabiat fans, Jepang memang beda dengan yang lain. Gak heran Kyuhyun sendiri menjadikan jepang sebagai tempat favorit liburan di waktu luang. Selain jarak yang singkat, hemat waktu, keuntungan lain adalah FREE ~

Fans jepang bukan tipikal “Stalker” yang akan mengikuti artisnya kemana – mana. Itu sebabnya, Heechul dkk bisa dengan leluasa keluar makan di Yokahama, bahkan Donghae dan Leeteuk bisa terang – terangan memakai jaket bertuliskan Super Junior di kedai ramen seperti ini.

Rambut blonde Donghae membuatnya mirip dengan cowok Jepang ~ wkwkwkwkkwkw~ sebab warna coklat kemerahan tersebut merupakan warna rambut favorit cowok – cowok remaja jepang
=========

3. Chereographer of SJM’s Perfection

Membaca namanya, sepintas kita akan membayangkan Misha Gabriel Hamilton tak ubahnya Rino Nakasone ~ dancer cewek talented~ yang sering diplot sebagai koreografi SM. Tapi eprcayalah, Misha Gabriel ini cowok tulen ~ LOL ~

bersal dari Larkspur, Colorado . Pertama kali mulai menari balet pada usia 5 dengan sang ibu yang juga berprofesi sebagai guru balet. Saat 14 tahun barulah dia berkenalan dengan dunia dance hip hop, jazz.

Gabriel menari untuk Janet Jackson selama lebih dari tiga tahun muncul dalam berbagai video, acara TV, dan pertunjukan live. Sejak itu ia telah berbagi panggung dengan artis seperti, Mariah Carey, Beyonce, Christina Aguilera, Chris Brown, Ne-Yo, The Pussycat Dolls, Hilary Duff, John Legend, Kylie Minogue, dan Omarion.

Dan Untuk koreografi Suju-M ~ Too Perfection, Misha turun tangan menciptakan gerakan – gerakan extra sulit. Ia mengirimkan video latihan dan meminta Hwang Sanghoon > koreografer SM untuk melatih para member bedasarkan video tersebut.

@mishagabriel Thanks for sending me a nice choreography and video You awesome! ~ Misha !*
=========

4. Surat Balasan dari Super Junior untuk ELF Indonesia

Ini surat balasan dari member super Junior . Mungkin berita ini udah agak lama, tapi ga ada salahnya saya share lagi buat yg blm tahu.. Waktu SS3 Seoul tahun lalu , ada ELF Indonesia yang datang and memberikan bertumpuk surat ke oppadeul SJ , dan akhirnya itu membuahkan hasil dengan balasan dari mereka.
langsung aja liat nih

*DONGHAE
Hi ELF Indonesia , apa kabar ? nice to meet you ,,,
aku seneng nih baca surat dari kalian ,,, aku kira aku tidak dapat , ternyata ada juga untukku …
langsung saja nih jawab pertanyaan dari kalian semua …
kabar aku disini baik , sebelum padat schdle aku dah prepare semuanya kok, thx ya yg dah support aku ,, your my angel … saranghaeyo …

*LETEUK
Hi ELF Indonesia !! SUPER JUNIOR LEADER LEE TEUK IMNIDA !!!
nice to meet you ALL !!
maf ya kalau belum masuk list SS3 , tapi kami masih buka menanti nih undangan dari indonesia .. kami ingin berpetualang di negara baru .. hehehe … apa ada hal yang menarik di indonesia?
untuk adik2ku para ELf tetep semangat ya .. and thx for support .. jangan lupa beli CD super junior yang asli ya jangan bajakan …
saranghaeyo …

*SHINDONG
hi all my lovely ELF … saranghaeyo ….
aku senang bs berinteraksi dengan kalian , ide siapa ini buat pesan seperti ini , sangat kreatif ..
pada tanya tentang nari ya di twitter … siapa di..? dia teman ku …
maf ya klau twittnya blm aku follow back banyak bgt yang follow sampai2 aku bingung … tp thx ya untuk yang sdh follow aku …

*SUNGMIN
annyeong ELF Indonesia … nice to meet you … wah ada acara apa nih banyak surat untukku …
senangnya aku dapat surat dari kalian , mianhae klo ga dibalas semuanya ya … aku jawab pertanyaan kalian yang plng bnyk nih
twitter ku di tutup gag ada masalah apa2 cuma bosan saja , nanti klo ad situs pertemanan baru aku buat lagi ya .. thx yang ud follow aku … n mengikuti perkembangan twitt aku …
to my love ELF jgn berhenti support kami ya … ilove you all

*HEECHUL
hiiiiiiiiiii …… kkkkkkk …. ELF cintaku … aku sayang kalian … nice to meet you …
wah senangnya , baca surat sebanyak ini… kenapa aku tidak diberi hadiah?? kkkk bercanda …
maf ya twitternya belum di follow back sama aku , banyak yang follow aku , jangan marah ya ELF .. :-) aku dengar kalian pada bersedih ya ? jangan ya ,, tetap senyum … walau kami belum ada schedule ke indo , jangan putus asa … suatu saat pasti kita bertemu okay !!!
ayo semangat … saranghaeyo ELF …

*EUNHYUK
my angel blue ELF , your my breath … saranghae …
annyeonghaseyo … super junior eunhyuk ibnida …
mianhae ya aku balasnya telat dari yang lainnya … karena ku tidak tahu kapan harus balas n aku sibuk sekali … so maaf ya ELf …
wah seneng bgt ada yg menjadikan aku inspirasi hidup kalian … sejak kapan tuh? hmm… ini ide siapa ya , bwat surat/ pesan sebanyak ini … aku dapat 34 pesan nih … tapi tidak bisa di balas semua …
thx yang ud support aku ya … aku senag sekali appresiasi kalian sebaik ini … oh ya … buat yang terima pesan dari ku … akku mau request nih … gima na kalu pakai tema … and tema berikutnya “kesan pertama kalian melihat suju ” aku ingin tahu … untuk ELF ikut komment ya … ini pesan kalian di baca semua , ya lumayan untuk bacaan di waktu luang … kkkk … sekali lagi thx ya ELF i really love you all …
see you …

*SIWON …
(siwon balas pake bahasa Inggris.. Simple koq bahasanya, bisa ditranslate sendiri ya..)
HI, ELF indonesia , nice to meet you …
happy I can be a letter from you, sorry late reply …
ELF-how are you? I hope fine, and may god bless you …
schedule to Indonesia, there is no ELF do not be sad huh …
pray for us so that we can get there,. if we get there what would you do?
oh yeah, I heard right here, ya thx for your prayers for the concert went well yesterday … finally
yes we continue to support ELF … we love you all …

*YESUNG
pertanyaan dari ELF :” hi oppa , kapan ney kalian konser di indo?”
jawaban yesung:
” hi elf indonesia , nice to meet you … kami belum ada schedule ke indonesia … klo ada tawaran main disana akan kami terima …”
“thx yg ud support aku , selama ini , thx buat perhatiannya , maf message’a ga bs di bls one by one . love you all ELF …”

*KYUHYUN
” hi ELF indo , maf ya pesannya ga dblz satu per satu cz bnyk bgt nih , … tunggu kami ya di indo , berdoa aja supaya kmi datang ke sana ,,,, jangan bersedih karena blum masuk list … keep smiling .. th jg yang ud support aku … gamsahabnida ELF … saranghae …!!!

*RYEOWOOK
” hi ELF indo , nc to meet you … aduh tmn km baik bgt nih nyampein pesan kalian … hehehe helena thx … aku baik” za kok , hmm maf jg ney elf klo blum bisa datang ke indo , cz blum ada tawaran main disana … mungkin nanti …. thx ya dah support aku … maf klo ga di bls satu per satu …. we love you …”
=========

Kyuhyun idola yang diakui oleh para gamer profesional ??


Ada banyak selebriti yang menghilangkan stres dari jadwal sibuk mereka dengan bermain game online yang tidak memiliki batasan waktu atau ruang. Diketahui idola2 yang memiliki keterampilan di depan game adalah Super Junior Kyuhyun dan NRG’s Noh Yoomin.

Kyuhyun, yang hebat saat bermain game ‘Starcraft’ diperkirakan berada di tingkat yang sama seperti yang dilakukan oleh seorang gamer profesional. Keterampilanya telah diakui oleh gamer profesional Seo Kyungjong. Kyuhyun disebut “The son of mom’s friend” dan ditempatkan menjadi idola yang pintar bermain game sejak di SMA

*“The son of mom’s friend” julukan untuk anak yang bisa melakukan segala hal
**Parts of the article were omitted.

Kamis, 24 Februari 2011

The Pianist



Cast:Han Hyun Ah~, Leeteuk, Sungmin

FLASH BACK: ONN
“Dia harus mengikuti kelas musik, agar menjadi perempuan elegan!!”, teriak appa sambil memukul meja denan geram. Umma hanya dapat menunduk dan terduduk di depannya. Aku yang merasa pusing untuk melihat hal itu hanya duduk termenung menatap bulan yang masih bersinar. Aku tak menganggap semua yang ada di dunia ini serius, karena aku tahu umurku disini tak lama penyakitku yang tak kunjung sembuh sudah membuatku untuk tak menghiraukan yang ada di sebelahku ataupun sekitar.
KLEKK!!!
Aku menoleh kearah pintu, kulihat umma datang dengan mata membengkak dan hidung yang memerah, ia terisak dan duduk di pinggiran kasurku. Aku mendekat dan mencoba menenangkannya dengan usapan pelan dipunggungnya.
“Laksanakanlah apa kehendak appamu, nak. Umma tak dapat mengelak lagi…”, isaknya terasa berat untuk hal seperti ini. Umma sangat sayang padaku, ia yang merawat aku yang sudah separuh hidup. Aku menganggukkan kepala mantap dengan sedikit tersenyum untuk membuatnya tenang sedikit.
FLASH BACK: OFF
Kini aku sedang berdiri di depan sekolah yang bagiku adalah neraka. Kulihat semua siswa menjauhiku dan dengan tatap yang paling kubenci!! Tatapan mengejek!!!
“Hyun Ah~!! Kemarilah!!!”, teriak seseorang yang bagiku adalah penolongku dalam neraka ini. Sungmin-sshi.
Aku mendekat dengan tatapan kutundukkan, aku merasa malu untuk mengangkat wajahku yang mungkin bagi setiap orang adalah sampah.
“Jangan seperti itu, mari. Bel sudah berbunyi, ambillah tempat dan ikutilah pelajaranku!!”, ujarnya sopan dan lembut terhadapaku. Sungmin-sshi adalah pamanku, tapi olehnya selain di rumah ataupun di luar sekolah, aku harus memanggilnya dengan jabatan-sshi.
Aku memanggung mengiyakan dan langsung menuju ruang kelas tanpa mengadahkan kepalaku sedikitpun.
Derap langkahku menuju kelas terdengar nyaring di sepanjang koridor kelas. Gedung sekolah tua seperti ini membuat aku makin menamai ini NERAKA!! Bagian-bagian yang sudah tak berbentuk, batu-batu tertumpuk dan berlubang, dan membuat gedung ini makin seperti kastil tua.
Kulangkahkan kakiku melewati pintu belakanng kelas, kulihat pelajaran sudah mulai. Sungmin-sshi terdengar sedang menerangkan kunci-kunci yang sudah sangat kuhafal.
“Mianhamida, saya telat!!”, ucapku dengan teetap menunduk dan sedikit membungkuk. Aku langsung saja menuju kursiku dan mengeluarkan buku. Kulihat tatapan SETAN itu dari orang-orang yang duduk di sekitar. Sungmin-sshipun langsung menarik perhatian kembali dengan pelajarannya.
***
Jam istirahat aku anggap seperti jam eksekusi pada zaman kerajaan. Kumakan nasi yang dibuat umma tanpa menghiraukan tatapan SETAN semua itu. Tiba-tiba sebuah pesawat kertas jatuh tepat di hadapanku. Kulihat sekeliling masih dengan tatapan SETANnya. Kuambil pelan kertas itu dan kubuka, dan saat kubuka isinya.
Perawan tua hingga 20 tahun ke depan
Mataku langsung membulat, amarah dalam diriku ingin menyeruak tapi tidak untuk kondisi seperti ini.
“Hahahaa, perawan selamanya. Bagaimana nantinya diriku jika menjadimu, Hyun Ah~ sayang.. ehm..” ejek Hara Ya sambil bermanja-manja dengan In Hyun yang menjabat menjadi pacarnya.
Cuih~ ingin sekali aku meludahi wajahnya itu. Dasar perempuan kampungan. SUNDAL!!!
Seiring dengan perkataan Hara tadi semua orang di kelas ini langsung tertawa terbahak-bahak. Jati diriku makin menurun, aku tak tahan untuk menahan air mata untuk penindasan ini. Tuhan, aku mohon tegarkanlah aku.
“Hahaha, wanita sundal!!”, sahut Shira yang maish dengan memanin-mainkan rambutnya. Aku tak tahan lagi. Aku tak tahan.
Kubereskan kotak makannanku dan cepat-cepat kumasukkan ke dalam tas. Aku langkahkan kakiku keluar kelas dengan tatapan yang selalu menunduk untuk menutup wajah hina dalam orang-orang SETAN itu!!.
TENG!!! TENG!! TENG!!!
“Sial, bel masuk!!”, batinku dalam hati. Tapi hatiku mengontrol kakiku untuk terus menjauh dari ruang eksekusi itu.
“Hyun Ah~!!! Mau kemana kau??”, tanya Sungmin-sshi sedikit berteriak.
Aku yang sudah tak ingin mengetahui apapun tentang eksekusi itu langsung saja kuhiraukan dan terus berjalan entah kemana.
***
Kumasuki ruangan persembunyianku. Ruangan seperti gudang, tempat menyimpan buku-buku usang, lukisan-lukisan yang sudah hampir luntur, peralatan musik-musik, tapi satu tujuanku untuk kesana yaitu piano. Pianolah yang membuatku hidup kembali. Kupandang sekeliling ruangan itu, masih berdebu dan selalu saja berdebu. Tas usang pemberian umma kulemparkan sembarangan dan menuju kursi tepat di depat piano besar YAMAHA.
Kunci-kunci lagi sudah beralun nyaring di ruangan yang sedikit pengap ini. Matahari yang masih mencoba untuk menerobos masuk membuat susana di ruangan ini makin magis.
***
Kuambil sebuah map usang di selipan bawah kayu piano kuno itu. Dibersihkan debu-debu tebal yang menutupi map itu dengan tiupan kecil, debu-debu itu berterbangan membuat sedikit berkelap-kelip dengan cahaya matahari.
Kubetulan sedikit baju seragam yang sdikt kusut dan berdebu. Kubediri dengan sedikit tersenyum menarapnya dan memandang pintu untuk pertama kalinya ia melihatku. Kakiku menuju pintu berukiran kuno itu. Memegang pinggiran ukiran yang melambangkan peri cupid yang sedang menyatukan cinta. (cupid: peri cinta). Kulangkahkan lagi menuju koridor-koridor yang selalu kulewati bersamanya disini, sambil bergandengan tangan dan tertawa bersama menuju kelas, tapi itu sudah dulu. Melewati ruang-ruang kelas dan bersembunyi-sembunyi untuk saling mengagetkkan dan tertawa lagi, tapi itu dulu. Aku lewati itu semua dengan tatapan menunduk sambil memeluk map usang tua itu menuju taman dengan seseorang yang sudah kujanjikan dari tadi pagi.
“Hyun Ah~!!”, panggil seseorang yang sudah sangat kukenal. Kumendekat kearahnya tanpa melihat wajahnya ataupun menaikkan pandanganku.
Aku duduk tepat disebelahnya, kunaikkan pandanganku tapi tak menatapnya. Kulihat sekeliling sudah sepi karena kini sudah jam pulang sekolah. “Ini!! Sepertinya aku harus memebrikannya padamu!!”, memberikan map kecil itu.
“Wae?? Inikan sangat berarti bagimu!!”, ujarnya sedikt terheran.
“Aku tahu ini saat berarti bagiku. Tapi kau adlaah satu-satunya yang dapat melihatku. Aku hanya dapat bergantung padamu. Ehm, Sungmin ahjusshi~ bisakah kau memberikan salam ini untuk umma?? Aku ingin bertemu dengannya tapi apa daya, waktu sudah semakin menipis dan dia sudah menungguku.”, ujarku tanpa menaikkan pandangan untuk wajah sampahku.
“Ne! Jaga dirimu baik-baik!!”, jawabnya sambil mengangguk mantap.
“Aku akan pergi Sungmin ahjussi!! Salamkan pada umma, aku mencintainya!!”, ujarku masih dengan menunduk dan sedikit bernada ceria. Kulihat kakinya mendekat padaku, kini tanganya sudah diwajahku.
“Bahagialah disana, aku tahu kau pasti senang. Tapi satu permohonanku!!”. Tangannya mengusap rambutku dan ditaruhnya lembut di balik telingaku, separuh wajahku sudah terlihat dan separuhnya masih tertutup poniku yang panjang. “Aku ingin kau mengilang dengan menunjukkan wajah indahmu, kau sama sekali tak buruk rupa, kau sama sekali tak jelek. Kau indah, pergilah dengan wajahmu bahagia untuknya!!”, ujarnya sambil menepuk pundakku mantap. Aku mengangguk mantap dengan senyuman terukir.
Ya, aku akan bersamanya dan bersamanya selamanya.
FLASHBACK: ONN
Aku melangkah menuju gudang tempat penyimpanan alat-alat musik yang sudah tua tapi masih bisa di pakai. Kubuka pintu itu dengan pelan, pintu tua besar itu berdecit keras di ruangan besar dan menggema. Bau pengap dan cahaya matahari yang berdesakan masuk di celah-ceah jendela yang tertutup rapat. Langsung saja kumenuju piano tua besar tepat di tengah ruangan itu. Kuberjongkok untuk masuk kebawahnya, dengan susah payah aku mencoba mengambil map coklat.
“Terlalu lama. Makin pudar warnanya!!”, gumamku kecil sambil mengamati map coklat tua yang sudah tak berwarna lagi. Debu yan tebal kutiup perlahan dan sedikit kukibaskan, penyakit sesakku tak kuat untuk menerima debu setebal itu.
Kubuka map itu, kubaca halaman pertama yang sudah hampir tak terlihat lagi.

Untuk orang yang kupuja dan kusayang dengan sepenuh hati.
Untuk awal pertemuan memang canggung, permaianan alat musiklah yang membuat kita dekat dan menjadi satu.
Musiklah hidup kita, tanpa musik apakah kita dapat bersatu seperti ini.
Bermainlah dengan cepat.
Hanya kunci-kunci yang cepatlah dapat membuka portal dan mempersatukan kita.
Bermainlah dengan cepat tanpa salah dari satu kunci tersebut.
Hal pertama untuk menemuiku dan selamanya.
Han Hyun Ah~

Kutersenyum membaca itu. Kuambil tempat duduk dan menaruh map berisikan kunci-kunci itu didepanku. Key sudah kumainkan, aluanan nada yang cepat dengan jemari-jemari yang sudah terampil sepertiku itu sangat mudah dan kunci-kunci yang kubuat sendiri. Masih dalam permainan cepat dan alunan kunci-kunci memutar cepat di ruhani. Kupejamkan mataku untuk perubahan pesat di sekililing yang dapat kurasakan, makin cepat kunci-kunci dan nada beralun makin cepat perubahan yang kurasakan.
Merasa kunci-kunci yang kualunkan sudah habis, kubuka mataku perlahan dan menatap sekeliling. Benar. Semua telah berubah.
Piano yang kumainkan kini masih terlihat baru, banyak alat-alat yang tua tadi masih terlihat mengkilat oleh cat-cat warna elegan, rak-rak buku yang usang dan berdebu kini bersih dan tertata rapi. Masih banyak dinding yang masih belum tercat dan kaleng-kaleng cat masih terletak sembarangan di bawah. Kulihat belakang terdapat tangga untuk rak-rak tinggi, kunaik dan menyelipkan map itu.
KLEK!!
Seorang laki-laki berwajah cerah, damai, dan tampan datang masuk dan tepat saat itu juga melihatku yang sedang memasukkan map itu dalam rak.
“Ah~ mian~!!”, ujarnya sambil menunduk sedikit dan kembali.
“Jankkaman!!”, ujarku buru-buru. Aku juga tak mengerti kenapa melontarkan kata-kata itu.
Dia kembali lagi tapi hanya wajahnya yang terlihat dan sedikit mendongak untuk ukuran tinggi sepertinya dan aku yang masih di atas tangga.
“Ehm.. aku butuh pertolonganmu!!”, sahutku asal iklan di otak tanpa ada pemikiran dahulu.
“Ya, kau murid baru?? Sepertinya aku tersesat.”, ujarnya lagi dan tersenyum.
SENYUM!! Inilah yang dapat kukatakan bahwa senyum. Senyum tulus dan mempesona. Tidak seperti senyum yang lainnya. Para SENYUM SETAN!!
“Ya, sepertinya. apakah kita bisa langsung sekarang??”, tanyaku saat sudah turun dari tangga itu, tak sopan juga berbicara dengan orang baru kenal di depan wajah dan tentunya hatiku yang baru saja terbuka.
“Sepertinya jika tak ada ulangan hari ini. Kau bisa mengikutiku untuk kekelas jika kau mau?? Kau kelas berapa??”, tanyanya terdengar seperti terburu-buru.
“Aku kelas tiga!!”, jawabku dengan senyum indah yang kumiliki. Inilah senyum yang kucari selama ini.
“Kita sama, ayo kita ke kelas!!”, ajaknya sambil menarik tanganku. Aku menampar tangannya kecil tidak untuk bermaksud apa-apa.
Dia menatap heran padaku.
“Ehm.. maaf. Aku tak ingin ke kelas.”, aku menjawab sedikt kaku.
“Oke. Aku harus ke kelas secepatnya. Sampai bertema nanti.”, ujarnya yang langsung pergi.
“Ehk~ Jankkaman!! Siapa namamu??”, tanyaku sedikit berteriak.
“Jung Soo!! Kau boleh memanggilku Leetuk kalau kau mau!!”, jawabnya sambil ikut berteriak dan sedikit melambai.
Aku tersenyum mendengar nama yang disebutkannya tadi. Dengan senyum yang masih mengembang aku menyusuri koridor yang berlainan arah.
Kutelusuri, belum lama itu bel berbunyi nyaring di sepanjang koridor. Menandakan istirahat. Senyumku makin terlihat lebar mengetahui kalau semua murid ini akan keluar. Terdapat dua insan disana sedang asyik bercanda, aku mendekat.
“Hallo!!”, sapaku sambil melambaikan tangan. Mereka tak merespon. Kuulang kembali dengan memperdekat wajahku. Tak merespon.
Aku terheran sebentar, kumenatap sekitar. Kusapa lagi seseorang yang sedang berjalan, kusapa lagi dengan melambaikan tanganku. Tak merespon. Ini aneh tapi keren menurutku. Semua orang tak melihatku, ini hal gaib. Heheheee…
Kelewati setiap insan di depanku dengan cara kutembus. Begitu geli rasanya saat di perut seperti saat kau naik rolling coaster ataupun tornado. Belum lama kurasakan saat seperti itu, bel berbunyi nyaring kembali. Semua murid langsung masuk ke kelas mereka masing-masing. Kumasukkan tanganku kekantong jaket dan menyusuri koridor itu dengan senyum kecil.
Setiap jendela yang kulalui, kulihat satu persatu untuk mencari kelas yang nyaman bagiku. Sampai saat kulihat di kelas IXD. Kumasuk perlahan, sesangnim sedang menjelaskan pelajarannya dengan sedikit sabar, para murid masih mengikutinya dengan baik. Aku masuk sambil melambai-lambai di depan wajah sesangnim. Dengan gerakan-gerakan konyol aku di melakukannya di depan mereka semua. Aku berani melakukannya karena mereka tak melihatku, seru bukan?? Melakukan apapun yang kita mau tanpa ada yang melihat!
Terasa capai dan tak seru lagi, aku berpindah menuju dua kelas sebelah. Sekarang di kelas B. Aku melihat dari jendela kecil, ada seorang namja tadi, yang kalau tak salah bernama.. ehm…. Leteuk, aku lupa yang lagi satunya. Hasratku makin menyeruak untuk masuk. Dengan melewati pintu belakang kelas, aku masuk dengan salam seadanya.
“Mianhamnida, saya telat!!”, ujarku sambil menunduk sedikit dan langsung mengambil kursi paling belakang sendiri. kulihat seseorang yang bernama Leeteuk itu melihat kearahku dan tersenyum manis. Aku sangat suka senyumannya dan dekiknya yang membuat senyumnya makin mempesona.
Kini aku melewati pelajaran layaknya manusia biasa, walau kalian tau kalau aku tak dapat dilihat oleh mereka. Selama pelajaran aku menemukan suatu pertanyaan yang membuatku tersenyum sendiri untuk keuntungannya dan sedikit mengerutkan alis untuk keanehannya. Kenapa hanya Leeteuk seorang yang dapat melihatku, sedangkan mereka tidak?? Aku tertawa-tawa sendiri, sampai-samapi ia melihat diriku lagi dengan ikut tersenyum.
***
“Kau bisa bermain musik??”, tanyanya sedikit merenggangkan otot-ototnya dan menguap pelan.
“NE~!!!”, jawabku mantap dan tersenyum sedikit untuk senyumnya yang tak terbandingkan.
“Jinca?? Alat musik apa yang kau perdalam??”, tanyanya lagi.
“Piano. Itupun kehendak appa!! Aku tak dapat menolaknya!!”, jawabku sambil sedikit ikut merenggangkan otot-ototku.
Diudara seperti ini dan pemandangan indah pegunungan asri, tak kusia-siakan untuk hal terbaik bagi kesehatanku.
Dia mengangguk pelan.
“Hey~!! Sedang apa kau?? Berbicara sendirian disini!!”, ujar Ji Hae sedikit menepuk pundak Leeteuk. Aku yang baru menyadari hal ini langsung terperanjat dan berlari menjauhnya. Semoga ia tak mengetahuinya.
“Kau!! Aku belum tahu namamu!!”, teriakknya. Tak kuhiraukan dan terus saja berlari menjauh.
Belum lama aku berlari, terasa dadaku terasa diikat dan sudah sekali untuk bernafas. Aku mendelik pelan untuk setiap menghirup nafas. Kakiku yang lemah tak dapat menahan tubuhku. Akupun oleng sesaat, terasa sesak kembali lagi. Dalam keadaan seperti ini, siapa yang akan mengetahuiku dan menolongku. Nafas makin tak teratur. Kurasakan tangan hangat menyentuh pundakku dan punggungku sebelum semua menjadi gelap.
***
“Kunci adalah segalanya, tapi segalanya bukan kunci. Kunci dapat membuka tapi tidak semua terbuka dengan kunci. Temuilah aku dalam hatimu, bukan dari luar. Karena aku ada selalu di hatimu!!”, ujar sosok di depanku tang berpostur tinggi dan berwarna putih. Belum aku sempat bertanya ia langsung menghilang. Dan saat itulah kesadaranku berlangsung.
“Kau telah sadar??”, tanyanya dengan wajah panik yang masih dapat kulihat. Aku tak dapat menjawab hanya menganggukkan kepala. Wangi obat-obatan yang sudah bau sehari-hari untuk hidungku memenuhi ruangan ini, aku merasa ini adalah ruang kesehatan. Tapi kenapa disini sangat gelap, bahkan matahari saja harus rela berdesakan untuk masuk melewati lubang kecil tepat di wajahku.
“Sepertinya kau harus pulang, tapi kau tak tahu dimana kau tinggal.”, ujaranya sambil menggenggap tanganku erat.
Aku menggelengkan kepala berat.
Dia melihatku dengan ekspresi main bingung dan panik. Tanpa izin dariku, akupun dibopohnya, badan yang kurus dan kerempeng akibat penyakit yang setiap hari menggerogotiku membuatnya merasa bahwa ini aldalah sebuah karung yang berisikan kapuk. Dia membuka pintu yang sedikit terbuka itu dengan kakinya. Mata yang masih sedikt berat hanya dapat terpejam dengan darap langahnya menyusuri lorong-lorong.
Aroma bunga-bunga kini sudah memenuhi rongga hidungku, dia meletakkanku direrumputan. Kubuka mataku perlahan, wajahnya yang damai sudah menyambutku, senyumnya sudah memebuatku makin baik, dan tatapannya membuatku sudah keadaan melayang. Ditariknya tanganku agar aku dapat terduduk.
“Tidak baik dengan obat terus menerus, kau harus kesini setiap hari, ini membuatku makin baik dari pada harus bersetubuh dengan obat-obatan yang membuatmu tak kunjung sembuh!!!”, ujarnya lembut ditelingaku, aku mengangguk. Kucium aroma bunga lavender, mawar, dan yang lain. Tenggorokan yang terasa diikiat kini sudah terbuka kembali membuaku makin senag disini dan satu lagi , karena sepertinya aku menyukai Leeteuk. Aku berjanji akan menyampaikannya suatu saat nanti. Aku berjanji!!
***
Setiap hari kulewati dengan senyum yang tak kalah dengannya. Senyum kebahagiaan, walaupun penyakitku masih dibilang sering kambuh dansering kali ia memperingatkanku bahwa akutak pernah mendapatkanya dan umur yang menipis.
Melewati hari tanpanya membuat hari ini makin panjang dan tak berpenghujung. Tapi, jika dia terus disisiku teras ada dunia yang hanya untukku dan dia. Selalu saling mengagetkan, bersenda gurau, tertawa bersama, untuk melupakanku dari penyakit ini. Begitu tulusnya dia.
Apakah aku bisa dibuatnya menjadi bermarga Park?? Itulah yang kuharpkan padanya.
***
Sekolah hari ini ramai, karena papan pengumuman yang berisikan bahwa kelulusan akan dilaksanakan seminggu lagi. Aku mencari Leeteuk untuk memberitahu ini. Kususuri kelas, dia tak ada bahkan tasnya saja tak ada. Kantin, koridor-koridor, lorong-lorong, dan tempat kesukannya yang mengahadap gunungpun ia tak ada. Kini aku sedang menyusuri ruang belakang sekolah, terdengar alunan nada yang cepat telah mengalun di telingaku dari bawah sana yang sudahku pastikan bahwa itu adalah gudang
Sampai disuatu ruangan yang amat berarti bagiku, yang aku anggap adalah surgaku. Gudang yang berisikan piano itu adalah sumber dari suara tadi. Aku buka perlahan, kulihat Leetuk sedang memainkan suatu nada yang tak kukenal dengan kunci yang cepat pula. Aku sebagai pianis yang hampir hafal semua lagu, tapi tidak untuk lagu ini.
Aku mendekat perlahan.
Dia masih saja tak merasakan kehadiranku, nada-nada cepat itu bahkan kini makin terasa cepat. Dengan keadaan mata tertutup untuk menghayati lagunya, aku gunakan kesempatan ini untuk mengagetkannya.
Kututup matanya dengan kedua tanganku.
Nada-nada cepat itu berhenti. Dia melepas tanganku dari wajahnya dan menatapku, aku tersenyum senang dan begitu pula ia.
“Kau, aku kira siapa. Kau bisa bermain ini??”, tanyanya dengan mempersilahkanku duduk disampingnya.
“NE~!!! Tentu saja. Aku salut untukmu dengan nada kunci cepat tanpa melihat. Aku saja harus melihat setiap menuju akhir lagu dan memulainya lagi.”, jawabku dengan mengambil nada do.
“Maukah kau bermain untuk tangan kiriku??”, pintanya sambil mengambil semua buku lagu. Dibukanya not lagu Journey – Jill Xu. Nada yang pelan tapi membuatku melayang perlahan. Aku dan dia memankannya dengan nada random, membuat lagu ini makin hidup dan ruangan yang menggema ini makin membuat lagi semakin sakral.
Nada terakhirpun selesai, aku memandangnya dengan senyum yang hanya untuknya.
“Kau suka??”, tanyanya yang masih mencari lagu lagi.
Aku mengangguk mantap.
“Kau belatih untuk kelulusan nanti??”, tanyaku sedikit mendekatkan wajahku untuk melihat wajah damainya.
“Ne~!!”, aku terasa ada yang aneh saat dia menjawab. Aku mengerenyitkan dahi.
“Setelah kelulusan nanti, gedung sekolah ini akan diruntuhkan. Akan diganti dengan yang baru, aku merasa tak setuju untuk hal ini. Aku tahu gedung yang sudah menyerupai kastil ini harus di renovasi, tapi tidak membabi buta dengan cara di robohkan semua. Disini masih banyak dinding-dinding yang kokoh.”, ujarnya dengan nada yang serak untuk menahan kepedihannya.
Aku mengelus punggungnya lembut untuk menenangkanya.
“Sepertinya aku harus pulang, hari sudah malam. Aku ingin sekali tau dimana rumahmu. Bolehkan aku mengantarkanmu??”, tanyanya sambil memasukkan buku lagu itu kedalam tasnya.
Aku teringat kembali, bahwa selama disini aku tak pulang, bahkan aku tidur di ruang kesehatan. “Ah~ anio!! Gwenchanayo~!! Aku akan pulang sendiri saja. Gomawo~!!”, ujarku yang buru-buru merapikan seragmku dan melewati belakangnya untuk mencapai pintu besar berukiran peri cinta.
Tapi belum sampai ke pintu tangannya sudah memegang tanganku erat, aku yang sedikit oleng langsung di peluknya dan tepat saat itu juga wajahnya tepat di depanku. Hembusan nafasnya hangat menerpa wajah membuatku memejamkan mata untuk kehangatannya. Jantung yang seraya sudah copot untuk saat seperti ini. Kurasakan sesuatu yang basah terasa di bibirku, aku membuka mataku. Dia menciumku. Aku yang masih tak mengerti apa-apa hanya dapat terdiam untuk bibir hangat yang sudah di bibirku. Cukup lama hingga ia melepaskan kecupannya. Aku yang masih gelagapan hanya dapat melihatnya tegang.
“Aku akan menjagamu setiap langkah!!”, ujarnya bernada lembut membuatku makin kehilangan jantung. Sudah untung aku masih mempunyai paru-paru ya awalupun seperti ini. Tapi jantungku sudah copot dan bergelinding entah kemana.
Aku perlahan keluar dari gudang itu sambil menatapnya. Dengan langkah sedikit melompat-lompat aku menyusuri koridor sekolah.
***
Hari ini adalah hari dimana aku dilulus. Semua murid sedang berfoto bersama. Kecerian sedang menyeruak disini, sebenarnya aku kesini bukan untuk mengikuti wisuda, aku hanya mencari Leeteuk dan menjalankan janjiku dulu. Untuk membuka semua lembar baru bahwa aku ini berbeda tetapi ada juga yang sama. Kulewati semua insan yang sedang menunggu wisuda yang akan dilakukan beberapa jam lagi. Kutelusuri semua sudut sekolah, tapi tak kunjung bertemu dengannya hingga pengumuman yang menandakan bahwa wisuda akan dilaksanakan.
Semua murid memasuki aula besar, terlihat panggung yang terletak di tengah dan piano grand besar berwarna emas terletak di tengah panggung. Aku tak masuk kesana, hanya untuk mencari Leetuk. Kuterduduk di bangku taman tepat di depan aula sebagai berjaga-jaga untuk kehadirannya.
Pembawa acara sudah mulai menyampaikan acara-acara yanga akan di bawakan. Aku hanya dapat merenggangkan kaki untuk hal yang membosankan tapi memebuat jantungku berdetak tak karuan untuk melihat lagi wajah damai dan senyumnya.
Sudah lama aku terduduk disini, cahaya matahari yang menyengat tak menggoyahkan keingiannku untuk bertemuinya hingga aku mendengar alunan nada piano diikuti alat musik laginnya yang bernada cepat. Aku tercengang untuk hal ini karena ini adalah lagu buatanku. Aku berdiri dan berbalik menatap siapa yang memaninkan laguku. Dengan jarak yang seperti ini, mana mungkin terlihat. Hatiku mengerakkan kakiku menuju aula.
Seorang namja yang sudah tak asing bagiku, bahkan sudah separuh dari isi diriku sedang memainkan lagi yang bernada cepat itu.
“Leetuk!!”. Aku memanggail namanya. Seharusnya ia mendengarku, tapi ia tak menoleh sedikitpun, walaupun suara dari aat musik yang menggema dan para murid yang diam tapi aku percaya bahwa suaraku masih terdengar olehnya. Akupun mendekat.
Memanggil namanya lagi.
Tak merespon.
Aku tunggu lagi hingga ia selesai bermain laguku. Aku terharu untuk bernada cepat seperti ini, lagi-lagi ia tak melihat keynya. Ini membuatku kagum untuk skillnya.
Tepuk tangan yang meriah memenuhi ruangan ini untuk permainan bernada cepat itu. Kini ia turun dari panggung, aku mencoba mendekat dengannya tapi sesuatu seperti menahanku. Kakiku teras tak dapat bergerak, tapi untuk kulangkahkan mundur baru bisa.
Aku memanggil namanya lagi.
Tak merespon, bahkan ia menghilang bersama teman-temannya.
Aku panggil lagi hinga terasa suaraku terasa berat saat mengetahui bahwa penyakitku akan kambuh lagi.
Aku mencoba keluar dari aula untuk menyusulnya. Kulihat ia bersama seorang perempuan yang sama sekali tak kukenal. Ia terasa bahagia bersamanya, dapat kulihat dari raut wajah bangganya.
Aku mengambil nafas dalam-dalam. Paru-paruku terasa berat kembali, air mata tak terima telah terbendung. Tak kuat untuk ini, aku berlari ke kelas dengan sudah payah. Bantuan nafasku tertinggal di tas. Dengan langkah terserok-serok, dada yang mencengkram, dan nafas yang tak dapat kuhirup aku menuju kelas.
Kubuka tasku, mengaduk-aduk isinya mencari dan berharap menemukan obat sesakku.
DAPAT!!
Kutekan dengan tenaga yang tinggal sedikit lagi, tak kunjung ia keluar. Kucoba tekan lagi, nafas yang makin susah membuatku sedikit oleng. Aku tau ini waktunya. Aku harus mengakhiri ini semua.
Kuambil tipe-exku. Kutekan kuat-kuat, dan membentuk kata.
Aku mencintaimu Leeteuk. Kau mencintaiku??
Nafas yang makin tak terasa dan semua pandangan gelap. Selamat tinggal Leetuk. Aku selalu di hatimu dan kau akan ada dihatiku.
***
LEETEUK POV: ONN
Aku mencarinya. Dimana dia?? Setelah ia performanceku, aku ingin ia melihatku.
Kulihat ia tak kunjung datang. Aish~ Hyun Ah~.
Aku maju dan langsung mengeluarkan map coklat berisikan not-not cepat yang kutemukan terselip di kayu piano ini. Belum semuanya kubaca tapi aku rasa ini adalah lagu bagus.
Kumainkan kunci-kunci yang masih asing bagiku, tapi entah terasa nyaman di jariku walau ini adalah pertaman kalinya. Bernada cepat tapi tetap beraturan hingga aku dapat menutup mataku dan memainkannya.
Aneh~ aku sama sekali belum pernah bermain lagu ini tapi terasa sangat hafal sekali bagiku. Kumainkan terus menerus hingga selesai.
Tepukkan tangan memenuhi ruangan ini, hingga saat ini aku belum menemukan Hyun Ah~. Aku turun menemui teman-temanku untuk kebelakang panggung.
“Pertunjukan yang bagus. Dari manakau dapat lagu itu??”, tanya Ji Hae dengan senyuman puas. Dia memegang biola tepat di sampingku tadi.
“Aku menemukanya!!”, jawabku seadanya.
“Hey, Leetuk. Sepupumu dari Rusia menemuimu!!”, ujar Kyuhyun sebagai pemengang clarinet. Sepupu?? Ah~ Hyeun Jae. Aku hampir melupakannya. Akupun langsung bergegas menemuinya di luar aula.
“Hallo Jung Soo.. sudah lama kita tak berjumpa.”, ujarnya sambil memakai senyumnya yang sama sepertiku. Ia mempunyai dekik sepertiku.
“Ya sepertinya!!”, aku menjawab dengan memeluk rindu kepadanya. Saat ku peluk rasanya seperti aneh. Aku merasa ada Hyun Ah~ ada disini memperhatikanku. Mungkin ini hanya perasaan saja.
“Bagaiamana kabar umma??”, tanyanya sedikit tersenyum.
Pikiranku masih tertuju ke Hyun Ah~, aku tak memperhatikan Hyeun Jae.
“Jung Soo… gwenchanayo??”, tanyanya sedikt heran.
“Akh~ mian Hyeun, aku akan segera kembali!!”, ujarku langsung pergi meninggalkannya.
Aku menyusuri koridor sekolah menurut instingku. Aku merasa Hyun Ah~ ada di sekitar sini tapi tak dapat kilihat. Pikiranku tertuju hanya padanya, hatiku terasa gundah sperti ada yang aneh disini. Kulangkahkan tujuanku ke kelas, terasa sepi karena semua murid sedang di aula. Aku berbalik. Tapi seketika itu juga aku melihat sesuatu di mejanya. Sebuah tipe-ex.
Kulihat ada tipe-ex dimejanya. Entah kenapa tanganku tak tinggal diam, kutuliskan sesuatu di mejanya.
Dimana kau Hyun Ah~??
Aku menatap tulisan putih itu di mejanya. Aku teriangat kembali dengan Hyeun Jae, kuberanjak tapi mataku masih mentap meja itu.
Aku tak percaya!! Ada tulisan yang timbul seperti corak dan hampir tak jelas yang bertuliskan.
Aku mencintaimu Leeteuk. Kau mencintaiku??
Aku langsung terduduk kembali di bangkunya. Kuambil tipe-ex itu untuk menjawbnya.
“Aish~ sial!! MACET!!”, gumamku kesal dengan mengocok-ngocok terus tipe-ex itu. Akh~ aku tak menjawabnya tapi aku membuat sebuah gambar dengan titik-titik yang kuhungkan membentuk gambar hati. Kubanting tipe-ex itu dan menunggu jawabannya hingga kurasakan mungkin aku telah tertidur.
***
Aku terjaga di pagi harinya dengan keadaan tak di kelas lagi melainkan di sebuah ruangan gelap. Suara bising mesin membuat pekak telingaku, aku teringat bahwa sekaranglah saatnya untuk di renovasi gedung sekolah ini. Aku ingin mencari Hyun Ah~ untuk ingin memberitahunya bahwa ini saatnya menyatakan kalau aku menyukainya, tapi di mana dia??
Kususuri lorong-lorong dengan menyelinap agar tak terlihat oleh para pekerja. Dengan melewati garis penghalang, besi-besi dan yang lainnya. Pikiranku membawaku ingin menuju gudang, tempatku bermain bersamanya. Kulewati para pekerja itu dengan sukses, tapi jalan menuju gudang belakang telah ditutup. Sial!! Akalku kini mulai bermain. Kupanjat tiang-tiang besi menuju jendela atas. Kupecahkan kaca itu dengan sikuku dan melewatinya, menyusuri tangga menuju bawah dan tepatlah di depan sana terdapat sebuah pintu besar yang bercorak tak asing lagi bagiku.
BINGO!!!
Kulihat semua alat-alat masik telah di pindah tapi, kenapa hanya piano saja yang tak di pindahkan??
Aku tak menunggu waktu lagi, langsung saja aku terduduk dan memainkan kunci-kunci yang sudah tak asing dan di luar kepala. Dengan nada dan kunci yang cepat tapi random membuatku tak mendengarkan bising yang sedang mendera untuk perenovasian gedung ini. Sedikit demi sedikit aku rasakan bahwa alat berat itu sudah mengrobohkan bagian depan gedung dan satu lagi dengan di pinggir kiriku. Aku makin memainkannya dengan cepat tanpa membuka mataku, dengan seperti inilah aku nyaman dan dapat cepat, tidak dengan membuka mataku. Hingga aku menyadari bahwa mesin penggaruk besar telah merobohkan gudang dan membuatku harus mengakhiri ini semua.
***
Terlihat berbeda, sangat berbeda membuatku ingin sekali tertawa jika bertabrakan. Kini aku mungkin di bilang tak terlihat dan dapat di tembus. Aku tahu, kini akau dan dia sudah sama. Menjadi penghuni untuk sekolah ini, menumbuhkan cinta yang sudah kami tanam, dan membuatnya bahagia tanpa panyakitnya lagi.
Kuselusuri koridor menuju kelasku. Kulewati semua insan di depanku dengan cara menembusnya, dan sukses membuatku tertawa kecil untuk kegelian yang kualami di perutku.
Aku buka pintu yang sedikit macet itu dengan susah payah dan hingga aku menemukan dia. Separuh hari dan diriku, kulihat ia menyambutku dengan senyumnya yang sudah kurindukan, dan sudah lama aku tak bertemu dengannya.
Aku tahu, kita berbeda, tapi perbedaan ini membuatku dengannya makin erat. Hyun Ah~ apakah perlu aku merubah margamu menjadi Park Hyun Ah~??
FLASBACK: OFF
***
Sutau hari nanti, aku ingin melihatmu bersamaku disamping seharian penuh.
Untuk mengabadikan senyummu disaat kau terpuruk ataupun tersenyum untukku.
Kethuilah, hatiku terbuka lebar untukmu, aku menunggu untuk saat itu tapi tak mampu.
Aku menemuimu dengan dunia berbeda, mungkin dengan cinta dan musi kita dapat bersatu.
Tapi ketahuilah.
Aku mencintaimu.
By: Hyun Ah~
***
http://www.youtube.com/watch?v=BtAtHreecck

Just Missedcall Part 2



“Teman sebagai umpan??” tanya mereka serempak dan menatap Eun Yoo penasaran.
“Ya, Gye adalah umpan mereka untuk memancing kita kesarangnya.”, jawab Eun Yoo dengan muka yang makin tak berekspresi.
“Kau merasa terbodohi tentang ini!!”, bentak Yesung yang langsung sembari pergi dengan membanting pintu rumah Hye-Na keras.
Semua yang ada di ruangan itu hanya dapat saling menatap heran kecuali Eun Yoo yang masih dengan tatapan kosong.
#########
Sudah hampir seminggu ini Yesung tak menemui Eun Yoo, setiap di sekolah, ia hanya dapat menghindar dan termenung sendirian di kantin ataupun di kelas. Di kelas, Yesung memang bintang kelas, tapi tidak lagi untuk masalah satu ini yang membuatnya down dalam pelajaran.
Sedangkan Eun Yoo, setelah Yesung membentak dan membanting buku itu. Dia hanya dapat berharap atas penerimaan maafnya pada Yesung. Dan juga sudah 3 hari ini dia sakit. Banyak kejadian aneh, dari berteriak setiap malam saat mendengar bell kecil berdentang keras di telinganya, tapi tak satupun orang yang dapat mendengarnya. Berteriak-teriak memanggil handphone ataupun Eun Ji. Selalu mual saat ada seseorang yang masih asing di dekatnya, dan selalu mengatakan. “Binatang menjijikkan apa yang ada di tubuhmu itu??”
Melihat kejadian itu, mereka hanya dapat menerima pasrah.
Sabtu siang saat pulang sekolah, Hye-Na berniat untuk menjenguk Eun Yoo yang masih terbaring di kasurnya lemah.
“Kau masih saja menggenggam buku itu, bisakah kau menaruhnya dan beristirahat??”, tanya Hye-Na yang agak kesal karena sejak sakit buku itulah yang di pegangnya.
“Handphone itu berdering kembali!!!”, ucap Eun Yoo bergetar dan serak.
“Mwo??” tanya Hye-Na memastikan.
“Korban selanjutnya akan berjatuhan!!”, lanjutnya lagi yang tak kalah bergetarnya dari kalimat tadi.
“Kurasa panasmu semakin naik. Akan aku ambil kompres untukmu dulu!!”, maklum Hye-Na.
“Jangan harap kau hidup, Hye-Na!!”, pekik Eun Yoo yang langsung membuat Hye-Na memnghentikan langkahnya keluar kamar Eun Yoo.
“Mwo??”, tanya Hye-Na yang sedikit geram mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Eun Yoo yang merasa tanpa harus di pikirkan dahulu sebelum ia lontarkan.
“Tak ada yang selamat tanpa Eun Ji!!”, lanjut Eun Yoo yang masih saja memakai tatapan kosong.
“Yah, yah, yah!! Terserah apa katamu. Aku tak peduli!!”, Hye-Na yang langsung saja menyelonong keluar kamar untuk mengambil kompres.
Hye-Na menunggu EunYoo di rumahnya. Orang tunya yang selalu saja mementingkan pekerjaan mereka tanpa menghiraukan anaknya kini, masih tidak tahu apa yang di alami oleh anaknya sekarang.
“Panasmu semakin tinggi, aku akan membawamu ke dokter besok. Sebaiknya aku akan izin ke Yoona ahjumma dulu. Oke!! Aku pamit pulang dahulu YA!!”, ujar Hye-Na sambil pamit pulang dan segera meminta izin ke Yoona ahjumma.

#########

“Cepat, berhentilah kau seperti itu!! Membuat semua orang ikut mual melihatmu!!”, ujar Hye-Na penuh emosi.
“Mereka membawa binatang menjijikan di sekujur tubuhnya… hoek.. huk… hoek…”, jawab Eun Yoo yang masih saja menutupi mulutnya untuk menahan mual yang ia tahan.
“Ayo cepat!! Itu dia ruangannya!!”, seru Hye-Na saat sudah hampir mencapai ruangan dokter yang sudah ia hubungi sebelumnya.
“Tunggu!! Aku makin.. hoek.. huk.. mual rasa..hoek…”, ujar Eun Yoo yang makin tak tahan.
KLEK!!
Dibukanya pintu itu tanpa di ketuk sebelumnya karena dilihatnya Eun Yoo yang makin tak kuat untuk menhan mualnya. Tapi tiba-tiba..
ZLEP!! ZLEP!! ZLEP!! KYAAAA!!!!! ZLEP!!!!!

YESUNG POV

Kemana dia?? Dasar! aku sudah menghubunginya dari tadi tapi tak juga datang! Awas kalau kau datang, jangan harap kau hidup nantinya. Kutendang sedikit ujung kursi yang sering ia duduki saat menghadap pasien. Tak lama saat, pintu itu terbuka dan terlihat seseorang yang kutunggu dari tadi.
“HEY!! SUNGMIN~AH!! Kau mau mati, Huh??”, camku geram saat kesabaranku sudah habis sambil mengenggam kerahnya kuat
“Hey tenanglah. Masalah disini sudah selesai karena aku sudah ada disini sekarang. Mari kita ke pokok pembicaraan!!”, ujarnya dengan wajah yang tak berdosa.
Cuih.. beraninya dia memakai tampang sok tak berdosa itu lagi. Tapi apa daya, hanya dialah orang yang kukenal sebagai dokter. Kurenggangkan genggamanku dan sedikit mendorongnya pelan.
“Oke, kalau begini kau dapat langsung ke inti masalahmu”, ujatnya lagi sambil membenarkan kerahnya.
“Bagaimana keadaan Eun Yoo??”, tanyaku agak ketus padanya.
“Baik, tapi hanya trauma sedikit.”, jawabnya enteng yang menuju kursi yang tadi kutendang.
“Jadi dia baik-baik saja??”, tanyaku lagi yang masih membelakanginya.
“Hampir dapat di bilang seperti itu.”, ujarnya lgi yang sudah memegang lembaran-lembaran di hadapannya.
“Kau..”, kalimatku terpotong saat seseorang mengetuk pintu, di persilahkannnya masuk dan seorang suster membawa tempat yang berisi gunting dan pisau bedah yang baru di sterilkan. Di taruhnya itu tepat di ujung mejanya.
“Terima kasih!!”, ujarnya sambil memakai senyuman sok mautnya pada suster itu. Dan seketika itu juga suster itu menatap malu dan pamit izin keluar. Huh, dasar playboy!!
“Playboy kelas teri..”, gumamku kecil.
“Bagimu!!”, sahutnya yang sudah memasang senyum mengejek.
“Sudah, cepat katakan. Apakah Eun Yoo baik-baik saja??”, tanyaku yang sudah makin naik darah.
“Aku tak tahu lagi, tapi sepertinya Eun Yoo lumayan juga.”, sindir Sungmin yang mencoba memancing amarahku yang sudah hampir meledak-ledak.
“Kau..”, aku memukul mejanya dan tak sengaja tanganku mengenai tempat yang berisikan pisau dan gunting bedah itu.
Saat itu jua pisau dan gunting bedah itu terlontar tepat saat seseroang membuka pintu.

ZLEP!! ZLEP!! ZLEP!!

ZLEP!!!

Pisau dan gunting bedah itu tepat menusuk dalam ke tubuh yang tak asing lagi bagiku, dan tepat pula hujaman terakhir di keningnya hingga ia membulatkan matanya dan memekik sedikit keras.
Seseorang yang bersamanya itu hanya dapat berteriak histeris melihat kejadian itu yang terjadi tepat di depan matanya.
“EUN YOO!!!!”, teriaku yang masih kaku akibat shock.
Tubuh yang terkena hujaman dengan cepat itu langsung ambruk ke depan dan membuat tusukan itu makin menusuk kedalam. Hunusan di kepalanya kini sudah dapat dilihat menyembul keluar bersama darah yang bersamaan keluar dengan hunusan itu.
“KYAAA!!!”. teriak seserang yang datang bersamaan bersamanya. Hye-Na.
Kuhampiri tubuh penuh darah itu, Sungmin yang menatap itu hanya dapat menganga dan membulatkan matanya tak percaya.
“Eun Yoo!!”, ucapku tak percaya.
“EUN YOO!!!!”, teriakku habis kesabaran dengan menguncang-guncangkan tubuh merahnya.

YESUNG OFF

Acara pemakaman berlangsung agak tersedat karena orang tua Eun Yoo masih dalam perjalanan dan cuaca yang benar-benar tak mendukung. Hujan lebat yang menerjang itu menyatu dengan air mata yang berkabung di pemakaman itu. Kedua orang tua Eun Yoopun tidak sedikitpun menitikkan air matanya, padahal mereka hanya memepunyai satu anak dan Eun Yoolah pewaris perusahaan mereka.
Hye-Na yang masih saja di pemakaman itu beserta Leeteuk, Kyuhyun dan Yesung hanya dapat menerima takdir dan sedikit mempercayai buku yang masih di genggam erat oleh Yesung.
“Buku jahanam!!!”, teriak Yesung histeris dengan air mata masih membasahinya pipinya.,
“Ini takdir kita, roda masih berputar. Kita takkan menghentikannya tanpa gesekan ataupun rem. Kita harus memutarkan roda kehidupan kita sendiri, maka kita harus menerima dengan ikhlas!! Kita harus mengakhiri ini semua sebelum roda berhenti!!”, ujar Leeteuk mantap yang sama-sama merasa kehilangan dengan semua ini.
“Maaf Eteuk, aku tak dapat menerima ini. Aku tak mau ikut campur dengan ini. Ini adalah omong kosong! Sebaiknya aku akan pergi sekarang ke Canada untuk melanjutkan studyku.”, ujar Yesung lemas dan berlajan menjauh.
“Kau itu adalah manusia terlemah Yesung!!”, teriak Hye-Na getir. “Eun Yoo sudah bersusah payah untuk mencoba menyelamatkan kita tapi kau membalasnya seperti ini. Kau salah!! Kau salah! Kau akan membuhnunya lebih dalam dari apa yag telah terjadi ini semua!!”, teriak Hye-Na dengan bercucuran air mata. Yesung yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menatap Hye-Na.
“Pecundang!! Kau laki-laki atau bukan?? Kau kenal balas budi atau tidak?? Dan kau.. kau kenal cinta tulus atau tidak??” tanya Hye-Na yang bertubi-tubi seakan-akan menghujami banyak belati ke jantung dan harga diri seorang Yesung.
Yesung yang mendengar itu hanya dapat menaharan amarahnya dengan sindiran panas tadi. Dengan cepat, ia berbalik lagi menjauh dari pemakanman itu dan menghilang bersama hujan yang masih saja menghujam keras.


#########

HAN HYE GYE POV

Pusing. Berat. Argh~
Kucoba buka kelopak mataku yang masih tertutup rapat. Aku tak ingat apapun yang terjadi, kubuka sedikit demi sedikit mataku ini dan terlihat sekelilingku yang gelap.

KLIK!!

Dengan segera keadaan di sekeliling menjadi terang benderang. Mataku yang masih tak tahan dengan cahaya yang benderang ini hanya dapat ku kerjapkan sesaat.
“Bagaimana keadaanmu Gye~nie??”, tanya seseorang yang langsung menghampiriku. Eun Yoo!!
“Hah?? Eun Yoo, sedang apa kau disini??”, tanyaku heran.
“Ayo cepat, kita harus keluar dari sini!!”, ujarnya lagi sambil membuka ikatanku erat ini. Kaki dan tanganku diikat dan terduduk di lantai bersandarkan sebuah karung yang berbau aneh.
Setelah semua terbuka Eun Yoo langsung menarikku entah kemana. Diruangan ini sungguh berbau aneh dan kotornya yang terampukan walau memakai pembersih apapun. Ruangan apa ini??
Eun Yoo membuka salah satu pintu tepat di ujung ruangan ini.

KLEK!!

Eun Yoo menarikku untuk kedalam ruangan gelap yang barusan di bukanya.
“Kita akan kemana??”, tanyaku padanya yang dari tadi tak memberi penjelasan sedikitpun.
“Aka keluar dari sini!!”, jawabnya tanpa menoleh sedikitpun, cahaya yang remang membuatku harus terserok-serok untuk berjalan dengan jalan yang sedikit berbatu dan benda-benda yang tercecer.
Genggaman tangan Eun Yoo semakin kuat, tangannya bukan semakin hangat, melainkan semakin dingin dan sedingin es. Aku masih di tariknya menuju entah kemana dan tak satupun pintu ataupun cahaya yang akan kami tuju.
“EUN YOO!!!!”, terikakku sambil melepas genggamannya. “Jelaskan padaku dahulu!!”, ujarku sedikit membentak dan mencoba melihat wajahnya yang tak terlalu jelas.

KLIK!!

Ruangan yang sedang kupijak kini terang bernderang, kemenatap sekeliling untuk memastikan dimana aku berpijak dan kulihat kembali Eun Yoo
“KYA!!!!”, teriakku saat mendapat Eun Yoo bukanlah Eun Yoo yang kukenal melainkan seperti mayat hidup penuh nanah dan darah di sekujur tubuhnya, binatang-binatang kecil menjijikkan berapa penuh di tangan dan kakinya yang semakin parah akibat borok yang luar biasa menjijikkan dan bau.
Dengan kilat aku langsung menhindar darinya, Eun Yoo yang maish aku tak percaya seakan-akan menggapai-gapai seperti meminta tolong padaku.

BUGH~!!!!

Terasa badanku menghantam sesuatu yang seiring dengan bau anyir tak termaafkan. Kutoleh arah belakangku dan terdapat sesosok yang sama seperti Eun Yoo yang aku sudah hilang kepercayaan. Aku baru menyadari bahwa ruangan ini penuh dnegan sosok menjijikkan seperti ini!
“Selamat datang saudara Hye Gye~!!”, ujar seseorang yang masih membelakangiku. “Maafkan saya jika ini membuat anda sedikit terkejut dengan hadiah pembuka dari saya yang masih ala kadarnya”, ujarnya lagi yang masih tak membalikkan badannya.
“Siapa kau!!”, tanyaku yang sedikt bergidik dengan susah payah karena sosok menjijikkan ini seperti menggapai-gapai dan menginginkanku.
“Maafkan atas kelancanganku saudari Hye Gye untuk keteledoranku ini. Perkenalkan saya adalah Choi Siwon, senang berjumpa anda disini!!”, jawabnya dengan memutar balikkan badannya.
“Choi Siwon??”, tanyaku lagi, seumur hidup aku tak pernah mempunyai teman atapu kenalan yang bernama sepertinya.
“Oh~ dia belum memberi tahumu rupanya. Baiklah~”, ujarnya sambil menghembuskan nafas dan sedikit membetulkan jasnya. “Saya akan menjelaskan dengan perlahan-lahan dan bertahap”, ujarnya lagi dengan senyum sinis terlihat di ujung bibirnya.
Aku yang masih tak mengerti hanya ikut memandangnya sinis.
“Oh~ ya, kemarilah saudari Hye Gye, akan saya tunjukkan sesutau sedikt diluar sana dan seseorang yang kurindukan.”, ujarnya membersilahkan untuk mendekat dan salah sesosok mejijikkan itu datang membawa kursi. Nanah di tangannya menempel di ujung kursi yang di pegangnya yang membuatku langsung menahan mual untuk melihatnya begitupun untuk medudukinya.
“Kemarilah saudari Hye Gye!”, perintahnya sedikit melambai menggunakan bahasa isyarat untuk mendekat.
“SHIREO!! Berikan kebebasanku!!”, teriakku sedikt menggeming diruangan yang makin berbau anyir, adakah seseorang yang kuat dengan bau seperti ini?? Aku yang sudah seperti ini harus menahan nafas dalam-dalam tidak untuknya.
“Cepat kesini atau aku tak segan-segan untuk membawamu secara paksa!!”, perintahnya sedikt bernada dan berlogat keras, hal itu tak menggoyahkan pendirianku untuk meminta kebebasanku.
Aku melipatkan tanganku di depan dada dan memakai tampang menangtang.
“BAWA DIA!!”, perintahnya kepada sosok-sosok menjijikan itu. Beberapa sosok bernanah itu perlahan mendekatiku yang berjarak sekitar 7 meter, aku yang bergidik melihatnya bercampur jijik melangkahkan kakiku mundur perlahan tapi lagi-lagi aku tak menyadari bahwa di belakangku juga ada sosok bernanah dengan cepat memegang pergelangan tanganku.
“LEPASKAN!!”, teriakku berontak, terasa sesuatu basah dan lengket di pergelangan tanganku. Aish.. sungguh menjijikkan, dengan sekuat tenaga aku memberontak tapi kekeuatan yang mereka miliki dan kekutaanku yang makin menipis sepertinya sangat kecil untuk dilumpuhkan. Aku didudukkan dengan paksa dan didikat kembali menggunakan tali dan mulut yang ditutup kain.
“Yeoja pintar, aku salut padamu!!”, ujarnya menyindir tepat di telingaku, lagi-lagi aku harus memberontak!! Kakiku yang tak terikat langsung mencoba menedang kakinya yang tak jauh dari kakiku. Ia mengerang kesakitan dan segera memberikan perintah untuk mengikat kakiku juga.
“Ehm.. ehm… ehrlkk.. emhmmm..”, ujarnku yang tak jelas karena mulut yang bertutup.
“Tenanglah yeoja manis, ini bukan apa-apa.”, sahutnya sedikt mengelus rambutku dan tersenyum jahat. Ingin sekali aku menggigit atapun menampar dan membuhnya!!
“Baiklah yeoja yang tak sabaran, mari kita mulai dari pembukaan.”. Sosok yang bernama Choi Siwon itu langsung memutar kursiku menatap tembok putih berhsih di bali tubuhku, dipasangnya seperti LCD dan terlihatlah suatu gambar yang disana terapat diriku terduduk di taman kecil yang sudah tak asing bagiku karena taman itu terletak dekat rumahku. “Nikmatilah pertunjukan ini Hye Gye~!!”, sahutnya sembari duduk juga di sampingku dan menatap nanar padaku! Cuih, ingin aku meludahi wajahnya yang membuatku mual.

HAN HYE GYE POV: OFF

#########

“Dimana buku itu??”, tanya Hye-Na sambil mencari-cari di bagian kamar Eun Yoo.
“Bukannya di Yesung??”, jawab Kyuhyun menebak.
“Aish.. Ayo antarkan kau sebelum ia membakar buku itu!!”, seru Hye-Na cepat-cepat.
“Nanti sajalah, kau tidak melihatku sedang sibuk??’, tolaknya halus.
“SIBUK??”, tanya Hye-Na spotan.
“Sebentar-sebentar, aku sedang berhadapan dengan rajanya!! AK~ oash… “, seru Kyuhyun yang larut dengan permainan gamenya.
Hye-Na yang makin kesal dengan tingkah couplenya itu langsung mendengus kesal dan menyambar jaket hangatnya dan langsung membanting pintu keras dengan penuh kesal.
“Yeoja selalu tidak sabaran~”, gumam Kyuhyun dengan masih menatap seru ke laptopnya.

#########

HAN HYE NA POV

Kubanting keras-keras pintu itu, entah apa masih mengait di engsel pintunya atau tidak. Selalu begitu, laki-laki tak perah berkompromi. Kulangkahkan kakiku sedikit tergetar karena udara malam yang begitu menusuk, aku memang belum lulus ujian menyetir jadi aku juga belum mempunya SIM untuk mengemudi mobil, ya apa kata dunia. Terpaksa jalan kaki sempoyongan dah.. Hufft..

SREK!!! SREK!! SREK!!..

Langkah kaki yang kesal menemani malam sunyi seperti ini. Sedari tadi, setiap ada kerikil ataupun batu aku menendangnya kesal.
“BABO~!!! Ada saja lelaki seperti dia. Sudah malam seperti ini masih saja tak mengerti apa bahaya seorang yeoja sendirian di malam hari. Argh~!!!”, gumamku sembari menendang kembali kerikil kecil itu.
Kini aku menelusuri taman kecil berhiaskan lampu taman yang berbentuk aneh seperti itu. Masih ada saja gaya kuno ini, benar-benar membuatku seperti mati kuno. Huh!
Belum beberapa saat aku meningalkan taman itu, lampu taman kini menjadi remang-remang. Suasana seperti ini membuatku bergidik ngeri. Tanganku kini sudah memegang tengkuk yang sudah dingin akibat bergidik ini. Aish. masih percaya saja dengan hantu. aku melangkahkan kembali lagi kakiku, tapi entah kenpa kepalaku dengan rileks menoleh kebelakang sesaat dan di bangku taman itu terdapat seseorang yang tak asing lagi bagiku.
“Gye~nie??”, pekikku saat melihatnya sedang terduduk diam menatap lurus.
Jarakku dan dia memang jauh, aku sudah ada di ujung taman sedangkan bangku yang ia duduki di ujung arah berlawanan denganku. Aish.. apa memang benar dia?? Aku tak dapat melihatnya dengan jelas karena penerangan lampu taman yang makin redup. Makin penasaran, aku melangkah menuju kursi itu, kini aku berbalik arah kembali.
“Gye~nie??”, tanyaku saat sudah berjarak 1 meter.
Dia tak merespon sedikitpun tentang perkataanku. Wajahnya tak dapat kulihat karena kini ia sudah menundukkan kepalanya, hingga kesabaran dan penasaran aku langsung mendekatinya. Tapi, belum sempat aku ingin melihat wajahnya. Dia langsung mengangkat wajahnya dan..
“Aaaa..!!”, teriakkan histerisku langsung terlontarkan. Bagaimana mungkin. Aku percaya ia Gye~nie. Adikku yang kusayang dan satu-satunya adikku yang bandel. Kini ia sudah menjadi seperti itu?? Wajahnya penuh dengan luka, goresan benda tajam memenuhi wajahnya. Kini mataku sudah dapat melihat sekujur tubuhnya yang makin bayak mengeluarkan darah. Makin lama, tubuhnya makin tak berbentuk dnegan banyak goresan memenuhi tubuh adikku.
Rasa takut dan shockku makin menyeruak, kakiku tak tahan lagi. Dengan keberanian yang tinggal sedikit aku langsung dan berlari. Terkadang aku menjerit kecil dan berteriak minta tolong untuk suasana seperti ini. Tidak, dia bukan Gye~nie adikku, yang lucu, imut, polos. Dia bukan adikku!! Dia bukan adikku!!!.
Makin cepat aku berlari, kini aku sudah dapa melihat rumah Yesung. Makin cepat aku berlari hingga tak tahu apakah jantungku masih berdetak atau tidak akibat detakan jantung yang makin tak karuan.
Nafasku kini makin tersenggal-senggal. Huh,, huh,, huh,,, ya tuhan. Aku tak percaya. Apa tadi Gye~nie atau tidak. Dia bukan Gye~nie!! BUKAN!!
Masih dengan nafas tersenggal-senggal aku langsung mengetuk pintu rumah itu. Rumah besar dan bergaya kuno ini membuatku makin bergidik. Asih.. kuketuk lagi pintu itu karena terlalu lama tak di buka kembali.
Akhirnya!! Akhirnya pintu itupun terbuka kembali tapi kini bukan Yesung yang membukanya, tapi..
“Aaaa….!!”, jeritan histerisku kembali terlontar. Makhluk buruk rupa itu kini sudah ada di depanku. Seperti mayat hidup. Pucat, banyak goresan kulit robek di wajah dan sekitar tubuhnya, tapi kali ini berbeda. Bukan darah yang keluar. INI NANAH!!
Aku yang masih berteriak ini langsung berjongkok dan merengkuh kepalaku takut.
“HEY!!! Gwenchanayo??”, tanya seseorang yang langsung mendorong-dorng tubuhku. Jeritanku makin nyaring, dan pertanyaan yang sama terulang kembali. Pikiranku hancur kali ini.
“HEY!! INI AKU YESUNG!!”, jeritnya tak kalah keras dari jeriatanku tadi.
“Mwo??”, tanyaku langsung mendangak melihat seseorang mengakuYesung itu. Dan benar, dia Yesung. Aku yang masih agak takut dengan tadi langsung melempar padang ke semua arah untuk berjaga-jaga apakah itu benar atau halusinasi.
“Ada apa kau malam-malam seperti ini datang ke rumahku??”, tanyanya sedikit bingung yang melihatku terengah-engah seperti ini. “Asih.. cepat masuk!!”, ajaknya dan langsung menutup kembali pintu itu.
Aku di dudukkan di kursi yang masih juga bergaya kuno itu. Dengan tangan bergetar, pikiran shock aku mengigau kata-kata yang aneh-aneh.

HYE NA POV OFF

Hye-na terduduk dengan tangan bergetar, seperti orang linglung. Kata-kata tak jelas selalu terlontar dari bibir mungilnya. Yesung yang masih heran itu, mencoba menenangkan dengan memberikan air putih.
“Minumlah!”, perintah Yesung sambil menyodorkan air itu. Hye-na meraih itu masih dengan tangan gemetaran, sebisa mungkin ia menegul air itu dengan susah payah. Yesung yang melihat ekspresi Hye-Na seperti sudah baikan langsung membawanya ke inti pembicaraan.
“Ada apa denganmu tadi??”, tanya Yesung dengan sedikit lembut agar Hye-na dapat menjawab apapun yang dapat ia jawab.
“Gye~nie…. Gye~…. dia.. dia..”, jawab Hye-na terbata-bata.
“Ada apa dengannya??”, tanya Yesung makin penasaran.
“Dia.. dia..Aaa…”. Hye-na langsung menjerit kembali. Dia masih tak percaya dengan apa yang ia lehat tadi. Benar-benar bukan Gye!!
“Ssssttt… sssst.. diamlah~ Ini sudah malam.”, ujar Yesung menenangkan dengan merangkul Hye-na agar sedikit tenang. “Kemana Kyu?? Larut malam seperti ini memangnya dia tak tahu dengan keadaan Hye-na seperti ini??”,batin Yesung yang masih merangkul Hye-na yang seperti anak kecil tertinggal ibunya.
Dengan susah payah Yesung mencoba mengambil handphone yang terletak tak jauh darinya. “Aish..”, ujar Yesung gemas saat handphonenya selalu meleset. Pelan-pelan Yesung membuka rangkulannya dan langsung mengambil handphonenya. Ditekannya tombol-tombol itu sesuai dengan nomor yang sudah di luar kepala.
“Yeobboseo!! Kyuhyun~ah!! Apa yang sedang kau lakukan?? Hye-na seperti ini kau masih saja enak bermain pastinya. Cepat kesini, sebelum Hye-na semakin menggila!”. Yesung langsung memutuskan hubungan itu. Dilihatnya Hye-na masih bergetar, Yesung yang tak tahu apa-apa yang telah terjadi hanya dapat menenangkanya dengan rangkulan tersebut.

#########

“Apa yang terjadi??”, tanya Kyuhyun langsung mendekap Hye-na dalam pelukannya.
“Apa yang kutahu?? Itu juga salahmu, membiarkan dia keluar sendirian.”, jawab Yesung enteng dan langsung berpindah tempat.
“Hye-na?? Ada apa denganmu?? Gwenchanayo??”, tanya Kyuhyun yang memegang pipi Hye-na agar dapat menatapnya lekat.
Dilihatnya tatapan Hye-na yang kosong, di penuhi dengan emosi dan kesedihan.
“Dia, dia.. dia.. DIA BUKAN ADIKKU!!!”, jerit Hye-na yang makin emosi.
Kyuhyun yang sedikit terperanjat kaget dengan teriakan itu langsung mendiamkannya dengan memdekap kembali kepala Hye-na.
“Aku akan membawanya pulang!!”, ujar Kyuhyun habis pikir.
“Andwe!!”, ujar Hye-na yang langsung berpaling ke Yesung. “Dimana?? Dimana?? Dimana buku itu?? Dimana handphone itu, huh??”, tanya Hye-na ke Yesung seperti bertumpuk-tumpuk.
“Ada.. ada… di kamarku!!”, jawab Yesung gelagapan saat Hye-na memintanya dengan sujud-sujud di depannya.
Hye-na langsung berlari ke arah kamar Yesung. Hye-na mengobrak-abrik kamar Yeusng demi menemukan buku dan handphone itu. “Dimana??”, tanya Hye-na sedikit terpekik. Kyuhyun yang melihat Hye-na seperti orang gila itu hanya dapat menahan batin yang sudah tak terima ini. Yesung cepat-cepat menuju lemari kamarnya. Diambilnya buku usang dan handphone itu. Di berinya dengan tangan gemetaran. Tanpa ucapan terima kasih, Hye-na mengambil buku itu dan terduduk di tepi kasur empuk milik Yesung. Sebenarnya Yesung sangat tak suka melihat kasur empuknya di duduki seseorang selain Eun Yoo seorang, tapi apalah. Kali ini keadaan berbeda. Yesung menepuk pundak Kyuhyun dan memberi isyarat untuk menenangkan Hye-na di kamarnya sedangkan dia akan menunggunya di luar. Mungkin saja hal ini akan membuat Hye-na makin membaik.
Kyuhyun mengangguk mantap, ditinggalkannya Kyuhyun dengan Hye-na di kamarnya. Hye-na yang masih terpaku dengan tangan memegang buku usang dan tangan kiri memegang handphone yang membuatnya menjadi seperti ini.
“Hye-na?? Mari, berikan buku itu padaku. Kita pulang ya~!!”, perintah Kyuhyun dengan menjulurkan tangannya mencoba mengambil buku itu dari ganggaman tangan Hye-na yang bertatapan kosong itu.
“SHIREO!!”, Hye-na berteriak sesaat setelah Kyuhyun sukses menyentuh buku itu. Hye-na langsung membuka buku itu, dan di bacanya buku yang hampir tak terlihat tulisanya karena terlalu usangnya. Kyuhyun yang mengalami dejavu seperti Eun Yoo saat itu sebelum mati mengenaskan.

#########

HAN HYE GYE POV

“Bagaiaman tentang filmnya?? Sepertinya ini film Box Office yang akan laku di pasaran nantinya!”, ujarnya enteng yang tanp aberfikir dahulu untuk mengatakannya. Dasar keparat!! Bocah tengik!!
“Apakah dia tidak apa-apa??”, tanyaku dalam hati, mulutku yang masih di dekap seperti ini mana mungkin bisa untuk berbicara.
“Hye-na maksudmu??”, tanyanya yang sama sekali tak kuberi tahu sedikitpun tadi. “Tenang saja, kali ini dia akan bernasib sama dengan Eun Yoo~ temanmu yang selalu ingin tau dan bawel seperti itu~ membuatku ingin membunuhnya!”, jawab Siwon dengan nada aneh dan membuaku harus membulatkan mataku!
“Hah?? Ada apa dengan Eun Yoo??”, tanyaku dalam hati. Tapi kali ini dia tak menjawab dan berdiri menjauh dariku. aku mencoba berteriak memanggil namanya tapi ia tak menhiraukan diriku dan meninggalkanku sendiri.

HAN HYE GYE POV: OFF

#########

“Hye-na ayo kita pulang”, ajak Kyuhyun yang sudah beribu-ribu kali terlontarkan hanya untuk mengajak Hye-na pulang.
Hye-na tak sedikitpun merespon kata-kata Kyuhyun, tapi dengan sabar Kyuhyun menunggu.
TOK!! TOK!! TOK!!
Yeusng memasuki kamarnya dangan hati-hati agar tak mengganggu Kyuhyun dan Hye-na. Kyuhyun langsung berdiri dan begitupun Hye-na, Kyuhyun tersentak kaget saat Hye-na baru merespon apa yang terjadi.
“Aku harus pulang, hari ini ada ulangan kimia bukan?? Ayo ppali!!”, ujar Hye-na dengan senyuman yang khas ia pakai kalau sedang moodnya membaik, Kyuhyun dan yesung hanay dapat menaikkan bahu dengan perubahan kilatnya. Dengan senyuman gembira mereka keluar dan segera bersiap untuk sekolah.
“Kau tau apa yang terjadi padanya??”, tanya Yesung pada Kyuhyun yang sedang menyusuri jalan setapak menuju sekolah.
“Tidak, sepertinya ada perubaha yang harus kita rubah untuk semuanya~!!”, jawab Kyuhyun pendek sambil menatap Hye-na yang sudah di depan melambai-lambai mengisyaratkan untuk cepat-cepat.
“Ya, sepertinya. Iini untukmu bukan untukku dan Leeteuk nantinya, hey bagaiamana kabar Leetuk?? dia tak pernah memperlihatkan batang hidungnya sedikitpun.”, ujar Yesuh sedikt menoleh-noleh.
“Dia anak rajin, pastinya sudah di sekolah tentunya, hahah..”, jawab Kyuhyun yang asal menebak untuk hari yang berubah dari hari-harinya belakangan ini.

#########

Leeteuk, Hye-na, Kyuhyun, dan Yesung duduk di bangku kantin tepat di ujung. Mereka masih menikmati perubahan Hye-na yang sudah speerti kembali tanpa mengenang Gye~ nie ataupun Eun Yoo. Tidak untukLeetuk dan Yesung yang sedikt tenggelam dengan bayang-banyang couple mereka yang masih ia rindukan.
“Drrt.. drrt… drrrt..”, tak jauh dari mereka Eun Ji terduduk dengan tatap kosong dan membiarkan hanphonenya berdering tanpa menghiraukanya hingga semua orang yang melewati didepannya hanya memandangnya heran.
Tatapan mereka berempat teruju langsung ke Eun Ji~ dilihatnya Eun Ji seperti menatap nanar pada mereka tapi masih memancarkan seperti meminta bantuan.
“Apakah kita bisa kembali kekelas sekarang??”, tanya Hye-na bernada bergidik sambil mengusap tengkuknya.
“Ya, tentu saja”, jawab mereka serempak.

#########

“Yesung!! Jangan lupa, pulang sekolah kau akan beratih soal-soal. Aku akan menangtangmu saat olimpiade besok!!”, ujar Chul Yan memperingatkan.
“Ya, tentu saja. Apakah kita langsung ke laboratorium sekarang??”, tanya YEsung sedikt menantang.
“Dengan senang hati, sebelumnya aku akan memanngil Dong Hae sesangnim sebentar.”, ujar Chul Yan sembari pergi ke ruang guru.
“Hey~ kau akan jadi menguji bersam Chul Yan??”, apa akau sanggup??”, tanya Leetuk tak kuasa menahan tawa kalau seoarang senior bernama Chul Yan yang kepintarannya tak terlampaui melawan Yeusng yang memang juara kelas tapi baru-baru ini. 
“Yups, tentu saja. Dia membuatku makin rajin untuk belajar dan mengalahkannya. Whoah~ ini adalah impianku sejak mengeal dan mengetahui kepintarannya!!”, jawab yesung sambil berangan-angan.
“Aish.. okelah aku tak dapat berbuat apapun kecuali menyemangatimu. Kalau sudah menang, traktirlah diriku ini!!”, ujar Leetuk menggoda.
“Aku akan menraktirmu tapi setalhnya kau yang bayar oke~!!!”, jawab Yeusng dengan mengacungkan jempolnya.
“Yah itu sama ajjah bayar sendiri-sendiri!!!”, ujar Kyuhyun. Hye-na, dan Leetuk hampir serempak!!
“Hahaha, oke!! Aku harus ke laboratorium. Sampai jumpa!!”, ujar YEsung dengan melambai-lamabai dan menghilang menuju ruangan laboratorium.
“Kita akan kemana hari ini??”, tanya Leeteuk sambil melipat tangannya di atas kepala, dan berjalan menyusuri koridor sekolah.
“Aku akan tertidur tak bangun sebelum besok, karena besok adalah PWku!!”, ujar Kyuhyun sambil merenggangkan otot-ototnya dengan melebarkan tangannya. (PW baca: Perebutan Wilayah dalam permainan Perfect World, salah satu game online kesukaan author heheh… Readers: Kagak nanyak!!)
“Kau pikirannya hanya itu saja!! Sudahlah sepertinya kita harus pulang kerumah masing-masing!”, sahut Hye-na sebal saat mendengar Kyuhyun selalu memirkan permainannya.

#########

“Drrt… drrt…ddrrttt.. drrt,,”, berkali-kali handphone Yesung yang tertinggal di laboratorium bergetar pertanda panggilan masuk. Chul Yan yang sedikit terganggu mencoba untuk memindahkan letak handphone itu di tempat yang dapat meredam getaran. Dong Hae sesangnim masih tenang dengan menuliskan soal-soal yang akan di kerjakan oleh Yesung dan Chul Yan, Yesung yang belum jua keluar dan kamar mandi membuat handphonenya terus menerus bergetar.
“Angkatlah, atau matikan saja!!”, perintah Dong Hae sesangnim kesal yang telah mengganggu konsentrasinya.
Chul Yan bukannya mematikan malah mengangkatnya dan detik itu jua ia mendengar suara hunusan pisau yang sanagt jelas terdengar di telinganya. Mungkin hunusan itu sangat keras terdengar hingga Dong Hae sesangnimpun yang sedang menulis soal itu menoleh arah Chul Yan yang menerima panggilan itu.
Chul Yan menerima panggilan itu seketika langsung membulatkan matanya, di lepasnya handphone itu perlahan dan tepat disaat itu sebilah pisau sudah menancap di telinganya. Darah bermuncratan dan tubuh Chul Yan pun langsung ambruktepat saat Yesung memasuki laboratorium setelah dari kamaer mandi.
“CHUL YAN!!”.
TBC~!!

Aduch, sory banged baru ngelanjutin cz dari kemaren udah di ajar ama MTK!!! Yang dari bimbingan, tes, ulangan, sampai hukaman MTK gw dapet semua… kekek.. (ketahuan BABONYA!!) kekke… udahlah, alhamdulillah udah ke postingkhan.. mana yang internet kagak bisa di ajak kompromi… gw banting2 hancur tuch internet. jiakakka…. OK!! Komentnya yow chingu~ gomawo.. 

Kamis, 17 Februari 2011



Super Junior (SuJu) adalah salah satu boyband asal Korea yang sedang digemari dan menjadi idola khususnya para remaja putri. Konser yang mereka gelar selalu dipenuhi penonton termasuk di Singapura.
Saat para idolanya ini sedang berada di luar panggung pun para fans langsung menyerbu para personel boyband yang lebih akrab disebut SuJu ini. Hal itu terjadi saat para penggemar pelantun 'Bonamana' ini mendatangi bandara Changi saat Suju ke Negeri Singa pada 28 Januari lalu.
Mereka sangat antusiasme melihat para bintang idolanya. Begitu melihat para personel boyband yang mulai aktif di industri musik Korea dari tahun 2005 ini, mereka langsung mengikutinya dengan menggunakan mobil lain sampai hotel. 

Karena hebohnya, tabrakan pun terjadi. Tabrakan itu melibatkan tujuh mobil. Untungnya tidak ada yang terluka dalam kecelakaan itu termasuk dua personel SuJu, Leetuk dan Heechul. 

Setelah kecelakaan itu, dua personel boyband akhirnya menceritakan pengalaman mereka soal insiden naas tersebut. Dalam wawancaranya Heechul mengatakan kecelakaan itu membuat dirinya teringat masa lalu.

"Saya kesakitan. Itu sangat mengerikan, dan saya pernah mengalami hal itu sebelumnya," kata Heechul dalam wawancaranya seperti dikutip dari HelloKPop, Rabu 2 Februari 2011. 
Heechul menambahkan dampak kecelakaan itu membuatnya tak bisa tidur dalam mobil. Ia mengaku tak bisa menekuk kakinya dengan baik. Tetapi, mereka tak pernah mengeluh karena sadar itu adalah konsekuensi yang harus  mereka terima sebagai selebriti. Hanya saja, ia juga mengkhawatirkan hidupnya.

Pada Agustus 2006 lalu, Heechul juga sempat mengalami kecelakaan usai menghadiri acara pemakaman ayah Donghae, salah satu personel SuJu lainnya. Tahun 2007, giliran SuJu yang mengalami kecelakaan. Sehingga wajar kalau mereka merasa trauma dengan peristiwa kecelakaan yang baru saja mereka alami.

"Jadi saya berharap tidak terjadi lagi peristiwa ini di masa depan. Kita sepakat bahwa penggemar tidak harus menguntit Kpop Idol seperti itu lagi karena berbahaya," pesannya. (umi)

Super Junior Siap Beraksi di Timur Tengah



Leeteuk, pentolan boyband Korea, Super Junior, baru-baru ini menyatakan ingin penampilanya bersama teman satu grupnya bisa dinikmati masyarakat dunia. Dan harapan Leeteuk sepertinya akan segera terwujud.

Penggemar Super Junior kini tersebar tak hanya di Asia saja tapi juga di seluruh dunia. Dan tahun ini pun pelantun 'Sorry Sorry' ini telah mendapatkan pengakuan dari penggemar musik di seluruh dunia.

Seperti dikutip dari allkpop, Rabu 16 Februari 2011, boyband yang kini beranggotakan 10 orang itu akan tampil dalam program acara televisi Arab garapan Raya Abirached. Acara itu bernama 'Scoop'.

Menurut halaman Wiki Abirached's, Scoop adalah acara hiburan paling terkenal di Timur Tengah. Abirached, seorang presenter TV Lebanon-Inggris, sangat terkenal di Timur Tengah. Ia salah satu jurnalis Arab pertama yang mewawancarai bintang Arab (Omar Sherif, Ragheb Alama) serta bintang musik top seperti Beyonce, Mariah Carey, dan Shakira. 

Tak hanya itu, ia juga berhasil mewawancarai aktor dan aktris terkenal dunia mulai dari Tom Cruise, Angelina Jolie, George Clooney, Julia Roberts, Brad Pitt, Nicole Kidman, Clint Eastwood termasuk juga bintang olahraga dan berbagai model fashion. 

Dia juga pernah terlibat kerjasama dengan Justin Bieber, Sarah Jessica Parker, Paris Hilton, Michelle Williams serta Ryan Gosling . Abriached juga menyelenggarakan kompetisi American Idol di Dubai dan co-presenting Qushay Kheder Arab's Got Talent.

Di Twitternya, Abirached mengatakan akan membawa boyband tersebut dalam acara 'Scoop' pada bulan April mendatang. 

"Kini dunia hiburan di Korea sedang membanggakan kesuksesan Super Junior yang tengah populer, tak hanya di Asia tapi juga di seluruh dunia," katanya dalam akun twitter pribadinya.

Super Junior M Rilis Teaser TOO PERFECT



inilah comeback yang ditunggu-tunggu, namun sabar, kali ini Super Junior M baru merilis teaser Too Perfect, dan belum secara resmi merilis album.
TOO PERFECT sendiri adalah album comeback dari Super Junior M, sub unit dari boyband Super Junior yang fokus utama mereka adalah pangsa pasar China.
Tampaknya musik video kali ini bakal menyuguhkan visual efek yang cukup banyak. Dengan gaya berpakaian yang stylish memadukan gaya baju serta topi unik mereka, comeback anak-anak ini tampaknya siap memuncaki chart musik Korea.
Inilah dia teaser lagu mereka:

Rabu, 16 Februari 2011

Potongan Gambar Saat Leeteuk dan Eunhyuk Menjadi Cameo di Dream High




Akhirnya, potongan Eunhyuk dan Leeteuk yang menjadi cameo di KBS Dream High telah terungkap.

Keduanya berpartisipasi dalam episode ke 12 , dan berperan sebagai diri mereka sendiri dan mereka bertugas menjadi DJ di Radio KBS FM, “Super Junior’s Kiss the Radio (89.1 MHz).”. Ceritanya, Hyemi dan Pilsook menjadi bintang tamunya

Perwakilannya mengatakan”Leeteuk dan Eynhyuk telah menunjukkan bekat mereka di berbagai bidang di luar karir menyanyi mereka, dan itu membawa mereka dalam casting drama. Silahkan saksikan bagaimana mereka akan bekerja sama dengan junior mereka, IU dan Suzy”

Saksikan mereka tanggal 15 Februari

Heechul foto bareng Son Dambi !!



Baru2 ini,, Son Dambi sama Heechul foto bareng dan nunjukin kalo mereka ternyata bersahabat. Pada 14 Feb, Heenim tweeted,

“Bintang tamu di Kim Hee Chul Young Street’ ialah Son Dambi. Dia gag cuma jago dance dan nyanyi dengan baik, tapi dia jenaka dan berbicara dengan baik juga. DIa dipastikan adalah ratu~ pria tampan , gadis yang cantik (X) pria tampan, pria tampan (O)“.

Netizen koment

* “Aku gag yakin ini jadi scandal“
* “Heechul mirip Kim Min Jong dan Son Dambi mirip YoonA“
* “Aku pikir Son Dambi onnie lebih tampan “ dll

K.R.Y. Sukses Menggelar Konser Pertamanya di Korea



Sub Unit Super Junior – K.R.Y (Kyuhyun, Ryeowook, Yesung) mengadakan konser solo pertama mereka pada ranggal 13 Februari dan mereka berhasil membuat para penonton terpesona dengan kemampuan menyanyinya.

K.R.Y berdiri didepan 1200 penggemar di Woori Finance Art Hall di Seoul Olympic Park. K.R.Y. yang terdiri dari Kyuhyun, Ryeowoon, dan Yesung ini, adalah kelompok penyanyi balada dengan kemampuan bernyanyi yang luar biasa. Untuk menekankan kekuatan mereka, mereka memilih untuk mengadakan konser di ruang teater musical.

Lagu pertama dari konser ini adalah versi R & B dari lagu hit Super Junior “Sorry,Sorry” yang disebut “Sorry,sorry answer”. Lagu ini bermadsud untuk menunjukkan kemampuan menyanyi mereka bahkan dengan lagu tarian seperti “Sorry,Sorry”

Setelah itu, merekamenyanyikan lagu-lagu yang ditampilkan dalam album ketiga Super Junior “Let’s Not” dan “Heartquake.”. Group Balada ini, juga menyanyikan lagu-lagu darialbum keempat “Coagulation” dan “In My Dream.”.

Ketika Kyuhyun menjelaskan bahwa mereka menyanyikan banyak lagu balada, ia bercanda “Mata Anda bisa saja tanpa sadar akan terpejam”. Namun, suara mereka yang menembus kepekaan masyarakat, meningkatkan konsentrasi penonton.

Highlights dari konser ini adalah pertunjukkan anggota individu. Kyuhyun keluar dari panggung mengenakan pakaian gemerlapan sebagai karakter Kim Joo Won dalam drama SBS Secret Garden. Dia menyanyikan “That Man” yang menjadi OST Secret Garden dan menerima sorak-sorai dari para penggemar.

Ryeowook menunjukkan suaranya yang unik dan murni melalui lagu OST MBC drama, Home Sweet Home “Smile Again.”. Dia juga menampilkan tarian dan keterampilan bermain piano dengan lagu Mika’s “Blame It On The Girls.”

Yesung juga menampilkan suaranya melalui KBS Drama, Cinderella Sister’s OST “It Has To Be You” dan “Waiting For You,” OST dari SBS drama, Paradise Ranch.

Selain itu, grup ini juga perhatian dengan para penggemar Cina dengan menyanyikan lagu anak-anak China “Whisper of Zephyr” (The Words Of Southern Wind).
Sementara itu, CEO Sm Entertaiment Lee Soo Man, Heechul Super Junior, Taemin, Key dan Minho SHINee,dan Jungmo Trax menghadiri konser pada tanggal 13 ini.

HanChul fact

mungkin sudah banyak yang tau, tapi kalau belum ya silahkan baca ajjah.. oke..

1. Heechul dan Hankyung rupanya udah berbagi kamar sejak sebelum mereka memulai debut di SM Entertainment. Hingga tahun 2007 pun mereka masih sekamar.

2. Hangul atau Bahasa Koreanya Hankyung itu parah banget. Logat Beijingnya kental dan pronounce Hangulnya sering salah. Ini malah bikin dia jadi bahan tertawaan member SuJu lainnya. Dan beruntung Hankyung punya guru privat Hangul, yang tak lain dan tak bukan adalah Heechul. Dia berbaik hati, bersabar, dan bersusah payah ngajarin Hankyung Hangul (meski bukan bahasa yang baik dan benar). Dia ngajarin mulai dari logat Seoul, memesan makanan, memerintah, hingga memaki- maki orang dengan kata-kata kasar! LOL. Semuanya Heechul ajarkan step by step. Dan hasilnya, sekarang Hankyung mahir memaki-maki orang dengan baik dan benar^^
XDD

3. Orang yang pertama kali disebut namanya bila Heechul hendak pergi Shopping adalah Hankyung! Kapanpun dan dimanapun, Heechul selalu berinisiatif mengajak Hankyung menemaninya belanja

4. Di awal debut, Hankyung memilki banyak anti-fans karena masalah kewarganegaraannya. Dan Heechul-lah yang kerap pasang badan melindungi Hankyung dan menghiburnya

5. Saat Superjunior tampil di salah satu stasiun TV membawakan lagu Twins. Hankyung tersandung masalah visa kerja dan tidak diizinkan untuk tampil di acara manapun. Dia kemudian menangis dan memohon kepada managernya, kalau ia akan memakai topeng untuk menutupi wajahnya asal ia diijinkan tampil di atas panggung (poor HanGeng). Akhirnya Hankyung pun tampil dengan topeng menutupi wajahnya. Hal ini dilihat oleh Heechul, dan tanpa banyak omong Heechul pun langsung melepaskan topeng yang dipakai Hankyung. Karena terkejut, Hankyung berusaha menghindar dari kamera, namun Heechul menahannya, dan menyuruhnya tetap tampil di atas panggung. Heechul rupanya tidak ingin Hankyung menyembunyikan wajah tampannya di balik topeng, rupanya ia sahabat yang sangat setia!

6. Dalam acara Superjunior Diary, (sebelum Hankyung kembali ke China) saat membuka internet, Hankyung mendapat kiriman messege dari ayahnya. Ia membaca isi pesan tersebut, dan tak lama kemudian menangis. Heechul yang melihatnya langsung merangkul Hankyung dan mencium pipinya. Hankyung pun langsung malu dan tertawa, dan Heechul pun menunjukkan foto dirinya dan Hankyung yang diambil lewat ponsel di kamar mandi

7. Hankyung adalah satu– satunya personel SuJu yang usianya 1 tahun di bawah Heechul. Heechul pun sudah wanti –wanti, agar tidak memanggilnya ‘Hyung’ atau bersikap terlalu sopan (Heechul orangnya ga suka terlihat tua, dia sering memikirkan keriput di mukanya. Bhahaha~), tapi warning alert ini hanya ditujukan pada Hankyung seorang. Member yang lain? Heechul menjawab, ”Panggil aku Hyung!”

8. Mau tahu hobi Heechul? Rupanya cowok gila ini hobi banget buka internet dan baca fanfiction! Apalagi kalo fanfic tersebut bercerita tentang dirinya dan Hankyung! He must be read it, Guys! Tapi entah isi fanfic-nya seperti apa, yang jelas setelah membacanya Heechul tidak berani menatap Hankyung untuk sementara! (Ahaha. Curiga isinya parah punya! Jangan–jangan udah menjurus ke xxx!) LOL

9. Kapanpun, dimanapun, saat wawancara apapun, bila ditanya soal Hankyung, Heechul akan langsung memuji ini dan itu, biarpun ujung – ujungnya dia selalu mengatakan, ”Tapi aku tetaplah yang paling tampan.” *Narsis pisaan!* Tapi jujur mereka berdua itu emang perfect combo! Ketenangan Hankyung mampu ngimbangin gilanya Heechul

10. Heechul sangat menggemari Hankyung’s Beijing friedrice! Meski dia selalu berdalih bahwa ia tidak pernah meminta Hankyung memasak untuknya, Hankyung- lah yang dengan sukarela memasak untuknya. Tapi dilihat dari tingkah laku HanGeng, terlihat bahwa ia juga suka memasak untuk sahabatnya ini! (Setelah nonton SuJu Fullhouse, baru tau kalo Hankyung memang gemar masak nasi goreng Beijing. Saat memasak, mereka terlihat seperti pasangan baru nikah!)

11. Tahun 2006 lalu, Heechul sempat mengalami kecelakaan mobil di perjalanan pulang setelah menghadiri upacara pemakaman ayah Donghae menuju lokasi syuting. KiBum yang saat itu diberi tugas untuk mengatur dan menyusun daftar jaga. Dari jadwal yang tertera, rupanya Hankyung-lah yang mendapat jatah kunjungan terbanyak untuk menjenguk Heechul di rumah sakit

12. Pasca masa pemulihan di asrama, Heechul selalu gencar mengingatkan Hankyung, “Belikan aku white chocolate pas pulang!” Namun meski sudah sering diingatkan, Hankyung terkadang lupa dan pulang ke rumah dengan tangan kosong. Hal ini kerap kali memicu keributan di antara keduanya. Membuat Heechul kesal dan jengkel. *Kenapa mesti white chocolate?

13. Entah karena lupa, gak sadar atau apa. Yang pasti, setiap kali sekembalinya Hankyung dari Cina, dia akan menunjukan majalah China yang berisi berita atau wawancara seputar dirinya dan menyuruh Heechul membacanya. Meski kenyataannya, Heechul yang orang Korea dan tahunya cuma tulisan Hangul mana mungkin dia bisa baca! Gak mungkin ngerti tulisan Hanyu China!!

14. Kalo bukan jadi artis, rasanya Heechul pantas menjadi seorang guru. Cara mengajarnya mudah diserap dan dipahami. Kemampuan korean language Hankyung maju pesat dibawah tutornya. Terutama perbendaharaan kata –kata jorok dan slang Korea

15. Heechul akan selalu meminta izin dari Hankyung apabila dia hendak memposting gambar mereka berdua di cyworld-nya. Meski ia tahu kalo Hankyung gak pernah melarang

16. Hankyung sangat suka memakai kacamata hitam. Namun Heechul lebih sering lagi memakai kaca mata hitam Hankyung.

17. Di salah satu klip pesan Happy Birthday untuk Hankyung, Heechul berkata, ”Hankyung adalah hadiah yang dikirim Tuhan untukku!”

18. Kucing Heechul dan anjing Hankyung, selalu bertengkar dan berkelahi satu sama lain. Majikan mereka juga tidak memberikan contoh yang baik. Dan hasilnya kucing Heechul yang sering keluar sebagai pemenang. *Buah gak jatuh jauh dari pohonnya, sifat ga mau kalahnya Heechul rupanya ditiru sempurna oleh kucing piaraannya, Heebum