Jumat, 15 April 2011

I See You (PG +15)


Cast: Han Hye Na, Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji, Choi Siwon, Choi Hyun Ah, Park Jung Soo, Han Geng







Panas terik matahari sangat menyengat di sekolah Paran High School untuk musim panas seperti ini. Hye Na yang duduk di pojok kanan depan tepat di sebelah pintu itu hanya dapat mengibas-ngibaskan tangannya. Kyuhyun yang menjabat sebagai kekasihnya hanya dapat melingkarkan tangannya di pinggul Hya Na.





Di belakang couple satu itu, terdapat Eun Ji dengan namja yang siapa saja tak akan kuat untuk menahan pesonanya, Choi Siwon. Namja terfavorit di Paran High School.





Diikuti sebelahnya, Hyun Ah~ adalah murid termuda yang ada di kelas itu. Berpenampilan biasa tapi juga sedikit masih di bilang keren. Yeoja yang paling magnae dan berotak encer ini masuk sekolah 2 tahun di usia rata-rata. Jung Soo yang sudah mengikat hatinya hanya dapat termangu untuk mendengarkan Sungmin sesangnim yang sedang mengajarkan pelajaran music.





“Apa ini namanya sekolah??”, tanya Kyuhyun ke Siwon sambil merengganggkan otot-ototnya sambil menguap sedikit.





“Aku anggap ini adalah eksekusi”, jawabnya yang menatap Eun Ji terus menerus.





“Stop melihatku terus, Mr. Choi Siwon~!!”, pinta Eun Ji yang logat kental sekali dengan prancisnya. Eun Ji adalah seorang murid pindahan tahun lalu dari Parncis tentunya, entah kenapa seorang Choi Siwon jatuh cinta kepada seorang yeoja yang biasa saja.





***





Sore haripun masih terasa panas yang tak kalah menyengat dengan tadi siang. Han Geng menuntun sepeda kunonya menyusuri lapangan dengan membawa sekotak makanan untuk ayahnya yang sedang terbaring di rumah sakit. Kaki yang bergataran, nafas yang tak teratur membuat giginya makin bergemeletuk untuk melewati lapangan itu.





Mobil spot putih milik Siwon yang satu-satunya murid terkaya di Paran High School dan tatapan beringas dari Kyuhyun dan Jung Soopun terpancarkan. Hye Na yang dari tadi hanya menatap kaca sambil mempercantik dirinya, Eun Ji dengan melipat tangan di dada dan menyender di bagian belakang mobil, dan Hyun Ah~ yang mencoba menyendiri jauh dari mobil itu tak mengubris Han Geng yang berusaha untuk lolos dari mereka.





Srek~!! Srek~!! Srek~!!





Langkah Han Geng yang melewati lapangan itu tanpa menoleh mereka sambil menundukkan kepalanya takut. Kyuhyun memicingkan matanya geram untuk hal ini. Siwon, Kyuhyun dan Leeteukpun langsung menahan geram hingga terdengar giginya yang bergemeletukan.





“Ehm.. Ehm.. kau berjanji tak akan berkelahi hari ini~!!”, ujar Hye Na yang kali ini sudah mengikir kukunya.





“Akh~ ya.”, ujar Siwon yang langsung berubah kembali. ia sudah kapok untuk di ambil ATMnya oleh ayahnya untuk kepergok memukuli anak pasaran.





Tidak untuk Kyuhyun dan Jung Soo, mereka makin memicingkan matanya geram seiring dengan langkah ragu Han Geng.





Han Gengpun lolos menyusuri Lapangan dan menuju jalan tol untuk menuju rumah sakit.





“Yak~! Dia sama sekali tak mempunyai sopan santun pada kita~!”, brontak Kyuhyun yang mencoba berlari menuju Han Geng yang terlihat jauh, tapi oleh Jung soo langsung di tahan kuat.





“Kendalikan dirimu, Kyuhyun~!!”, ujar Jung Soo menenangkan. “Cepat, kita cabut dari sini~!”, ujar Jung soo lagi.





Kyuhyun melepas tangan Jung soo kasar dan membetulkan seragamnya yang sudah berantakan. Dengan geram dan jijik ia meludah untuk Han Geng dan langsung menuju mobil itu.





Dengan kecepatan penuh, Siwon menyetir mobilnya untuk mengejar seseorang yang sedang bersepeda di depan sana. Kyuhyun yang dari tadi sudah bergumam tak jelas untuk cepat-cepat ingin menghabisi orang itu, dengan cepat Siwon menancap gasnya lagi. Siwon menekan tombol untuk membuka cap atasnya hingga terlihat sedikit seperti pick up. Han Geng sudah menyadari hal ini, kaki yang makin bergetar, keringat yang makin mengalir deras itupun hanya dapat pasrah.





CIT~!!





Kyu, Jung Soo, dan Siwonpun langsung turun tidak untuk yeoja yang di dalamnya. Tangan panas dan geram Kyuhyun dan Jung soo langsung menarik pergelangan tangan Han Geng paksa dan menyeretnya menaiki mobil itu di bagian belakang. Siwon yang kebagian job mengangkat barang buktinya yaitu sepedanya dengan enteng ia mengangkatnya dan melempar di bagian belang mobilnya di mana Kyu dan Jung soo akan menghabisi Han Geng.





BUGH~!! BUGH~!! BUGH~!! BUGH~!! BUGH~!!





Berkali-kali Jung Soo mendaratkan hantaman da tinjua di perut Han Geng hingga terlihat dari mulutnya keluar darah. Kyuhyun yang paling geram disana langsung saja memukul wajah Han Geng geram dan keras. Terlihat mungkin hidung Han Geng yang sudah sedikit tidak rata kerena patah dan bagian ujung bibirnya yang sudah biru lebam.





“Sampai kapan kau tak kurang ajar lagi, Tuan Han Geng??”, tanya Kyuhyun yang sudah menarik kerah Han Geng hingga ia kesulitan bernafas. Han Geng mencoba berontak dengan sekuat tenangnya, tapi usahanya sia –sia karena musuhnya msih segar bugar sedangkan dia babak belur seperti ini.





Di dalam mobil Hyun Ah~ yang masih mempunya hati kecil itu terasa iba untuk hal ini.





“Apa ini tak terlalu..”, kata-kata Hyun Ah terhenti kerena ia terlonjak kaget saat tubuh Han Geng menabrak pembatas mobil luar dan dalam.





“Apanya?? Ini adalah hal yang pantas untuknya karena mulutnya yang seperti ember bocor itu.”, jawab Siwon enteng.





Eun Ji dan Hye Na hanya mengangguk menyetujui.





Hyun Ah~ yang terduduk di belakang bersama Eun Ji hanya dapat menutup telinga yang tak tega untuk penderitaan yang dirasakan Han Geng.





BUGH~!! BUGH~!!





Pukulan dahsyat mendarat lagi di wajah Han Geng yang kini sepertinya rata tertutup lebam dan darah.





“Ehm.. it’s time to party~!!”, ujar Eun Ji sedikit main mata ke Siwon. Hye Na yang duduk di samping Siwonpun langsung mengambil alih kemudi. Dengan cepat, Siwon berpindah ke belakang. Dengan ciuman kilat yang diminta paksa dari Eun Ji, Siwon langsung kebelakang ikut bergabung dengan mereka berdua. Celah kecil pembatas mobil bagian dalam dan luar itupun terlewati.





Hyun Ah~ melihat Eun Ji yang mengusap bibirnya dari ciuman yang diminta Siwon paksa.





“Iuh,…~!!”, gerutu Hyun Ah~ memandang Eun Ji jijik. Hyun Ah~ yang masih belum terbiasa melihat seperti itu hanya dapat melihat bergidik.





“Hah?? Kau belum pernah mendapatkan first kiss??”, tanya Eun Ji kaget dan masih dengan logat prancisnya.





“Belum~!!”, jawab Hyun Ah~ tenang.





“Ha?? Hahahhaha…”, tawa Eun Ji meledak diiringi tawa Hye Na yang masih sibuk menyetir.





“Aku tak menyangka Jung Soo tak sejantan itu~!!”, ejek Hye Na tanpa melihat kebelakang.





“Itu kemauanku~!!”, jawab Hyun Ah~ yang sudah manyun.





Di belakang Siwon yang baru ikut dalam pesta penghhabisan Han Geng itu sepertinya sedikit kecewa.





“Apa yang kau sisakan untukku??”, tanya Siwon yang sudah melihat semua bagian belakang mobilnya penuh bercak darah. Di ujung dekat pintu Han Geng yang bergetak dan menatap bergidik hanya dapat terbaring lemas.





“Akh~ Aku lupa bagianmu~!”, ujar Kyuhyun ngos-ngosan untuk pesta kekerasan tadi.





“Ya, ya… kali ini aku yang ambil alih~!”, sahut Siwon sambil tersenyum sinis ke arah Han Geng.





Ditariknya kerah Han Geng lagi, dan menghujaminya dengan pukulan. Jung Soo yang melihat itu langsung terbangun dari duduknya dan mengambil sepeda kuno Han Geng.





“Hey~!! Kau mau pulang?? Oh~ Aku tau. Karena aku paling baik disini, ini aku berikan ini padamu~!”,





BRAK~!!





Jung Soo membuang sepeda kuno itu di jalanan yang mobil mereka lewati. Kyuhyun langsung mendekat sambil tersenyum evilnya begitu pulang Jung Soo dan Siwon. Kerah Han Geng di berikan ke Kyuhyun untuk di pakai main. Di pengannya kerah itu kuat, oleh Siwon dibukanya pintu belakang itu Jung Soo memberikan aba-aba kepada Hye Na untuk mempercepat mobilnya.





Siwon dan Jung Soo pun langsung mendekat kearah Kyuhyun yang masih asyik bermain dengan Han Geng yang dipakai main untuk menakut-nakutinnya dengan kepala yang dihadapkan ke jalan.





“Ha.. Hayo~!! Kau takut??”, tanya Kyuhyun menakut-nakuti saat merengganggan tangannya hingga wajah Han Geng tinggal 10 senti lagi dengan jalan.





Kini kyuhyun memakai main lagi dengan beriringan menaik turunkan tubuh Han Geng, tapi tak sadar kerah bajunya robek dan dengan cepat Siwon yang berada di sampingnya langsung meraih baju Han Geng~!!





“Akh~!! Kau teledor, hampir saja..”,





KREK~!!!





Ucapan Siwon terhenti saat baju yang di pegangnya makin robek dan apapun daya Han Gengpun terjatuh dari mobil yang berkecepatan tinggi.





***





Di atas atap sekolah Paran High School, mereka bermain untuk mendapatkan beberapa gram ganja.





“Ayo~!! Keluarkan kartumu~!!”, ledek Donghae yang sebagai bandar narkoba.





“Akh~!! Sebentarlah~! Aku belum menemui AS~!!”, sahut Kyuhyun yana dari tadi di ejek terus-menerus.





Eun Ji yang dari tadi hanya bersolek ria bersama Hye Na tak mengubris itu, sedangkan Hyun Ah~ merasakan sesuatu yang aneh dari tadi. Banyak kartu yang ganjil saat di mainkan oleh Kyu, Jung Soo, Siwon. dan Donghae.





“Aku buka kartu selanjutnya~!!”, sahut Jung Soo yang merasa akan menang lagi.





Tepat saat Jung Soo membuka kartu selanjutnya, di belakang kartu itu terdapat kartu yang bergambarkan seperti setan.











“Yak~!! Kartu apa ini??”, tanya Jung Soo yang merasa kesal saat dimana ia akan menang dan mendapatkan seluruh ganja yang mereka jadikan taruhan.





“Akh~! Itu hanya kartu joker, aku lupa mengeluarkannya~!”, ujar Donghae enteng dan meneruskan permainannya.





Hyun Ah~ yang melihat gambar kartu joker itu langsung terpaku dan mengamati gambarnya.





“Buku~!!”, gumam Hyun Ah~ kecil.





“Ya~!! Siwon-sshi~!! Bagaimana dengan Han Geng kemarin malam??”, tanya Jung Soo yang sedikit hilang konsen.





“Tidak tau~!! Yak~!! Aku akan menang~!”, jawab Siwon yang mengeluarkan kartu King.





“Han Geng?? Musuh mu itu??”, tanya Donghae memastikan.





“Ne~!!”, jawab Jung Soo.





“Aku melihat sepedanya kemarin di pasar dekat sini. Terdapat kucing mati di sepedanya dan bercak darah yang banyak~!!”, jawab Donghae bergidik.





BRAK~!!





Semua perhatian mereka langsung tertuju pada pintu yang di dobrak kasar. Dilihatmya sesosok Han Geng yang masih penuh luka yang belum mengering. Mata yang memerah akibat darah dan tangan yang bergetar sambil memegang beberapa buku tebal.





“Kalian akan mati~!! Mati~!!”, gumamnya bergetar masuk ke ruangan mereka yang sedang bertaruh itu.





Kyuhyun yang langsung naik darah melihat Han Geng langsung beranjak dan menyeret Han Geng masuk dan meninju perutnya hingga ia terkapar, buku-buku tebal berserakan dan terhenti di kaki Hye Na. Han Geng manatap nanar Hye Na.





“Hey~!! Sudahlah, ini akan menyakitinya~!”, ujar Hyun Ah~ melindungi Han Geng, dengan susah payah Han Geng mencoba menatap Hyun Ah~ untuk berterima kasih dengan senyuman manisnya, tapi oleh Jung Soo langsung menjambak rambutnya untuk mengalihkan pandangannya. Hye Na ia mengubrisnya dan mengambil buku itu, di bukanya dan langsung terpampang tulisan I See You.





Hye Na yang merasakan phobia langsung melempar buku itu dan mundur beberapa langkah. Tali sepatu yang terlepas membuat itu terjerat dan langsung ambruk di tumpukan besi-besi karatan.





JREB~!!





“HYE NA~!!” teriak seluruh ruangan itu bersamaan saat melihat kejadian itu.





Hye Na yang merasakan sesaak saat besi berkarat itu melewati tenggorokannya. Besi itu tak tembus hingga ke leher bagian satunya, hinga terlihat kulit putih mulus Hye Na yang mencuat tak robek.





“Ekh~!! Guys, Akh~!”, ujar Hye Na yang makin sesak, Hye Na berusaha melepaskan dirinya dari besi itu. Dengan susah payah itu mencoba melepas besi yang menacap di lehernya.





“Hye Na~!! Jangan~!!”, ujar Kyuhyun yang sudah tak tahan melihat penderitaan Hye Na. Hyun Ah~ dan yang lain hanya dapat melihat itu tercengang, termasuk Han Geng.





ARGH~!!





Jerit Hye Na saat sudah terbebas dari besi itu. Hye Na yang merasakan panas di lehernya itu hanya dapat menjerit, tapi tak bisa. Untuk tenggorokan yang mati panas.





“Andwe~!! Andwe~!! Jangan aku~!!”, teriak Han Geng histeris mencoba menghindar dari sesuatu. Jung Soo langsung mencoba menolong Hye Na, Hyun Ah dan Eun Jipun juga. Tidak Untuk Siwon yang melihat Han Geng seperti itu. Siwon mendekat ke arah Han Geng dan mendorongnya agar menatapnya. Tapi itu tidak seperti dugaannya. Dorongannya tadi membuat Han Geng tak seimbang dan saat itu juga ia ambruk dari atas melewati jendela yang terletak lurus di belakangnya.





“Andwe~!!”,teriak Siwon yang tadi hendak menarik tangannya.





“Argh~!! Aaa..~!!”, jerit Hye Na histeris menahan sakit.





“Ayo~!! Ayo cepat kita pergi dari sini~!!”, ujar Donghae yang langsung membantu membopoh Hye Na.





Dengan cara diseretlah Hye Na di bawa ke mobil. Leher yang dari tadi mengeluarkan darah hingga koridor yang di lewati mereka membuat sebuat garis merah. Semua perhatian siswa saat itu tertuju pada mayat Han Geng yang terjatuh tadi. Dengan mulus mereka membawa Hye Na keluar dari sekolah itu.





“Kita kemana??”, tanya Siwon gugup dan berkeringat yang bingung.





“Ke rumah sakit terdekat~!”, teriak Hyun Ah yang mengambil tempat duduk di samping Siwon. Eun Ji yang memegangi Hye Na yang makin sesak untuk mengambil nafas itu makin tak kuat menahan air mata.





“Cepat~! Cepat~!!”, teriak Hyun Ah~ saat mendengar susahnya mengambil nafas.





“Dimana rumah sakit yang paling dekat??”, tanya Siwon yang makin deras keringatnya.





“Ke klinik saja~!! Di belokan sini belok kiri~!”, teriak Kyuhyun yang makin tak sabaran.





Siwonpun membelokkan mobilnya dan menghentikan mobilnya. Kyuhyun dan Jung Soopun turun untuk membopoh Hye Na tapi saat itu juga Eun Ji mencoba menyadarkan Hye Na yang tak merespon lagi, bau amis darah menyengat di mobil yang tak tau berapa harganya.





“Hye NA~!!’ HYE NA~!!”, teriak Kyuhyun histeris.





“Ayo~! Ayo cepat, kita harus meninggalkan mobil ini sebelum polisi tau~!”, ujar Donghae yang langsung berlari menuju apartement kosong tak jauh dari situ.





Merekapun langsung berlari mengikuti Donghae, dengan lari yang phobia mereka manaiki tangga-tangga itu menuju lantai teratas.





Donghae terduduk disamping Kyuhyun yang terduduk di tumpukan koran-koran, Siwon yang di pagar blankon atas, aku dan Eun Ji yang menyender didinding pojok.





“Apa yang terjadi??” tanya Kyuhyun emosi.





“Aku tak tau~!! Tapi aku tahu buku yang tadi di bawa Han Geng~!!”, jawab Donghae dengan nafas terengah-engah.





“Apa itu??”,





“Itu seperti buku ilmu sihir, aku pernah membacanya di perpus.”, jawabnya lgi,





“Ilmu sihir?? Apa Han Geng memakai ilmu sihir??”,tanya siwon tak percaya,





“Ya, setahuku ayahnya penjaga kuburan dekat-dekat sekolah. Aku tak tahu lagi”,





“Berarti…”, ucapan Kyuhyun terputus saat mengingat kejadian waktu itu.





FLASHBACK: ON





“Hah.. haha..Kyu.. ahh..ja.. jangan..”, pinta Hye Na yang dipaksa mencium Kyu dengan ganas di gudang.





“Tenanglah, tak ada yang melihat kita~!”, ujar Kyuhyun nafsu.





Dua insan itu saling memberikan rangsangan tapi dengan jeli Hye Na mendengarkan sesuatu.





“Sshh.. Kyu~!! STOP~!!”, peritah Hye Na sambil tersenggal senggal. “Kau dengar itu??”, tanya Hye Na.





“Apa?? Kita hanya berdua disini~ Ayo kita lanjutkan lagi~!”, ujar Kyuhyun sambil berusaha mencium Hye Na.





“AISH~!! STOP~!! Dengarkan baik-baik. Ada orang berdoa”, ujar Hye Na lagi.





Kyuhyun kali ini mencoba memasang telinga, dan benar. terdapat seseorang sedang berdoa. Dari balik deretan lemari-lemari bekas di gudang, terdapat Han Geng yang sedang membaca tulisan-tulisan magic. Dengan darah yang baru saja ia dapatkan dari tanganya yang ia sabit sendiri dan darah kucingpun ia mungucap mantra-mantra itu.





“KAU~!! Setiap yang melihat matamu, ajal akan menjemput mereka~!!”, teriak Han Geng yang menunjuk dari sela-sela kecil dimana Kyuhyun mengintip.





FLASHBACK: OFF





“Jangan menatap mata Kyuhyun~!”, teriak Jung Soo dan segera meraih Siwon agar tak menatapnya. Tapi terlanjur untuk Donghae, ia menatap mata Kyuhyun dan saat itu juga Air Condisioner di atasnya tiba-tiba ambruk tepat di kepala Donghae hingga kepalanya hancur terkena baling-baling yang berputar cepat. Baling-baling AC itu langsung melayang diantara mereka, terpantul oleh dinding tua itu hingga membuat Jung Soo yang berusaha menghindar hingga tepat mereka berdua jatuh bersama. Baling-baling yang masih melayang dia atas kepala mereka semua itu langsung mengenai kepala Eun Ji dan langsung terpenggal dan menancap di wajah Kyuhyun.





“Aaa….~!!”, teriak Hyun Ah~ histeris.





Siwon yang terjatuh bersamaan dengan Jung Soo itupun tak bernasb baik. Jung Soo berusaha mendekat Siwon tapi oleh Siwon langsung ia lepaskan dan membuat Jung Soo terperosok masuk ke dalam penggilingan kertas yang tiba-tiba hidup kerena pegasnya yang terkena reruntuhan batu-batu yang tertabrak tadi hingga mendorong pegas itu. Darah yang bermuncratan dari tubuh Jung Soo, tapi untuk Siwon sepertinya ia beruntung untuk kali ini.





Hyun Ah~ yang sudah di kelilingi para mayat itu mencoba untuk turun dari apartement itu. Anak demi anak tangga ia turuni, hingga saat ia tepat di bawah terdapat Siwon yang sedang berdiri di tumpukan kertas-kertas dekat penggiling kertas.





“SIWON~!!”, panggil Hyun Ah~. Siwonpun berbalik dan langsung tersenyum, Hyun Ah~ hanya memandang heran dan tiba-tiba sebuah ledakan terdengar dari atas hingga Hyun Ah~ menutupkan telinganya, ia melihat sekilas lagi kearah Siwon yang masih berdiri di situ tapi kali ini tidak hanya Siwon yang berdiri di situ. Sebuah sosok sedang membawa lembaran-lembaran kertas yang seharusnya tak boleh di baca hanya satu tulisan yaitu I See You, tapi itu sudah mematikan.





“SIWON~!! Jangan baca itu~!!”, teriak Hyun Ah~ untuk mengalahkan suara kertas-kertas berterbangan tertiup angin yang membuat seperti pusaran.





“SIWON~!”, teriak Hyun ah sekali lagi. Tapi sepertinya itu sia-sia. Siwon sudah membaca kertas yang di pegang sosok yang mengerikan itu.





JERS~!!





Dari ledakan tadi membawa api yang langsung membakar Siwon. Kerana ia berdiri tepat di tumpukan kertas-kertas, maka dengan cepat api melahap driinya.





“Hyun Ah~!! I SEE YOU~!”. Terdengar suara tepat di samping teliga Hyun Ah~





Hyun Ah pun melihat kesamping. ”Aaaa..”, teriaknya yang melihat sosok mengerikan itu tepat berada di sampingnya.





Dengan kaki yang bergetaran, ia mencoba menghindar dengan cara berlari dari makhluk itu. Ia menuju mobil lagi yang terdapat mayat Hye Na yang berlumuran darah. Hyun Ah~ meringis ketakutan untuk melihat mayat di sampingnya dan kertas-kertas yang berterbangan di sekeliling mobil.





PRAK~!!





PRANG~!!





PRANG~!





Kertas-kertas itu membuat kaca mobil menjadi retak dan pecah hingga ia mundur-mundur untuk terhindar dari itu. Terasa seseorang membuka pintu itu, Hyun Ah~ menjerit makin keras kerena ia kira adalah sosok menjijikkan, ternyata tidak kerena itu adalah aparat kepolisian.





***





BRAK~!!





“Apa yang kau lakukan dengan mereka semua?? Dan apa yang ada di balik buku ini??”, tanya orang yang berwajah geram itu, kulihat dari bajuyang yang bertuliskan Kang In.





Hyun Ah~ hanya dapat terpekik menahan tangsi untuk phobia.





Penerangan yang hanya sebatas lampu membuat Hyun Ah~ makin marasa takut untuk mengatakan apapun.





“Apa yang kau ketahui tentang buku ini??”, tanya Kang In yang memberikan buku tebal itu kepada Hyun Ah~ dengan mendorongnya. Hyun Ah~ yang terduduk diseberang meja itu kangsung terpekik lagi dan berusaha menghindar dari buku maut itu.





“Ehm.. sepertinya aku harus memberikan waktu untukmu agar tenang. Tenangkan dirimu~!!”, ujarnya lagi dan meninggalkan Hyun Ah sendirian.





Di luar, seorang polisi baru saja menangkap Zhoumi, seorang narapidana yang selalu berhasil lolos dari aparat kepolisian. Zhoumi menatap senapan di pinggang polisi yang memengang dirinya tanpa di borgol.





“Hah, bodoh sekali polisi ini~!”, ujarnya dalam hati. Dengan cepat dan kilat zhoumi langsung mengambil senapan itu dan meluncurkan beberapa tembakan.





CHOU HYUN AH POV





Aku di tinggal sendiri di ruangan gelap ini, hanya penerangan satu lampu yang redup. Buku maut itu tepat berada di depanku. Ingin aku bakar itu hingga semua ini berakhir. Samar-samar aku melihat di bangku di seberangku sosok-sosok putih yang aku kenal.





“Annyeong Hyun Ah~ Lama tak bertemu ya??”, ujar sosok putih itu yang kini sudah tampak jelas bahwa itu adalah Siwon yang kini tak setampan seperti itu, kini ia sudah menjadi sesosok menjijikkan yang membawa kertas untuk membaca lemabaran itu kepada Siwon.





Aish.. tangan yang di borgol membuatku main susah untuk bergerak dan menghindar.





“Kenapa kau tak ikut denganku Hyun Ah~ kami membutuhkanmu..”, ujarnya lagi tanpa menaikkan wajahnya. Aku merasa lega dan lebih naik seperti ini dari pada menunjukkan wajahnya yang buruk rupa itu.





Mulut yang terasa terkunci itu hanya dapat terpekik pelan. Telingaku makin terpicing, kudengar sebuah derap langkah yang terserok-serok di sekelilingku. Banyak sekali.





Siwon yang kini sudah berubah menjadi buruk rupa itu langsung meraih buku itu.





“Lihatah ini Hyun Ah~ bacalah~!!”, teriakknya geram sambil mencoba membuka buku tebal itu.





“Andwe~!! Andwe~! Shireo~!!”, teriakku sambil menunduk agar tak melihat buku itu. Untung saja meja ini panjang dan jauh dari hadapannya. Tapi tak semulus yang kukira. Kini derap langkah yang terserok-serok itu sudah ada di sekeilingku dan dapat kulihat jelas banyak sosok yang mengerikan itu di sekelilingku mencoba untuk meraihku.





“Hyun Ah~ lihatlah ini~!! Ikutlah denganku~!”, ajaknya lagi yang mencoba membuka buku tebal itu lagi tak tak dapat terbuka terus.





“ANDWE~!! SHIREO~!!”, teriakku lagi. Tapi kini aku rasanya sosok yang menjijikan itu sudah memegang kepalaku. Tangan keriput dan bau anir berada di rongga hidungku. Jarinya memegang pelipis hingga mataku. Memaksa agar membuka mata untuk melihat tulisan maut. Dan dengan cepat Siwon buruk rupa itu memperlihatkan tulisan itu padaku.





KANG IN POV





Huh, mau mencoba meloloskan diri lagi sepertinya kau zhoumi. Ya, ya, ya. Sangat konyol jika kau ingin meloloskan diri. Kuberjalan menyusuri lorong untuk menuju tempat Hyun Ah aku kurung tadi untuk merenungkan dirinya.





KLEK~!!





“HyunAh~ Sepertinya kau… sudah..”.





“Ya, ya. Jangan hiraukan aku~!! Aku sangat baik hari ini. Jangan hiraukan aku.. ahhahhaahahha…. Biarkan ini menjadi saksiku.. hahahahahha….. aku baik-baik saja.. hahaah”.





Apa?? Apa ini?? Hyun Ah~ berbicara bak orang gila dengan darah yang mengalir dari matanya. Kulihat tangan dan jari-jari yang penuh darahnya sambil mengenggam. Bola mata yang ia genggam adalah saksi dari semua kekerasan dan akhir untuk kekerasan itu



The End~!!



KOMENTNYA PLEASE~!! GOMAWO~!! :D.re

Tidak ada komentar:

Posting Komentar