Kamis, 24 Maret 2011

Yesung : “Ketika aku naksir gadis aku akan menyanyikan lagu Kim HyunJung, ‘Solitary Love’ “



Super Junior Yesung mengaku bahwa ia akan mendengarkan lagu hit Kim HyunJung’s ‘Solitary Love’ ketika ia naksir seorang gadis.

Pada rekaman baru-baru ini di ‘Super Junior Foresight ‘ Kim HyunJung menjadi tamu diacara itu . Selama waktu itu, Yesung mengungkapkan bahwa ia menyukai lagu Kim HyunJung yang berjudul Solitary Love dari album pertamanya yang sangat populer.

Dulu ketika Yesung di kelas 2 SMP, dia menyukai lagu ini sehingga ia menyanyikannya pada seorang gadis. Untuk ini, Kim HyunJung menjawab bahwa ia bisa merasakan bahwa dia benar-benar menyukai lagunya.

Sementara itu, Kim HyunJung mengungkapkan bahwa dari ke3 MC, Leeteuk adalah yang paling dekat dengan tipe idealnya. Untuk ini, Leeteuk mengungkapkan bahwa ia juga menyukai Kim HyunJung karena rambutnya yang panjang, dan kakinya yang menarik, dan mengejutkan banyak orang

Hangeng akan datang ke pernikahan Barbie Shu



Hangeng bergegas ke Sanya mengucapkan selamat pada pernikahan Barbie Shu , setelah menyelesaikan kegiatan promosi untuk dua hari, ia kemudian akan menuju Sanya untuk menghadiri pernikahan Barbie. Ketika ditanya jenis hadiah apa yang akan berikan, ia menjawab: “Saya ingin menyampaikan selamat, tapi hadiah tersebut akan tetap rahasia. Sebenarnya saya sudah kenal dengan Wang Xiao Fei (suami Barbie Shu)) ketika saya sedang syuting dengan Barbie. Saya telah belajar banyak dari Barbie dan Wu Zun”

Ketika Hangeng ditanya apakah ia mengalami cedera apapun sementara syuting adegan action, dia menjawab bahwa “Aku mengalami luka di mulut saya dan berdarah, tetapi aku memiliki latar belakang menari dan itu membantu saya untuk melakukan adegan action.” Saat ditanya “Sebagai penyanyi, apakah kau lebih suka menyanyi atau akting?” Lalu ia menjawab “Saya ingin mengembangkan keduanya. Saya telah belajar menari untuk waktu yang lama dan saya tidak ingin meninggalkan itu . Aku ingin berakting sebagai penjahat dan karakter itu mempunyai tantangandengan masalah mental. “(

Ia juga menanyakan apakah ia tahu tentang Heechul yang terluka di Shanghai, ia menjawab “Tidak, saya tidak tahu. Tapi aku akan menelponnya dan mengucapkan salam. Sebenarnya, kejadian serupa terjadi pada saya sebelumnya, tapi aku berhasil untuk menghindarinya. “

Lee Teuk membalas komentar Hangeng tentang Super Junior!



Leader Super Junior, Lee Teuk, mengungkapkan perasaannya tentang Hangeng yaitu mantan personil Super Junior atas nama seluruh tim.

Baru-baru ini, Hangeng mengadakan konferensi pers di Hong Kong untuk mempromosikan film barunya, “Daemusaeng”. Selama wawancara, reporter bertanya, “Belum lama ini, salah satu anggota Super Junior terluka karena botol air selama pertunjukan di Shanghai. Apakah Anda sudah mengetahui kabar ini? ”

Hangeng menjawab, “aku gak tau. Aku harus menelepon dan memastikan bahwa dia baik-baik saja” Namun, ia cepat-cepat menambahkan, “Sebenarnya, aku berusaha berkali- kali untuk menghubunginya… tapi mereka mengabaikan panggilan saya, ” pernyataan Hangeng mengejutkan publik dengan jawabannya yang kontroversial.

Pada tanggal 21 Maret, Lee Teuk nge-tweet isi hati hatinya tentang situasi tersebut melalui akun Twitter. Dia menuliskan, “Pintu selalu terbuka. Selalu ada kursi kosong tersisa untuk Anda” kemudian dia menambahkan,” Ini akan menyenangkan jika Anda mengatakan yang sebenarnya.. Kami tidak pernah melepaskan tangan Anda. Saya tidak ingin menjadi sedih karena kebohongan lagi. Kami adalah Super Junior! Namun, saya berharap Anda mendapat kebahagiaan “

Netizens berkomentar:
“Saya ikut sedih untuk Super Junior”
“leader yang sebenarnya! Sangat cool! “
“Hangeng … dia sudah melakukan yang terbaik!. ”

======

update

Kami telah menerima laporan bahwa media Korea telah salah menerjemahkan komentar Hangeng. Oleh karena itu komentar Leeteuk bukan merupakan respon dari pernyataan Hangeng. Lalu tweet Lee teuk ditujukan buat siapa ya????

komentar asli Hangeng’s adalah: “dulunya, aku juga punya pengalaman yang sama yaitu tentang melempar benda ke atas panggung, untungnya benda itu tidak kena ke aku. Tapi sekarang itu sudah tidak menjadi masalah lagi buatku..”

Pewawancara bertanya: “Jadi apakah kau akan meneleponnya dan bertanya bagaimana keadaannya?” Hangeng menjawab, “Aku pasti akan menelepon dan bertanya., Mengapa dia begitu ceroboh, membuat dirinya dilempar oleh orang lain. “

Selasa, 15 Maret 2011

Lirik lagu Too Perfect



(Eunhyuk) Ta mi zhu wo shi xian Ta mi zhu wo shi xian



(Siwon) Zai ai qing li de bao zhang bei wo fa xian Ni zhi shi wo xin zang de xi shi bao bei



(Kyuhyun) Ni jiu bu duan de zai jiao fan wo shi jie Lian bing kuai yu jian ni dou ran qi huo yan





[CHORUS] Tai guo xin ji bu dui Yong li ai hui sui Tai guo huan man bu duo Wo sui ni jin huo tui



(Donghae) Oh tai wan mei Ni yan li wo chu xian Wo bu rang shui Ti wo zai ni shen bian woahh~



(Zhoumi) ni de mei yan Ni de ce lian Ni de jing jian Ni de wu mei ni de yi qie Cong tou dao wei Wo yi lun xian





(Kyuhyun) Wo de xin bian cheng le kou dai de yi mian Just for you bu ting de gei bu ting de gei



(Ryeowook) Zhe yang zi ai ni dao di shi dui bu dui Wo yi bian mi huo yi bian du zi mi lian





[CHORUS] Tai guo xin ji bu dui Yong li ai hui sui Tai guo huan man bu duo Wo sui ni jin huo tui



(Kyuhyun) Oh tai wan mei Ni yan li wo chu xian Wo bu rang shui Ti wo zai ni shen bian woahh~



(Henry) ni de mei yan Ni de ce lian Ni de jing jian Ni de wu mei ni de yi qie Cong tou dao wei Wo yi lun xian





(Kyuhyun) Wo tai wan mei ~ Wo bu rang shui ~ Wo tai wan mei~



[indicipherable]





(Eunhyuk) Yi zhi tiao Yi zhi tiao Xiang zhe ni Yi zhi tiao Yi zhi tiao Xi huan ni



Yi zhi tiao Yi zhi tiao Dou shi ni Yi zhi tiao Yi zhi tiao Wo ai ni



Yi zhi tiao Yi zhi tiao Yi zhi tiao Yi zhi tiao





[CHORUS] Tai guo xin ji bu dui Yong li ai hui sui Tai guo huan man bu duo Wo sui ni jin huo tui



(Siwon) Oh tai wan mei Ni yan li wo chu xian Wo bu rang shui Ti wo zai ni shen bian woahh~



(Kyuhyun) ni de mei yan Ni de ce lian Ni de jing jian Ni de wu mei ni de yi qie Cong tou dao wei Wo yi lun xian





(Eunhyuk) Bob the music let it hit go now



To the floor let we break it down



Let me ill



Let me show all of you bling bling



Oh let me kiss kiss baby dance with me



Boom Boom Boom Can i get another



Clap Clap Clap Listen girl



Shake your body Move your body Kick your feet up



Imma move to the groove Baby imma go down







TRANSLATE





who am I infront of him? who am I infront of him?



I found you in the treasure of love



you are the rare precious I am looking for



you turn my world topsy turvy



and even the ice evolved into fire





CHORUS



it's not rught ti be too anxious



to much streght will break time



it's not right to be too messy



I'm with you, in or out



Ohh, to perfect



I appear in your eyes



Oh, I will not allow anyone to replace me beside you





your brows and ayes



your side view



your neck



your charm



ypur everything



from head to toe



I've already fallen for you





My heart beats like the music in pocket



just for you continuous giving, continuous giving



is ot really right to love you like this



I am confused and obsessed at the same time





Chorus





Ohh too perfect



I will not allow



ohh to perfect





No matter how long each destruction is buried



I can't forget her



don't stop dancing on me





Keep Jumping Keep Jumping I miss you



Keep Jumping Keep Jumping I like yiu



Keep Jumping Keep Jumping it's all about you



Keep Jumping Keep Jumping I love you



Keep Jumping Keep Jumping Keep Jumping Keep Jumping





chorus





Bob the music let it hit go now



To the floor let we break it down



Let me ill



Let me show all of you bling bling



Oh let me kiss kiss baby dance with me



Boom Boom Boom Can i get another



Clap Clap Clap Listen girl



Shake your body Move your body Kick your feet up



Imma move to the groove Baby imma go down

Kyuhyun dan Sungmin bertengkar ???



Fakta Kyumin : Mengapa Sungmin marah ? Cerita ini tentang Kyumin. Eunhyuk dan Leeteuk membicarakan ini di Sukira.

Eunhyuk bercerita:

Suatu hari, sebelum Super Junior performance, setiap member berada di ruang tunggu. Beberapa dari mereka ada yang latihan, ada juga yang makan sesuatu tapi Sungmin hanya duduk diam sendirian. Eunhyuk datang dan bertanya kepada Sungmin, mengapa dia terlihat serius sekali tetapi Sungmin tidak menjawab Eunhyuk.

Ketika mereka kembali ke rumah. Leeteuk bertanya kepada Sungmin tentang masalah ini, Sungmi tidak menjawab lagi. Lalu Leeteuk memeluknya dari belakang dan berkata ”Kita ini saudara. Jika kamu sedih, saya pun juga sedih. Tolong jawab saya. Tolong jangan seperti ini.” Sungmin pun menangis dan memeluk Leeteuk kuat.

Kamu tahu mengapa? Karena tadi pagi, Sungmin menelpon Kyuhyun, Kyuhyun sangat sibuk saat itu, dan dia hanya berkata ” Sampai Jumpa” dan menutup telepon nya cepat. Sungmin terkejut atas sikap Kyuhyun.

Setelah telepon itu, Kyuhyun hanya memberitahu bahwa Sungmin meneleponnya, maka dia pun menelpon Sungmin tetapi Sungmin tidak mengangkatnya. Eunhyuk dan Leeteuk berkata bahwa kepribadian Kyuhyun, ketika Kyuhyun sibuk atau merasakan kurang nyaman, dia tidak akan ingin diganggu oleh siapa pun. Setiap member tau itu dan mereka tidak pernah merasa sedih karena itu.

Tetapi Kyuhyun tidak pernah melakukan itu dengan Sungmin. Kyuhyun dan Sungmin memiliki hubungan yang sangat baik. Itu pertama kalinya Kyuhyun seperti itu. Makanya Sungmin merasa sedih. Eunhyuk berkata bahwa dia mendengar Sungmin dan Kyuhyun saling berargumentasi tentang masalah ini.

Sungmin : Jika kamu tidak ingin peduli, Jika kamu tidak memiliki maksud yang baik, kamu tidak perlu peduli dengan saya. Kamu hanya perlu pergi jauh. Saya tidak akan peduli. Meskipun Kyuhyun berusaha menjelaskan tetapi Sungmin tetap marah. Keduanya benar-benar sedih. Tetapi beberapa hari kemudian semuanya membaik.

Wow, ini bukan cerita menggembirakan tetapi kalian bisa mengerti bahwa hubungan Kyumin sangat spesial.

Phobia



Cast: Kaysea as Park Ye eon, Kim Kibum as Bryan Trevour Kim



Dicari laki-laki lajang yang berdompet tebal dan bermuka tampan oleh seseorang yang bernama Park Ye Eon, perempuan yang berkaki patah.

From: +355521



Kubaca pesan itu sambil tersenyum kecut untuk seseorang yang ada di sana. Kuketik lagi untuk membalasnya.



Kau juga, bulat di perutmu aku jamin tak ada yang menerimamu. Andai saja Nari dapat melihatnya dengan jelas. J peace :D

From: + 801283



Kutunggu balasannya dengan melihat fotonya yang sedang tersenyum denganku saat di taman kelulusan sekolahku dulu. Oppa yang baik sedikit nakal, tapi membuat perut sakit akibat tertawa. Ya, Shindong oppa.



Biar, seperti ini saja Nari masih setia dan aku harus membalasnya.

From: +355521



Ya, ya terserah. Raihlah kebahagianmu untuk satu tahun pernikahan. :D

From: +801283



Masih asyik dengan smsanku dengannya, seseorang mengetuk pintuk keras. Dengan kaki yang di gips seperti ini, untuk menuju kesana harus perlu usaha yang ekstra.



Kuambi tongkatku untuk mempermudah berjalan, makin lama aku untuk berdiri, makin keras dan cepat orang itu mengetuk. Suara yang parau tak dapat kukeluaran untuk saat seperti ini, bagaimanapun juga caranya aku harus menuju pintu secepatnya.



DUG~!!



DUG~!!



DUG~!!



Bunyi tongkat dan pintu yang diketukun besahutan. Aku yang makin tergopoh-gopoh menuju pintu itu sedikit menabrak rak sepatu.



Belum sampai aku menuju pintu, dari bawah terdapat surat. Kulihat dari kaca kecil tak ada seoragpun di luar sana.



“Suck~!!”, gumamku kecil.



Kuambi surat itu dan duduk sambil tersusah payah di kursi kecil depan computer.



“Aish.. lagi-lagi surat penagihan”, gumamku lagi yang dengan suara makin parau atau mungkin kalian mendegarkanku seperti bebek yang terjepit.



Drtt.. drrt..



Handphoneku bergetar lagi.



“Sepertinya ada yang merindukanku, Shindong oppa~!!”,



Hahahha gomawo. Sudahlah, sepertinya tempat kosmu sudah menagih bayaranmu~!!

From: + 355521



Ya, dia mengetuk pintuku dengan keras sekali~! Suck!!

From: +801283



Kuakhiri ini dengan membuka situsku. Kulihat ada satu pesan baru di hangphoneku.



Aku ingin mengenalmu

From: +257578



Kubiarkan itu, aku paling tidak suka kalau ada seseorang yang iseng seperti ini. Kukembali dengan situs internetku. Kubuka e-mailku. Hei~!! Kenapa eror?? Kuperiksa bagian kabelnya. “Ehm.. baik~!!”, gumamku kecil lagi. Kucoba kembali, eror~!! Aish…. Dasar. Ini pasti tagihan yang sama sekali belum aku bayar, tapi jangan internetku. Ini pekerjaanku juga. Aish..



Drrt.. drrt.. drt..



Hanya ingin mengobrol, jangan begitu ah~

From: +257578



Kuhiraukan lagi pesan itu. Benar-benar menyebalkan. Kucek lagi kabel-kabel itu dengan susah payah. Kaki yang masih patah ini membuatku makin terpincang-pincang. Aish.. ya sudahlah. Aku berbalik dari kursi itu dan berjalan dengan tersandung-sandung.



“Ah~!! Akhirnya~~!!”, ujarku lega sambil mengambil boneka yang ada di sambingku. Teddy bear kecil dari oppa ini adalah terakhir. Umma dan appa yang sudah tiada, hanya oppalah yang aku punya dan kini ia sudah menikah. Aish.. kurang sempurna untuk hal ini.



Kulihat handphoneku yang dari tadi tak berdering sedikitpun. Kuteringat pada pesan dari yang tak kenal.



“Tak ada kerjaan~!!”, alasanku untuk membalasnya.



Apa kita saling bertemu??

From: +801283



Belum, tapi kita sudah saling kenal

From: +257578



Kau laki-laki atau perempuan??

From: +801283



Huft, semoga saja dia seorang laki-laki untuk menjadikan sebagian dariku, hihii :D .



Drrt.. drrt..



Ehm… aneh. Rasanya aku baru saja mengirimnya, kenapa langsung ia jawab. Whoah, keren. Aku buka pesan itu sambil menutup layarnya. GOTCHA~!! Dia laki-laki.



Kuterus saling mengirim pesan dengannya hingga terasa mataku berat dan tertidur.





***





Aish.. gatal sekali luka ini. Kuambil satu sumpit lagi untuk menggaruk kakiku yang terasa gatal karena luka ini. Kenepa pikiranku selalu tertuju pada pesan-pesan tadi malam. Kucoba mengambil handphone itu. Kupencet tombol-tombol itu dengan nomor-nomor yang sudah di luar kepela.





Tut.. Tut… tut..



“Aish.. sial. Kenapa tak dapat di hubungi..”, gerutuku kesal saat customer service pidato di handphoneku.



Kulangsung saja membuat pesan baru



Hai~!! J

From: + 801283



Kuambil sedikit mie yang ada di depanku, belum sampai kulahap kulihat lagi kotak masuk. Tak ada pesan baru. Aish.. menyebalkan





***





Kudibalkon atas untuk melihat pemandangan kesukaanku yaitu sun set. Terasa pegal lagi kakiku, dan kuputar balik badanku dan saat itu juga handphoneku bergetar.



Hai sedang apa??

From: + 257578



Berdiri di balkon menikmati panorama. Kau??

From: + 801283



Aku sedang berbaring kesepian.

From: +257578



Kita mengobrol lewat pesan instan saja.

From: +801283



Aku tidak punya computer. Tempatku ini sangat sempit.

From: +257578



Menyebalkan ya?? Bosan bersms. Tapi aku tak dapat berbicara denganmu.

From: + 801283



Walau kita berbicara sepanjang malam, aku tak akan bosan. Kau??

From: + 257578





Hahaha.. gombal banget ini orang. Hihi.. lucu.





Tidak, aku tidak bosan. Sudah lama aku tak berbicara dengan seseorang.

From: + 801283



Aku juga sendirian Ini hari ke100. Kau sakit??

From: +257578



Tidak, hanya sial taksi yang kunaiki terbalik dan aku hampir mati. Aku pakai gips selama 3 bulan.

From: + 801283



Lama ia tak membalas hingga aku gunakan untuk membersihkan badanku. Kutaruh handphone itu, baru melangkahkan kaki, handphoneku bergetar.



Konon kesialan di susul oleh keberuntungan,

From: +257578





***





Sudah mau tidur??

From: +257578





Aku yang sedang membuka situsku langsung membalasnya. Kerja di dunia maya memang membutuhkan kerja sampai lembur-lembur seperti ini. Kadang juga aku harus membutuhkan komunikasi juga supaya tidak gila.





Belum mengantuk

From: +801283





Mwoam…. Kulihat jam sekarang menunjukkan jam 2 pagi. Kuberjalan dengan terserok-serok menuju kamarku. Masih dengan menatap handphoneku, kumenunggu balasan darinya. Aku suka bertukar pesan dengannya Hal partama yang aku suka ada dia selalu menjawabnya cepat. Baru saja aku mengirimnya, aku dapat menghitung dalam hitungan ketiga dia sudah membalasnya. Keren kan.

Drrtt.. drtt.. drtt..





Bisakah kau mengirimkan fotomu lewat MMS??

From: +257578





Aku berpikir sebentar untuk ini. Apa dia akan kabur saat melihat wajahku nanti?? Bisa-bisa ia tak mengirimkan aku pesan lagi karena melihat wajahku nanti. Aish… akh~! Dia sampai sekarang masih misterius. Aku saja belum mengetahui namanya, bagaimana dengan wajahnya dahulu. Kerena ia pernah berkata kita sudah saling mengenal. Ehm.. benar-benar pusing.





Kirimkan fotomu juga ya.

From: +801283





Baiklah, kirim fotomu dulu.

From: +257578





Yes, dapat kenalan juga. Masih misterius juga sih ehheeh.. tapi tak apalah. Duduk lagi di pinggiran kasur. Peralatan make uppun sudah aku keluarkan, hanya membutuhkan bedak saja untuk memnutupi pucat wajahku yang sudah mengantuk dan kantung mata yang terlihat jelas sekali. Kuikat rambutku dan memakai eye liner sedikit. Siip.. mancap.

KLIK~!!





Dag Dig Dug DOER~!!





Aish.. kenapa jantungku berdetak kagak bedug masjid kayak gini ya?? Apa Karena terlalu jelek seperti ini ya?? Aish.. aku takut. Ah~ masa bodoh.





Sepertinya aku tak secantik dugaanmu. Dan sekarag gantian fotomu.

From: +801283





Drrt.. drrt..





Yes, dia membalas. Kubuka pesan itu dengan kutuutp layarnya lagi, kubuka pelan-pelan. DOENG~!! Mana fotonya.







Mungkin juga tak setampan dugaanmu.

From: +257578





Aish… kenapa ia tak memberikan fotonya. Dasar.





Ayo, cepat fotomu sekarang.

From: +801283





Drrt.. Drrt..





Owohohoo.. siap-siap untuk jantung copot, ketampanannnya mungkin akan melebihi Donghae tetangga sebelahku yang sok tampan itu.. hehehe..





DOENG~!! YAKK~!! Dia tak memberikan fotonya. Dia mengirim balik fotoku. Aish.. apa sebegitu tampannya ia sampai tak mau memberikan fotonya, atau jangan-jangan malah sebalikknya.





Kau curang~! Kenapa kau tak mengirimkan fotomu?

From: +801283





Aku ada disebelahmu

Frm: +257578





Sebelah?? Kuamati lagi fotoku itu. Ehm.. tak ada apa-apa. Kulihat belakangku tempat aku berfoto tadi. Hanya rak dan meja sama persis seperti di foto ini.





Jangan bercanda. Sudah jelas-jelas hanya aku sendirian disana.

From: +801283





Kau tak memperhatikannya baik-baik.

From: +257578





Hah, dasar. Pelit banget nih orang. Aku mah ogah deh kalau sama orang pelit kayak gini. Aku yang jelek kayak gini ajjah biasa kok ngasihnya kok dia enggak mau?? Apa enggak ada kameranya?? Akh~!! Ganti topic saja.





Kita belum saling kenal nama. Siapa namamu??

From: +801283





Bryan, Bryan Trevour Kim. Kau??

From: +257578





JDER~!! Dari mana dia berasal. Dari namanya saja sudah seperti orang luar negeri. Ada Bryan-Bryannnya, pasti ganteng baget dech nieh orang.





Park Ye Eon. Panggil saja Eon~na.

From: +801283





***





Tangan yang gatel buat menelusuri siapa nih orang makin tidak bisa diam. Kubuka komputerku. Situs Yahoo penelusuran nomor teleponpunku buka. Kumasukkan nomor handphone itu perlahan yang sudah di luar kepala. Saat aku akan menekan enter, rasa gundah akupun langsung tak tahan.





“Apa sopan seperti ini?? Bukannya mengganggu atau kegatelan sebagai cewek??”, pikirku dalam hari dan langsung menghapus nomor itu.





***





Malampun datang. Aku yang sedang mencari bahan untuk situsku kini hanya berputar-putar di google.





“Bahan makin menipis. Uang makin menipis juga bisa-bisa.”, gumamku enggak jelas yang dari tadi berputar-putar. Aku teringat untuk Yahoo koprol. (promosi juga hehheh) Disana, berita-dalam, luar, hari ini, besok, sekarang, dan kemarin, ada banget. Kutelusuri satu-satu.





“Enggak ada yang keren~!!”, gumamku lagi yang sudah melahap 3 potongan apel sekaligus.





Ehm.. mataku terjebak dalam tulisan Doa 100 hari untuk almarhum. Heh?? Ada juga yang doa 100 hari?? Aku kira hanya Yasin saja yang ada. (mian yang nonmuslim heheheheh ). Kubuka situs itu dan langsung membacanya..





“Ehm.. korban bunuh diri. Ckckckc… lumaya dech gue masih bisa hidup”, gumamku yang sedikit takut untuk membaca kata-kata seperti itu





TOENG~!!





“Ponsel di letakkan dalam peti mati korban?? Gak gila tuch orang?? Mau sms’an dalam peti gitu?? Yah.. mana ada sinyal kale..”, ledekku yang sambil senyum kecil dan kecut, manis , asem,asin.





“HEHEHEHEH.. yang di telpon sama tuh setan. Pasti ketiban durian busuk. Heheh.. ada-ada aja berita hari ini”,





JDER~!!





Aku teringat kembali dengan pesan yang saat itu Bryan kirim kepadaku. Tentang 100 hari. Apa dia?? 100hari??





Kubuka lagi pesan itu. Bingo~. Benar, ia berkata seperti itu. Kunaik lagi kepesan berikutnya untuk bertukaran foto tadi malam. Kulihat lagi foto yang ia kirim, kali ini sudah ada guratan separuh wajah, kuperdekat handphoneku.





TEG~!





Komputerku tiba-tiba mati dengan sendirinya. Aku yang tadi serius melihat foto itu kini sudah beralih pikiran. Kurasakan ada hal yang aneh diselilingku, Aura yang aneh itu membuatku menggosok bagian belakang leherku.





“Masih percaya sama hantu?? Abad 21~!!”, gumamku yang mencoba mengalihakan perhatian.





YAK~!!





Handphoneku tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya dan menuju kolong kasur. Argh~!! Suck.





Kaki yang sudah seperti ini harus juga sujud-sujud di depan kasur itu . Tangan yang lumayan ini tak dapat meraih handphone itu, sudah lama aku mencapainya tapi tak kunjung dapat. Kuberbalik untuk mengambil sesuatu yang panjang, dan langsung saja kutemukan penggaris. Kuputar badanku dan mencoba mengambilnya lagi.





DEG~!





Kali ini handphoneku tidak di bawah kolong lagi, tapi kini sudah ada di depanku,





Apa-apa’an ini?? Aku mundur beberapa meter dari arah handphoneku. Aku tak berani meraihnya. Dan tiba-tiba sebuah pesan masuk yang bergetar dan menimbulan suara aneh.





Dengan keberanan yang tinggal sedikit, aku raih hadphoneku itu dan langsung membaca pesan itu





Apa yang kau takutkan??

From: +257578





Aku yang semakin takutpun aku hirnya mematikan handphoneku dan membuangnya. Kulihat sekelilingku untuk keadaan yang makin magis seperti ini.





Drrt. Drrt. Drt..





?????





Handphone yang tadi aku matikan kini dapat sebuah pesan?? Apakah ini masuk akal?? Aku langsung mengambilnya dan membacanya lagi





Jangan matikan ponselmu!! AKU TIDAK SUKA~!!

From: +257578





Rasa takutpun makin bergejolak. Belum aku lempar, ada pesan lagi datang.





Aku ada di areamu. Bisakah kita bertemu??

From:+257578





Hantu?? Hantu akan kerumahku?? Apa ini??







Tidak. Nanti pacarku akan marah.

From: +801283





Aku kirim pesan itu dengan perasaan deg-degan. Alasan itulah yang aku temukan untuk phobia ini. Baru kukirim, langsung saja ia membalasnya.





Tidak, kau sendirian. Karena aku mengamatimu

From: +257578





Kulihat sekelilingku untuk mengamati ini. Bulu kuduk yang kali ini makin bergidik tak tertahankan lagi.





Drt…drrt..





Aku sudah ada di depan gedungmu.

From: +257578





Kumencoba melihat keluar dengan cara mengesot. Dari balkon kulihat kebawah, tak ada siapa-siapa.





Ada pesan lagi





Aku sedang menuju keatas.

From: +257578





Hah?? Apa ini?? Aish.. dasar. Aku mencoba berdiri dan mengunci pintu.





Dari bawah, satu persatu lampu mati dengan sendirinya seiring dengan berjalannya Bryan.





Akupun lagsung mencoba berjalan tanpa tongkatku karena ini sudah berurusan dengan waktu. Dengan berjalan yang seperti kelinci ini, aku melompat-lompat agar cepat.





GABRUK~!!





Aku terjatuh dan mencoba berdiri lagi. Tangan bergetar membuatku kesulitan untuk mengunci pintunya.





Akhirnya semuanyapun telah terkunci. Dengan keringat yang mengalir deras dan gigi yang bergemeletukan aku melihatkeluar dari kaca kecil itu. Tepat saat itu, dengan berurutan lampu-lampu itu mati.





Aku bebalik dan mengatur nafas. Jantung ini sudah bedetak keras hingga mungkin sudah copot.





TEG~!!





Lampu kamarku jadi mati semua. Hanya handphone saja yang menjadi penerangan. Aku hadapkan handphoneku kedepanku untuk menemukan jalan. Entah kenapa, semua tubuhku bergetar dan tak lama kemudian aku menemukan kasurku.





Drrt.. drrrt..





Aku sudah di kamarmu.

From: +257578





Deg~!! Kamar?? Aku sudah di kamarku sekarang, bahkan membelakangi balkon.





Hah??





Aku berbalik dan memberikan cahaya hadphone, tak ada siapa-siapa. Mungkin aku sudah dapat di bilang menangis sekarang untuk phobia ini. Aku berbalik lagi, tak ada lagi dan tiba-tiba….





Sesosok pria menghadapku, berwajah cukup imut untuk selevelku, tapi ini HANTU~!! Aku yang tadinya mau menjerit kini sudah seperti ada yang mendekapku. Pria itu langsung menaikkan tangannya yang menggenggam handphonenya, dan bertuliskan





Hai, aku, Bryan sudah ada di depanmu, inilah wajahku. Kau tak memerlukan foto lagi

From: +257578





Kulihat ia tersenyum sesaat dan saat itulah wajahnya menjadi penuh darah dan terasa sesuatu mendorongku hingga aku terpental hingga menabrak palang blankon.





Kini aku sudah berpikir, inilah dia. 100 doa untuknya, 100 hari untuknya, dan 100 untukku karena sudah menjadi temanya di alam yang sama, dan 100 lagi untuk kakiku yang selamanya tiada.





Handphone Eon~na terlempar dan langsung mati. Beberapa detik kemudian handphone itu hidup kembali. Terlihat Park Ye Eon sedang tersenyum dan ditemani oleh seseorang yaitu Bryan.





FLASHBACK: ON





Bryan Trevour Kim POV





Sepertinya kita harus menyudahi ini. Aku membencimu.

From: +313331





“Apa ini?? Aku diputus olehnya?? Dasar.”, geramku kesal. Kulihat sebuah taksi menuju kerahku dan langsung saja aku menabrakkan diriku agar tak sakit selamanya.





Park Ye Eon POV





Yak~!! Apa-apa’an dia?? Seseorang langsung berlari kearah taksi yang aku naiki menuju rumahku.





BRAK~!!





Taksi yang aku naiki pun terguling, terpental jauh dan tepat berhenti di depan rumahku.





Akh~!! Dengan kepala yang berat kurasakan sesuatu yang hangat mengalir di kepalaku. Darah?? Kucoba membuka pintu yang sudah terbalik dengan taksi yang sudah terbalik pula. Kakiku terasa panas dan tak dapat di gerakkan. Baru terbuka sedikit, sesuatu bergerak dari atas.





BRUK~!! BRAK~!! BUGH~!!





Hah?? Tepat di depanku. Seseorang yang menabrakkan diri itu tergeletak tak bernyawa dan wajah yang bermandikan darah sepertiku saat ini. Pelan-pelan, sedikit demi sedikit mataku mulai berkuang. Dan akhirnya aku mengherti sekarang, Bryan adalah dia.





THE END~!!



Ini aku dapet dari film horror Thailand judulnya sama, ceritanya jug atapi lebih vulgar kalau kalian liat Mungkin juga akan trauma smsan ataupun nomer yang tak di kenal and minta smsan.. nah jadi aku bikin ffnya yang enggak terlalu serem, aku bikin singkat-singgkat cz pas adegan bunuh2nya itu aku udah gemeletukan giginya, tapi untung ajjah Eteuk oppa datang membantu *di lempar kadal ama Angel sekampung* ya begitulah intinya. :D Komentnya ya,, gomawo~!!

I See You (PG+15)



Panas terik matahari sangat menyengat di sekolah Paran High School untuk musim panas seperti ini. Hye Na yang duduk di pojok kanan depan tepat di sebelah pintu itu hanya dapat mengibas-ngibaskan tangannya. Kyuhyun yang menjabat sebagai kekasihnya hanya dapat melingkarkan tangannya di pinggul Hya Na.





Di belakang couple satu itu, terdapat Eun Ji dengan namja yang siapa saja tak akan kuat untuk menahan pesonanya, Choi Siwon. Namja terfavorit di Paran High School.





Diikuti sebelahnya, Hyun Ah~ adalah murid termuda yang ada di kelas itu. Berpenampilan biasa tapi juga sedikit masih di bilang keren. Yeoja yang paling magnae dan berotak encer ini masuk sekolah 2 tahun di usia rata-rata. Jung Soo yang sudah mengikat hatinya hanya dapat termangu untuk mendengarkan Sungmin sesangnim yang sedang mengajarkan pelajaran music.





“Apa ini namanya sekolah??”, tanya Kyuhyun ke Siwon sambil merengganggkan otot-ototnya sambil menguap sedikit.





“Aku anggap ini adalah eksekusi”, jawabnya yang menatap Eun Ji terus menerus.





“Stop melihatku terus, Mr. Choi Siwon~!!”, pinta Eun Ji yang logat kental sekali dengan prancisnya. Eun Ji adalah seorang murid pindahan tahun lalu dari Parncis tentunya, entah kenapa seorang Choi Siwon jatuh cinta kepada seorang yeoja yang biasa saja.





***





Sore haripun masih terasa panas yang tak kalah menyengat dengan tadi siang. Han Geng menuntun sepeda kunonya menyusuri lapangan dengan membawa sekotak makanan untuk ayahnya yang sedang terbaring di rumah sakit. Kaki yang bergataran, nafas yang tak teratur membuat giginya makin bergemeletuk untuk melewati lapangan itu.





Mobil spot putih milik Siwon yang satu-satunya murid terkaya di Paran High School dan tatapan beringas dari Kyuhyun dan Jung Soopun terpancarkan. Hye Na yang dari tadi hanya menatap kaca sambil mempercantik dirinya, Eun Ji dengan melipat tangan di dada dan menyender di bagian belakang mobil, dan Hyun Ah~ yang mencoba menyendiri jauh dari mobil itu tak mengubris Han Geng yang berusaha untuk lolos dari mereka.





Srek~!! Srek~!! Srek~!!





Langkah Han Geng yang melewati lapangan itu tanpa menoleh mereka sambil menundukkan kepalanya takut. Kyuhyun memicingkan matanya geram untuk hal ini. Siwon, Kyuhyun dan Leeteukpun langsung menahan geram hingga terdengar giginya yang bergemeletukan.





“Ehm.. Ehm.. kau berjanji tak akan berkelahi hari ini~!!”, ujar Hye Na yang kali ini sudah mengikir kukunya.





“Akh~ ya.”, ujar Siwon yang langsung berubah kembali. ia sudah kapok untuk di ambil ATMnya oleh ayahnya untuk kepergok memukuli anak pasaran.





Tidak untuk Kyuhyun dan Jung Soo, mereka makin memicingkan matanya geram seiring dengan langkah ragu Han Geng.





Han Gengpun lolos menyusuri Lapangan dan menuju jalan tol untuk menuju rumah sakit.





“Yak~! Dia sama sekali tak mempunyai sopan santun pada kita~!”, brontak Kyuhyun yang mencoba berlari menuju Han Geng yang terlihat jauh, tapi oleh Jung soo langsung di tahan kuat.





“Kendalikan dirimu, Kyuhyun~!!”, ujar Jung Soo menenangkan. “Cepat, kita cabut dari sini~!”, ujar Jung soo lagi.





Kyuhyun melepas tangan Jung soo kasar dan membetulkan seragamnya yang sudah berantakan. Dengan geram dan jijik ia meludah untuk Han Geng dan langsung menuju mobil itu.





Dengan kecepatan penuh, Siwon menyetir mobilnya untuk mengejar seseorang yang sedang bersepeda di depan sana. Kyuhyun yang dari tadi sudah bergumam tak jelas untuk cepat-cepat ingin menghabisi orang itu, dengan cepat Siwon menancap gasnya lagi. Siwon menekan tombol untuk membuka cap atasnya hingga terlihat sedikit seperti pick up. Han Geng sudah menyadari hal ini, kaki yang makin bergetar, keringat yang makin mengalir deras itupun hanya dapat pasrah.





CIT~!!





Kyu, Jung Soo, dan Siwonpun langsung turun tidak untuk yeoja yang di dalamnya. Tangan panas dan geram Kyuhyun dan Jung soo langsung menarik pergelangan tangan Han Geng paksa dan menyeretnya menaiki mobil itu di bagian belakang. Siwon yang kebagian job mengangkat barang buktinya yaitu sepedanya dengan enteng ia mengangkatnya dan melempar di bagian belang mobilnya di mana Kyu dan Jung soo akan menghabisi Han Geng.





BUGH~!! BUGH~!! BUGH~!! BUGH~!! BUGH~!!





Berkali-kali Jung Soo mendaratkan hantaman da tinjua di perut Han Geng hingga terlihat dari mulutnya keluar darah. Kyuhyun yang paling geram disana langsung saja memukul wajah Han Geng geram dan keras. Terlihat mungkin hidung Han Geng yang sudah sedikit tidak rata kerena patah dan bagian ujung bibirnya yang sudah biru lebam.





“Sampai kapan kau tak kurang ajar lagi, Tuan Han Geng??”, tanya Kyuhyun yang sudah menarik kerah Han Geng hingga ia kesulitan bernafas. Han Geng mencoba berontak dengan sekuat tenangnya, tapi usahanya sia –sia karena musuhnya msih segar bugar sedangkan dia babak belur seperti ini.





Di dalam mobil Hyun Ah~ yang masih mempunya hati kecil itu terasa iba untuk hal ini.





“Apa ini tak terlalu..”, kata-kata Hyun Ah terhenti kerena ia terlonjak kaget saat tubuh Han Geng menabrak pembatas mobil luar dan dalam.





“Apanya?? Ini adalah hal yang pantas untuknya karena mulutnya yang seperti ember bocor itu.”, jawab Siwon enteng.





Eun Ji dan Hye Na hanya mengangguk menyetujui.





Hyun Ah~ yang terduduk di belakang bersama Eun Ji hanya dapat menutup telinga yang tak tega untuk penderitaan yang dirasakan Han Geng.





BUGH~!! BUGH~!!





Pukulan dahsyat mendarat lagi di wajah Han Geng yang kini sepertinya rata tertutup lebam dan darah.





“Ehm.. it’s time to party~!!”, ujar Eun Ji sedikit main mata ke Siwon. Hye Na yang duduk di samping Siwonpun langsung mengambil alih kemudi. Dengan cepat, Siwon berpindah ke belakang. Dengan ciuman kilat yang diminta paksa dari Eun Ji, Siwon langsung kebelakang ikut bergabung dengan mereka berdua. Celah kecil pembatas mobil bagian dalam dan luar itupun terlewati.





Hyun Ah~ melihat Eun Ji yang mengusap bibirnya dari ciuman yang diminta Siwon paksa.





“Iuh,…~!!”, gerutu Hyun Ah~ memandang Eun Ji jijik. Hyun Ah~ yang masih belum terbiasa melihat seperti itu hanya dapat melihat bergidik.





“Hah?? Kau belum pernah mendapatkan first kiss??”, tanya Eun Ji kaget dan masih dengan logat prancisnya.





“Belum~!!”, jawab Hyun Ah~ tenang.





“Ha?? Hahahhaha…”, tawa Eun Ji meledak diiringi tawa Hye Na yang masih sibuk menyetir.





“Aku tak menyangka Jung Soo tak sejantan itu~!!”, ejek Hye Na tanpa melihat kebelakang.





“Itu kemauanku~!!”, jawab Hyun Ah~ yang sudah manyun.





Di belakang Siwon yang baru ikut dalam pesta penghhabisan Han Geng itu sepertinya sedikit kecewa.





“Apa yang kau sisakan untukku??”, tanya Siwon yang sudah melihat semua bagian belakang mobilnya penuh bercak darah. Di ujung dekat pintu Han Geng yang bergetak dan menatap bergidik hanya dapat terbaring lemas.





“Akh~ Aku lupa bagianmu~!”, ujar Kyuhyun ngos-ngosan untuk pesta kekerasan tadi.





“Ya, ya… kali ini aku yang ambil alih~!”, sahut Siwon sambil tersenyum sinis ke arah Han Geng.





Ditariknya kerah Han Geng lagi, dan menghujaminya dengan pukulan. Jung Soo yang melihat itu langsung terbangun dari duduknya dan mengambil sepeda kuno Han Geng.





“Hey~!! Kau mau pulang?? Oh~ Aku tau. Karena aku paling baik disini, ini aku berikan ini padamu~!”,





BRAK~!!





Jung Soo membuang sepeda kuno itu di jalanan yang mobil mereka lewati. Kyuhyun langsung mendekat sambil tersenyum evilnya begitu pulang Jung Soo dan Siwon. Kerah Han Geng di berikan ke Kyuhyun untuk di pakai main. Di pengannya kerah itu kuat, oleh Siwon dibukanya pintu belakang itu Jung Soo memberikan aba-aba kepada Hye Na untuk mempercepat mobilnya.





Siwon dan Jung Soo pun langsung mendekat kearah Kyuhyun yang masih asyik bermain dengan Han Geng yang dipakai main untuk menakut-nakutinnya dengan kepala yang dihadapkan ke jalan.





“Ha.. Hayo~!! Kau takut??”, tanya Kyuhyun menakut-nakuti saat merengganggan tangannya hingga wajah Han Geng tinggal 10 senti lagi dengan jalan.





Kini kyuhyun memakai main lagi dengan beriringan menaik turunkan tubuh Han Geng, tapi tak sadar kerah bajunya robek dan dengan cepat Siwon yang berada di sampingnya langsung meraih baju Han Geng~!!





“Akh~!! Kau teledor, hampir saja..”,





KREK~!!!





Ucapan Siwon terhenti saat baju yang di pegangnya makin robek dan apapun daya Han Gengpun terjatuh dari mobil yang berkecepatan tinggi.





***





Di atas atap sekolah Paran High School, mereka bermain untuk mendapatkan beberapa gram ganja.





“Ayo~!! Keluarkan kartumu~!!”, ledek Donghae yang sebagai bandar narkoba.





“Akh~!! Sebentarlah~! Aku belum menemui AS~!!”, sahut Kyuhyun yana dari tadi di ejek terus-menerus.





Eun Ji yang dari tadi hanya bersolek ria bersama Hye Na tak mengubris itu, sedangkan Hyun Ah~ merasakan sesuatu yang aneh dari tadi. Banyak kartu yang ganjil saat di mainkan oleh Kyu, Jung Soo, Siwon. dan Donghae.





“Aku buka kartu selanjutnya~!!”, sahut Jung Soo yang merasa akan menang lagi.





Tepat saat Jung Soo membuka kartu selanjutnya, di belakang kartu itu terdapat kartu yang bergambarkan seperti setan.

“Yak~!! Kartu apa ini??”, tanya Jung Soo yang merasa kesal saat dimana ia akan menang dan mendapatkan seluruh ganja yang mereka jadikan taruhan.





“Akh~! Itu hanya kartu joker, aku lupa mengeluarkannya~!”, ujar Donghae enteng dan meneruskan permainannya.





Hyun Ah~ yang melihat gambar kartu joker itu langsung terpaku dan mengamati gambarnya.





“Buku~!!”, gumam Hyun Ah~ kecil.





“Ya~!! Siwon-sshi~!! Bagaimana dengan Han Geng kemarin malam??”, tanya Jung Soo yang sedikit hilang konsen.





“Tidak tau~!! Yak~!! Aku akan menang~!”, jawab Siwon yang mengeluarkan kartu King.





“Han Geng?? Musuh mu itu??”, tanya Donghae memastikan.





“Ne~!!”, jawab Jung Soo.





“Aku melihat sepedanya kemarin di pasar dekat sini. Terdapat kucing mati di sepedanya dan bercak darah yang banyak~!!”, jawab Donghae bergidik.





BRAK~!!





Semua perhatian mereka langsung tertuju pada pintu yang di dobrak kasar. Dilihatmya sesosok Han Geng yang masih penuh luka yang belum mengering. Mata yang memerah akibat darah dan tangan yang bergetar sambil memegang beberapa buku tebal.





“Kalian akan mati~!! Mati~!!”, gumamnya bergetar masuk ke ruangan mereka yang sedang bertaruh itu.





Kyuhyun yang langsung naik darah melihat Han Geng langsung beranjak dan menyeret Han Geng masuk dan meninju perutnya hingga ia terkapar, buku-buku tebal berserakan dan terhenti di kaki Hye Na. Han Geng manatap nanar Hye Na.





“Hey~!! Sudahlah, ini akan menyakitinya~!”, ujar Hyun Ah~ melindungi Han Geng, dengan susah payah Han Geng mencoba menatap Hyun Ah~ untuk berterima kasih dengan senyuman manisnya, tapi oleh Jung Soo langsung menjambak rambutnya untuk mengalihkan pandangannya. Hye Na ia mengubrisnya dan mengambil buku itu, di bukanya dan langsung terpampang tulisan I See You.





Hye Na yang merasakan phobia langsung melempar buku itu dan mundur beberapa langkah. Tali sepatu yang terlepas membuat itu terjerat dan langsung ambruk di tumpukan besi-besi karatan.





JREB~!!





“HYE NA~!!” teriak seluruh ruangan itu bersamaan saat melihat kejadian itu.





Hye Na yang merasakan sesaak saat besi berkarat itu melewati tenggorokannya. Besi itu tak tembus hingga ke leher bagian satunya, hinga terlihat kulit putih mulus Hye Na yang mencuat tak robek.





“Ekh~!! Guys, Akh~!”, ujar Hye Na yang makin sesak, Hye Na berusaha melepaskan dirinya dari besi itu. Dengan susah payah itu mencoba melepas besi yang menacap di lehernya.





“Hye Na~!! Jangan~!!”, ujar Kyuhyun yang sudah tak tahan melihat penderitaan Hye Na. Hyun Ah~ dan yang lain hanya dapat melihat itu tercengang, termasuk Han Geng.





ARGH~!!





Jerit Hye Na saat sudah terbebas dari besi itu. Hye Na yang merasakan panas di lehernya itu hanya dapat menjerit, tapi tak bisa. Untuk tenggorokan yang mati panas.





“Andwe~!! Andwe~!! Jangan aku~!!”, teriak Han Geng histeris mencoba menghindar dari sesuatu. Jung Soo langsung mencoba menolong Hye Na, Hyun Ah dan Eun Jipun juga. Tidak Untuk Siwon yang melihat Han Geng seperti itu. Siwon mendekat ke arah Han Geng dan mendorongnya agar menatapnya. Tapi itu tidak seperti dugaannya. Dorongannya tadi membuat Han Geng tak seimbang dan saat itu juga ia ambruk dari atas melewati jendela yang terletak lurus di belakangnya.





“Andwe~!!”,teriak Siwon yang tadi hendak menarik tangannya.





“Argh~!! Aaa..~!!”, jerit Hye Na histeris menahan sakit.





“Ayo~!! Ayo cepat kita pergi dari sini~!!”, ujar Donghae yang langsung membantu membopoh Hye Na.





Dengan cara diseretlah Hye Na di bawa ke mobil. Leher yang dari tadi mengeluarkan darah hingga koridor yang di lewati mereka membuat sebuat garis merah. Semua perhatian siswa saat itu tertuju pada mayat Han Geng yang terjatuh tadi. Dengan mulus mereka membawa Hye Na keluar dari sekolah itu.





“Kita kemana??”, tanya Siwon gugup dan berkeringat yang bingung.





“Ke rumah sakit terdekat~!”, teriak Hyun Ah yang mengambil tempat duduk di samping Siwon. Eun Ji yang memegangi Hye Na yang makin sesak untuk mengambil nafas itu makin tak kuat menahan air mata.





“Cepat~! Cepat~!!”, teriak Hyun Ah~ saat mendengar susahnya mengambil nafas.





“Dimana rumah sakit yang paling dekat??”, tanya Siwon yang makin deras keringatnya.





“Ke klinik saja~!! Di belokan sini belok kiri~!”, teriak Kyuhyun yang makin tak sabaran.





Siwonpun membelokkan mobilnya dan menghentikan mobilnya. Kyuhyun dan Jung Soopun turun untuk membopoh Hye Na tapi saat itu juga Eun Ji mencoba menyadarkan Hye Na yang tak merespon lagi, bau amis darah menyengat di mobil yang tak tau berapa harganya.





“Hye NA~!!’ HYE NA~!!”, teriak Kyuhyun histeris.





“Ayo~! Ayo cepat, kita harus meninggalkan mobil ini sebelum polisi tau~!”, ujar Donghae yang langsung berlari menuju apartement kosong tak jauh dari situ.





Merekapun langsung berlari mengikuti Donghae, dengan lari yang phobia mereka manaiki tangga-tangga itu menuju lantai teratas.





Donghae terduduk disamping Kyuhyun yang terduduk di tumpukan koran-koran, Siwon yang di pagar blankon atas, aku dan Eun Ji yang menyender didinding pojok.





“Apa yang terjadi??” tanya Kyuhyun emosi.





“Aku tak tau~!! Tapi aku tahu buku yang tadi di bawa Han Geng~!!”, jawab Donghae dengan nafas terengah-engah.





“Apa itu??”,





“Itu seperti buku ilmu sihir, aku pernah membacanya di perpus.”, jawabnya lgi,





“Ilmu sihir?? Apa Han Geng memakai ilmu sihir??”,tanya siwon tak percaya,





“Ya, setahuku ayahnya penjaga kuburan dekat-dekat sekolah. Aku tak tahu lagi”,





“Berarti…”, ucapan Kyuhyun terputus saat mengingat kejadian waktu itu.





FLASHBACK: ON





“Hah.. haha..Kyu.. ahh..ja.. jangan..”, pinta Hye Na yang dipaksa mencium Kyu dengan ganas di gudang.





“Tenanglah, tak ada yang melihat kita~!”, ujar Kyuhyun nafsu.





Dua insan itu saling memberikan rangsangan tapi dengan jeli Hye Na mendengarkan sesuatu.





“Sshh.. Kyu~!! STOP~!!”, peritah Hye Na sambil tersenggal senggal. “Kau dengar itu??”, tanya Hye Na.





“Apa?? Kita hanya berdua disini~ Ayo kita lanjutkan lagi~!”, ujar Kyuhyun sambil berusaha mencium Hye Na.





“AISH~!! STOP~!! Dengarkan baik-baik. Ada orang berdoa”, ujar Hye Na lagi.





Kyuhyun kali ini mencoba memasang telinga, dan benar. terdapat seseorang sedang berdoa. Dari balik deretan lemari-lemari bekas di gudang, terdapat Han Geng yang sedang membaca tulisan-tulisan magic. Dengan darah yang baru saja ia dapatkan dari tanganya yang ia sabit sendiri dan darah kucingpun ia mungucap mantra-mantra itu.





“KAU~!! Setiap yang melihat matamu, ajal akan menjemput mereka~!!”, teriak Han Geng yang menunjuk dari sela-sela kecil dimana Kyuhyun mengintip.





FLASHBACK: OFF





“Jangan menatap mata Kyuhyun~!”, teriak Jung Soo dan segera meraih Siwon agar tak menatapnya. Tapi terlanjur untuk Donghae, ia menatap mata Kyuhyun dan saat itu juga Air Condisioner di atasnya tiba-tiba ambruk tepat di kepala Donghae hingga kepalanya hancur terkena baling-baling yang berputar cepat. Baling-baling AC itu langsung melayang diantara mereka, terpantul oleh dinding tua itu hingga membuat Jung Soo yang berusaha menghindar hingga tepat mereka berdua jatuh bersama. Baling-baling yang masih melayang dia atas kepala mereka semua itu langsung mengenai kepala Eun Ji dan langsung terpenggal dan menancap di wajah Kyuhyun.





“Aaa….~!!”, teriak Hyun Ah~ histeris.





Siwon yang terjatuh bersamaan dengan Jung Soo itupun tak bernasb baik. Jung Soo berusaha mendekat Siwon tapi oleh Siwon langsung ia lepaskan dan membuat Jung Soo terperosok masuk ke dalam penggilingan kertas yang tiba-tiba hidup kerena pegasnya yang terkena reruntuhan batu-batu yang tertabrak tadi hingga mendorong pegas itu. Darah yang bermuncratan dari tubuh Jung Soo, tapi untuk Siwon sepertinya ia beruntung untuk kali ini.





Hyun Ah~ yang sudah di kelilingi para mayat itu mencoba untuk turun dari apartement itu. Anak demi anak tangga ia turuni, hingga saat ia tepat di bawah terdapat Siwon yang sedang berdiri di tumpukan kertas-kertas dekat penggiling kertas.





“SIWON~!!”, panggil Hyun Ah~. Siwonpun berbalik dan langsung tersenyum, Hyun Ah~ hanya memandang heran dan tiba-tiba sebuah ledakan terdengar dari atas hingga Hyun Ah~ menutupkan telinganya, ia melihat sekilas lagi kearah Siwon yang masih berdiri di situ tapi kali ini tidak hanya Siwon yang berdiri di situ. Sebuah sosok sedang membawa lembaran-lembaran kertas yang seharusnya tak boleh di baca hanya satu tulisan yaitu I See You, tapi itu sudah mematikan.





“SIWON~!! Jangan baca itu~!!”, teriak Hyun Ah~ untuk mengalahkan suara kertas-kertas berterbangan tertiup angin yang membuat seperti pusaran.





“SIWON~!”, teriak Hyun ah sekali lagi. Tapi sepertinya itu sia-sia. Siwon sudah membaca kertas yang di pegang sosok yang mengerikan itu.





JERS~!!





Dari ledakan tadi membawa api yang langsung membakar Siwon. Kerana ia berdiri tepat di tumpukan kertas-kertas, maka dengan cepat api melahap driinya.





“Hyun Ah~!! I SEE YOU~!”. Terdengar suara tepat di samping teliga Hyun Ah~





Hyun Ah pun melihat kesamping. ”Aaaa..”, teriaknya yang melihat sosok mengerikan itu tepat berada di sampingnya.





Dengan kaki yang bergetaran, ia mencoba menghindar dengan cara berlari dari makhluk itu. Ia menuju mobil lagi yang terdapat mayat Hye Na yang berlumuran darah. Hyun Ah~ meringis ketakutan untuk melihat mayat di sampingnya dan kertas-kertas yang berterbangan di sekeliling mobil.





PRAK~!!





PRANG~!!





PRANG~!





Kertas-kertas itu membuat kaca mobil menjadi retak dan pecah hingga ia mundur-mundur untuk terhindar dari itu. Terasa seseorang membuka pintu itu, Hyun Ah~ menjerit makin keras kerena ia kira adalah sosok menjijikkan, ternyata tidak kerena itu adalah aparat kepolisian.





***





BRAK~!!





“Apa yang kau lakukan dengan mereka semua?? Dan apa yang ada di balik buku ini??”, tanya orang yang berwajah geram itu, kulihat dari bajuyang yang bertuliskan Kang In.





Hyun Ah~ hanya dapat terpekik menahan tangsi untuk phobia.





Penerangan yang hanya sebatas lampu membuat Hyun Ah~ makin marasa takut untuk mengatakan apapun.





“Apa yang kau ketahui tentang buku ini??”, tanya Kang In yang memberikan buku tebal itu kepada Hyun Ah~ dengan mendorongnya. Hyun Ah~ yang terduduk diseberang meja itu kangsung terpekik lagi dan berusaha menghindar dari buku maut itu.





“Ehm.. sepertinya aku harus memberikan waktu untukmu agar tenang. Tenangkan dirimu~!!”, ujarnya lagi dan meninggalkan Hyun Ah sendirian.





Di luar, seorang polisi baru saja menangkap Zhoumi, seorang narapidana yang selalu berhasil lolos dari aparat kepolisian. Zhoumi menatap senapan di pinggang polisi yang memengang dirinya tanpa di borgol.





“Hah, bodoh sekali polisi ini~!”, ujarnya dalam hati. Dengan cepat dan kilat zhoumi langsung mengambil senapan itu dan meluncurkan beberapa tembakan.





CHOU HYUN AH POV





Aku di tinggal sendiri di ruangan gelap ini, hanya penerangan satu lampu yang redup. Buku maut itu tepat berada di depanku. Ingin aku bakar itu hingga semua ini berakhir. Samar-samar aku melihat di bangku di seberangku sosok-sosok putih yang aku kenal.





“Annyeong Hyun Ah~ Lama tak bertemu ya??”, ujar sosok putih itu yang kini sudah tampak jelas bahwa itu adalah Siwon yang kini tak setampan seperti itu, kini ia sudah menjadi sesosok menjijikkan yang membawa kertas untuk membaca lemabaran itu kepada Siwon.





Aish.. tangan yang di borgol membuatku main susah untuk bergerak dan menghindar.





“Kenapa kau tak ikut denganku Hyun Ah~ kami membutuhkanmu..”, ujarnya lagi tanpa menaikkan wajahnya. Aku merasa lega dan lebih naik seperti ini dari pada menunjukkan wajahnya yang buruk rupa itu.





Mulut yang terasa terkunci itu hanya dapat terpekik pelan. Telingaku makin terpicing, kudengar sebuah derap langkah yang terserok-serok di sekelilingku. Banyak sekali.





Siwon yang kini sudah berubah menjadi buruk rupa itu langsung meraih buku itu.





“Lihatah ini Hyun Ah~ bacalah~!!”, teriakknya geram sambil mencoba membuka buku tebal itu.





“Andwe~!! Andwe~! Shireo~!!”, teriakku sambil menunduk agar tak melihat buku itu. Untung saja meja ini panjang dan jauh dari hadapannya. Tapi tak semulus yang kukira. Kini derap langkah yang terserok-serok itu sudah ada di sekeilingku dan dapat kulihat jelas banyak sosok yang mengerikan itu di sekelilingku mencoba untuk meraihku.





“Hyun Ah~ lihatlah ini~!! Ikutlah denganku~!”, ajaknya lagi yang mencoba membuka buku tebal itu lagi tak tak dapat terbuka terus.





“ANDWE~!! SHIREO~!!”, teriakku lagi. Tapi kini aku rasanya sosok yang menjijikan itu sudah memegang kepalaku. Tangan keriput dan bau anir berada di rongga hidungku. Jarinya memegang pelipis hingga mataku. Memaksa agar membuka mata untuk melihat tulisan maut. Dan dengan cepat Siwon buruk rupa itu memperlihatkan tulisan itu padaku.





KANG IN POV





Huh, mau mencoba meloloskan diri lagi sepertinya kau zhoumi. Ya, ya, ya. Sangat konyol jika kau ingin meloloskan diri. Kuberjalan menyusuri lorong untuk menuju tempat Hyun Ah aku kurung tadi untuk merenungkan dirinya.





KLEK~!!





“HyunAh~ Sepertinya kau… sudah..”.





“Ya, ya. Jangan hiraukan aku~!! Aku sangat baik hari ini. Jangan hiraukan aku.. ahhahhaahahha…. Biarkan ini menjadi saksiku.. hahahahahha….. aku baik-baik saja.. hahaah”.





Apa?? Apa ini?? Hyun Ah~ berbicara bak orang gila dengan darah yang mengalir dari matanya. Kulihat tangan dan jari-jari yang penuh darahnya sambil mengenggam. Bola mata yang ia genggam adalah saksi dari semua kekerasan dan akhir untuk kekerasan itu



The End~!!



KOMENTNYA PLEASE~!! GOMAWO~!! :D.